{"id":135168,"date":"2021-08-17T12:00:00","date_gmt":"2021-08-17T05:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=135168"},"modified":"2021-08-29T22:34:43","modified_gmt":"2021-08-29T15:34:43","slug":"3-hal-menyebalkan-yang-sering-muncul-saat-tubir-di-twitter-dan-bikin-diskusi-jadi-nggak-seru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-menyebalkan-yang-sering-muncul-saat-tubir-di-twitter-dan-bikin-diskusi-jadi-nggak-seru\/","title":{"rendered":"3 Hal Menyebalkan yang Sering Muncul Saat Tubir di Twitter dan Bikin Diskusi Jadi Nggak Seru"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kali pertama dirilis secara resmi pada 2007, Twitter punya misi agar setiap orang bisa menciptakan sekaligus berbagi informasi tanpa hambatan. Namun, dalam prosesnya\u2014dengan atau tanpa dugaan sebelumnya\u2014Twitter menjelma menjadi salah satu media sosial penghasil tubir yang cukup populer untuk pembahasan apa pun. Mulai dari Korea, repost konten yang viral, sampai unjuk intelektualitas dalam forum tubir di Twitter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Momen tubir yang hampir selalu tersaji di Twitter membuka diskusi dan wawasan yang cukup mendalam. Bahkan, nggak jarang, para ahli dengan akun centang biru alias sudah verifikasi, turun tangan untuk memberi insight baru yang sebelumnya belum diketahui khalayak. Ada kalanya tubir di Twitter berujung nggak menarik. Lantaran, segelintir orang sering kali malah lebih dominan sekaligus didengar, alih-alih berdiskusi secara terbuka. Istilah JakSel-nya, sih, brainstorming.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, di satu sisi, misi Twitter menjadikan setiap orang bisa berbagi informasi sudah tercapai. Namun, di sisi yang lain, juga menemui hambatan. Lantaran adanya beberapa persoalan yang muncul di luar dugaan. Ya, namanya juga berkomunikasi antarmanusia melalui perantara suatu media.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, kendala atau salah kaprah menjadi sesuatu yang lumrah terjadi saat berkomunikasi. Sebagian di antaranya, bahkan terbilang ngehek. Membikin proses brainstorming, saling berbagi informasi melalui segala tubir di Twitter, terhambat oleh hal-hal yang sebetulnya bisa diminimalisir sejak dini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pengamatan secara digital dan empiris, ada tiga hal ngehek yang sering muncul saat ada tubir di Twitter dan membuat diskusi menarik hanya menjadi suatu paradoks: muter di situ-situ saja sekaligus jalan di tempat. Nggak ada titik temu.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Pernyataan, \u201cSemuanya kembali ke pribadi masing-masing,\u201d atau \u201cTergantung orangnya\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak zaman sekolah sampai kuliah, khususnya ketika melakukan presentasi lengkap dengan sesi tanya-jawab, apa pun materi diskusinya, pernyataan, \u201cSemua kembali ke pribadi masing-masing\u201d atau \u201ctergantung orangnya\u201d sangat sering digunakan ketika bingung harus menjawab apa dan sudah mentok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, nggak sepenuhnya salah, sih. Namun, ketika berdiskusi, brainstorming, atau tubir di media sosial, kalimat tersebut malah sangat rancu. Iya, memang segala sesuatunya nggak bisa digeneralisir begitu saja. Lantas, apakah ada solusi agar \u201cPribadi masing-masing\u201d bisa dengan teratur mengikuti suatu pakem tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ujung-ujungnya kembali ke pribadi masing-masing, konsekuensinya nggak akan ada titik temu. Sebab, apa pun gagasan yang diajukan, akan berakhir dengan refleksi, kontemplasi, mikir sendiri. Terus, ngapain tubir dengan tameng berdiskusi?<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Menelusuri tab likes dan mencari-cari konten bokep<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah siapa yang memulai. Namun, menelusuri tab likes ketika ada tubir di Twitter adalah hal yang agak nganu. Konsep agree to disagree sangat tidak cocok dengan situasi seperti ini. Apalagi jika ditemukan konten bokep yang di-likes oleh seseorang yang punya pendapat berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, gimana ya. Boleh jadi, seseorang punya sudut pandang lain dalam memahami suatu peristiwa. Bukan berarti harus berujung dengan menelanjangi tab likes-nya dan menjadikannya bahan olokan, dong? Emosi nggak perlu sampai meradang, sekalipun berbeda sudut pandang saat diskusi atau berbagi informasi secara online, Bung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, praktik ini seakan lumrah dipraktikan saat ada tubir di Twitter. Dan akan dialami oleh seseorang yang punya sudut pandang berbeda. Apa seseorang yang membedah tab likes orang lain juga sama bingungnya dalam merespons opini, sampai-sampai harus menyerang hal lain?<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Doxing dan menyerang personal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk yang belum tahu, doxing adalah suatu tindakan menyebarkan informasi seseorang atau sekelompok orang kepada publik. Nomor hape disebar atau diserahkan kepada orang lain tanpa seizin pemiliknya saja sudah membikin seseorang mangkel setengah mampus. Lha, ini informasi apa pun, main disebar gitu aja kepada publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja hal ini sangat berpotensi mengganggu privasi dan melahirkan konflik. Celakanya, hal ini seakan menjadi sesuatu yang biasa dilakukan saat ada diskusi sampai tubir di Twitter\u2014tanpa memikirkan efek yang akan muncul setelahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya memang cukup sulit. Hidup di negara yang menuntut untuk menjaga privasi sekaligus data milik pribadi. Namun, pada waktu yang bersamaan, data tersebut mudah tersebar karena disepelekan. Bagaimana bisa fotokopi Kartu Keluarga bisa tersebar luas dan diterima oleh para penjual di pinggir jalan? Susah memang hidup di Gotham City.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hilangnya-fleet-membuat-saya-sebagai-pengguna-setia-twitter-wajib-merasa-bahagia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hilangnya Fleet Membuat Saya sebagai Pengguna Setia Twitter Wajib Merasa Bahagia <\/a><\/strong><strong>dan artikel\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\"><strong>Seto Wicaksono<\/strong><\/a><strong>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/em><\/strong><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><em>ini<\/em><\/a><em>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/h6>\n<h6><strong><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em><\/strong><strong>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/strong><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hash segala likes digali.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":60931,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906,13087],"tags":[12603,11643,12916,421],"class_list":["post-135168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","category-pojok-tubir","tag-doxxing","tag-pojok-tubir-terminal","tag-tubir","tag-twitter"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=135168"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135168\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=135168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=135168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=135168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}