{"id":135134,"date":"2021-08-18T07:30:03","date_gmt":"2021-08-18T00:30:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=135134"},"modified":"2021-08-18T06:39:25","modified_gmt":"2021-08-17T23:39:25","slug":"sayangku-ke-bleki-terhalang-racun-tikus-tetangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sayangku-ke-bleki-terhalang-racun-tikus-tetangga\/","title":{"rendered":"Sayangku ke Bleki Terhalang Racun Tikus Tetangga"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu tahu nggak rasanya kehilangan Bleki?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia masih lima bulan. Umur yang terbilang masih muda, kawin pun sepertinya belum. Bahkan dia masih bisa diajak main kejar-kejaran umpan. Bleki, Bleki, walaupun badannya terlihat sangar dengan warna hitam kelam ditambah sedikit corak putih di ujung kaki kiri dan kanan depan, agaknya dia tidak bisa bertahan melawan racun tikus yang menyebar dari perutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Krok, krok\u2026\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLe, kucingnya keluarin dari kamarmu, kayaknya dia mau muntah.\u201d Ibuku teriak begitu kencang. Aku yang sedang bersantai di depan tidak seberapa peduli. Bleki cukup punya etika untuk menjaga muntahannya supaya tidak dikeluarkan sembarangan, apalagi di kamar. Saat itu, dia sedang main kejar-kejaran dengan si Putih yang empat tahun lebih tua darinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku pun menyempatkan melihat kolong kamar. Sial, ternyata dugaanku salah, dia betul-betul muntah di sana. Putih pun juga masih mengerang sembari mengejarnya. Gelagat Bleki kali ini begitu berbeda daripada biasanya. Karena marah, aku mendaratkan dua sentilan keras-keras ke kuping Bleki. Tanda kesal sekaligus hukuman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia pun lari tunggang-langgang ke luar, bersama Putih yang masih mengejarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malam pun datang, adikku yang memberi makan kedua kucing itu hanya menemukan Putih. Tidak dengan Bleki. Firasatku buruk, apakah dia begitu marah ketika kupingnya kusentil tadi siang?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku, kakak, dan adikku pun berkeliling ke sekitar rumah. Berharap kami bisa menemukannya. Sebetulnya hal ini cukup biasa, dia memang sering kali menghilang entah ke mana, namun ketika kami panggil untuk makan, dia juga bisa muncul kembali entah dari mana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun hari itu berbeda, kami betul-betul tidak bisa menemukannya. Mulai dari habis magrib kami mencari, selepas isya juga iya, bahkan tengah malam aku sendiri bangun untuk segera mencarinya. Sial, malam itu dia benar menghilang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Esok paginya, Bleki datang. Tiba-tiba dia sudah di belakang rumah. Ibu yang menemukannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhamdulillahhh\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku tidak lupa mengucap syukur. Langsung dia kuangkat, kucium, kupeluk, dan meminta maaf atas kesalahanku kemarin padanya. Kala itu dia mengeong lembut, hampir seperti biasanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi&#8230;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang siang, dia semakin lemah. Aku mulai curiga. Kejadian ini bukan yang pertama kalinya terjadi pada kucing-kucing kami. Kakakku datang. Persis seperti yang kuduga, kucing ini keracunan racun tikus. Matanya mulai berair, hidungnya mengeluarkan cairan, duburnya pun sama, sisa makanan di ususnya keluar perlahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, jancok!!! <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ngene maneh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Entah ini kali ke berapa. Tetangga brengsek!!!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Depan rumahku ada hamparan sawah luas. Awal musim tanam seperti ini, tikus-tikus memang seperti biasa merajalela. Tak cuma di sawah, di dalam rumah keadaannya juga sama. Mereka memang tidak memiliki musim kawin, suka-suka mereka berkembang biak kapan pun waktunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebetulan, tetangga memang kurang ajar. Mereka gemar bikin pasangan tikus-tikus itu. Selain mengurangi populasi tikus di sawah, mereka juga bertujuan supaya beras di rumah aman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(masa lalu)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPus, pus, pus&#8230; Bleki, ayo cari cicak,\u201d Bleki kecil pun langsung melihat gerakan ujung sapu yang terangkat siap mengempas cicak dari dinding dengan saksama.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciat!!! Gerakan cepatnya telah mengantarkan cicak dinding itu di taring. Lantas dia melahapnya dengan ganas. Sampai suatu hari, dia membawa tikus di mulutnya. Siapa pun dari kami\u2014baik kakak, adik, bapak, maupun saya\u2014jika sampai menemui Bleki membawa tikus untuk dilahap, kami tidak akan membiarkan dia sampai memakannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami cepat merebut tikus itu, dan meninggalkan Bleki bertanya-tanya di mana kami membuang tikus hasil buruannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin hari, Bleki semakin lihai menangkap tikus. Begitupun kami yang makin lihai merebut tikus itu dari cengkeraman taringnya. Sampai pada hari dia tidak beruntung karena menangkap tikus yang lemas akibat memakan racun tetangga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku menelepon semua dokter hewan yang kutahu. Sialnya, di desa sisi selatan Kabupaten Trenggalek ini layanan rawat inap kucing keracunan masih belum tersedia. Seharusnya dia mendapat antiracun, bantuan oksigen, bantuan cairan, dan semua hal yang bisa mendukung kehidupannya sampai bisa menghilangkan racun dari tubuh mungilnya itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa dayaku? Pekerjaanku sebagai dokter umum tidak bisa menolongnya sama sekali. Bangsat!!!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan tibalah saat yang paling aku benci dari hasil sekolahku bertahun-tahun ini. Tanda vitalnya semakin jelek, kesadarannya makin menurun. Dia yang sebelumnya dipanggil bisa mengeong, kini semakin tidak berdaya. Terakhir dia masih bisa menggerakkan ekor ketika kupanggil. Namun, semakin lama dia semakin melemah. Aku tahu persis ajal mengintainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir kutengok, hidungnya sudah dihinggapi lalat. Tanda nyawanya sudah tidak di sana. Kini dia meninggal, mengkhianati rekaman memori yang kusaksikan sejak dia kecil hingga sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Putih mendengus di sampingnya, mungkin dia mengucapkan salam perpisahan, atau sedang berkomat-kamit dengan doa-doa untuk mengantarkan Bleki ke surga para kucing di atas sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, kami tidak pernah memberi makan kucing dengan ikan atau daging basah, apalagi melatihnya berburu dengan cicak lagi. Kami sepakat untuk memberi adik-adik Bleki makanan kucing dalam kemasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kami sadar, kami tidak bisa melarang tetangga kami untuk berhenti memasang racun tikus di rumahnya. Maaf, ya Bleki, kami terlambat sadar, sampai kau pulang duluan.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-merawat-kucing-yang-dibuang-babunya-karena-scabies-kronis\/\">Pengalaman Merawat Kucing yang Dibuang Babunya karena Scabies Kronis<\/a> <\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/prima-ardiansah-surya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Prima Ardiansah Surya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bleki adalah kucing kecilku. Usianya baru lima bulan. Kesukaannya bermain umpan. Sayang, racun tikus tetangga membawanya pergi menuju keabadian.<\/p>\n","protected":false},"author":887,"featured_media":135385,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[3769,337,12923],"class_list":["post-135134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-hewan-peliharaan","tag-kucing","tag-racun-tikus"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/887"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=135134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135134\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/135385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=135134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=135134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=135134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}