{"id":134871,"date":"2021-08-25T07:00:11","date_gmt":"2021-08-25T00:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=134871"},"modified":"2021-08-30T11:13:40","modified_gmt":"2021-08-30T04:13:40","slug":"bijuu-dan-jinchuuriki-di-naruto-adalah-wujud-triwikrama-dalam-dunia-wayang-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bijuu-dan-jinchuuriki-di-naruto-adalah-wujud-triwikrama-dalam-dunia-wayang-jawa\/","title":{"rendered":"Bijuu dan Jinchuuriki di Naruto Adalah Wujud Triwikrama dalam Dunia Wayang Jawa"},"content":{"rendered":"<p><span data-contrast=\"auto\">Naruto sebagai serial yang digandrungi oleh masyarakat luas memiliki banyak keunikan. Selain alur yang mencerminkan adanya asimilasi budaya modern Jepang dan kebudayaan klasik, dalam serial Naruto juga sarat dengan reproduksi budaya. Cerita dalam serial Naruto menampakkan munculnya kembali kebudayaan mitologi Jepang yang dikemas kekinian secara luwes. Maka, tidak mengherankan jika orang-orang dari negara lain \u201ckepo\u201d dengan serial satu ini. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dari sekian banyak sudut keunikan Naruto, ada satu hal yang menurut saya menarik untuk dijadikan ulasan yakni mengenai keberadaan sebelas\u00a0<\/span>bijuu <span data-contrast=\"auto\">dalam serial tersebut.\u00a0Keberadaan sosok-sosok besar ini memberikan warna tersendiri karena selalu tampil dalam situasi kritis dan darurat.\u00a0<\/span>Bijuu <span data-contrast=\"auto\">yang ditampilkan dalam dunia imajinasi Naruto merupakan \u201creinkarnasi\u201d\u00a0mitos dan kosmologi Jepang yang memiliki kekuatan besar, menyeramkan, ganas, dan agresif\u00a0dalam menghalau setiap serangan musuh.\u00a0Mereka digambarkan sebagai makhluk besar dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Masing-masing memiliki spesialisasi tempur yang menandakan sebuah kawasan atau tokoh\u00a0tertentu yang terikat dengan\u00a0<\/span>bijuu <span data-contrast=\"auto\">tersebut.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam dunia wayang Jawa, sebenarnya konsep makhluk mitologis dengan kekuatan besar ini juga ada. Jika Anda pernah melihat bagaimana kesaktian Batik Madrim yang mampu menjadi sosok raksasa dalam pertempuran, kurang lebih sama dengan kondisi Naruto saat terhimpit sehingga melepaskan segel Kurama. Kesaktian yang didapat pun sama, yakni dengan cara mengumpulkan cakra sehingga terbentuk energi besar untuk membangkitkan sosok raksasa yang dimaksud. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Selain Batik Madrim, dalam dunia wayang Jawa juga dikenal beberapa kemampuan mengendalikan makhluk besar oleh beberapa ksatria. Beberapa ksatria tersebut adalah Arjunasasrabahu, Rahwana, Hanoman, Rama\/Krisna, dan Yudhistira. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\"><strong>Pertama, <\/strong><\/span><\/i>dalam wayang Jawa, <span data-contrast=\"auto\">sosok Arjunasasrabahu memiliki kemampuan untuk mengubah dirinya menjadi sosok menyeramkan. Dalam versi Jawa Timur, tokoh Arjunasasra digambarkan sebagai sosok besar dengan tangan yang berjumlah seribu. Dalam dunia pewayangan, Arjunasasrabahu mengubah dirinya menjadi sosok raksasa saat bertempur melawan Rahwana.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Rahwana yang berkeinginan merebut istri sah Arjunasasrabahu, nyatanya harus menelan pahit kehidupan peperangan. Ia diseset kakinya oleh Arjunasasra berkeliling bumi. Tidak peduli gunung atau lautan, raksasa Arjunasasra \u201cmenyiksa\u201d lawannya itu dengan sadis. Ia tidak selesai menyiksa Rahwana kalau bukan karena permohonan maaf dari sukma kakeknya Rahwana. Kisah sosok lelaki melindungi perempuan ini hampir mirip dengan cerita pertempuran Naruto melawan Pein. Dalam serial tersebut, Hinata kalah dalam membela Naruto. Akhirnya, Naruto mengeluarkan kekuatan Kurama dari segelnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\"><strong>Kedua,<\/strong>\u00a0<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">Rahwana atau Dasamuka. Sosok yang selalu tertulis dalam puisi-puisi atau ungkapan budayawan Sujiwo Tejo ini ternyata juga memiliki kekuatan besar. Jika dalam kondisi terhimpit, ia bisa mengubah dirinya menjadi sosok raksasa dengan kepala sepuluh, tangan dan kaki masing-masing duapuluh seraya memegang pusaka-pusaka peperangan.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Untuk memudahkan interpretasi bagaimana kemarahan Rahwana, dalam versi pewayangan Jogja diterangkan detil bentuk sebagaimana pagelaran-pagelaran wayang yang sering dilakukan di Ndalem Yudhanegaran pada lakon-lakon Ramayana. Salah satu lakon yang menerangkan bagaimana kemampuan Rahwana ini adalah peperangan antara Rama melawan Rahwana. Rama yang sakti mandraguna tidak bisa menandingi kesepuluh kesaktian Rahwana yang tengah bergelora kemarahannya.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\"><strong>Ketiga,<\/strong>\u00a0<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">Rama mampu mengubah menjadi sosok raksasa hitam dengan rambut api. Jangan dikira sosok lemah lembut yang dikenal melankolis bersama istrinya itu ternyata mampu berubah menjadi sosok menakutkan. Sebagai titisan Wisnu, ia memiliki memampuan sama dengan Arjunasasra ataupun Krisna yang mampu mengubah wujud menjadi raksasa juga.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam lakon peperangan melawan Rahwana, dikisahkan ia juga mengubah wujud menjadi raksasa. Ada dua raksasa yang bertempur sehingga bumi bergoncang dengan dahsyatnya. Kisah ini mirip dengan persaingan Shukaku dan Kurama yang berseteru memperebutkan mana yang paling kuat. Akhirnya, Kurama mengalah dan mampu diajak kerja sama Naruto. Hal yang membedakan dengan kisah Rama vs Rahwana adalah campur tangan dewa sehingga Rahwana dikalahkan oleh Hanoman.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\"><strong>Keempat,<\/strong>\u00a0<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">Hanoman mampu mengubah dirinya menjadi kera raksasa. Dalam serial Ramayana, kekuatan ini pernah ditunjukkan saat pasukan kera membangun jembatan menembus Samudra Hindia. Dengan kekuatannya, ia berubah menjadi kera raksasa dan mencabut Gunung Mangliawan dan meratakannya menjadi jembatan. Saat akhir kisah pertempuran Rama-Rahwana, Hanoman melihat kondisi Rahwana dalam keadaan terhimpit. Kemudian, ia mengangkat gunung dan menjatuhkan gunung itu diatas Rahwana.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Hal ini memiliki kemiripan dengan Sun Gokong dan Roshi sebagai <\/span>jinchuuriki. <span data-contrast=\"auto\">Sebenarnya Hanoman merupakan wujud kedua atau wujud lahir dari seorang ksatria bernama Mayangkara yang tampan. Hanya saja, keberadaan Mayangkara sudah menyatu dalam diri Hanoman sehingga sulit dibedakan. Bisa jadi ini merupakan suatu simbol hubungan dekat sebagaimana antara Roshi-Sun Gokong (dalam versi Dragon Ball: Goku dan Master Roshi).<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\"><strong>Kelima,<\/strong>\u00a0<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">Yudhistira mampu mengubah dirinya menjadi sosok raksasa putih. Sebagaimana sudah ditulis dalam artikel\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pandawa-adalah-simbol-yin-yang-mengajarkan-keseimbangan-dalam-diri-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Pandawa Adalah Simbol\u00a0Ying-Yang, Mengajarkan Keseimbangan dalam Diri Manusia<\/em><\/a><i><span data-contrast=\"auto\">,\u00a0<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">sosok Puntadewa sendiri memiliki sisi lain yang mengerikan saat ia marah. Salah satu contohnya adalah saat keempat adiknya digiring ke kayangan oleh dewa, kemudian dimasukkan ke Kawah Candradimuka hanya karena kecurigaan sepihak para dewa.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Bagi Yudhistira, hal tersebut merupakan sebuah hinaan di mana dia sebagai anak tertua seolah-olah tidak mampu mendidik adik-adiknya. Ketidakpastian alasan para dewa membuatnya beralih wujud menjadi sosok bernama Dewa Amral. Sosok ini memiliki kemiripan dengan Hachibi dan Killer Bee. Sebenarnya, Dewa Amral sendiri merupakan wujud kesaktian \u201cturunan\u201d sebagaimana dulu Hachibi bersama Bluebee atau <\/span>jinchuuriki <span data-contrast=\"auto\">lain. Sifat-sifatnya pun hampir sama, yakni dulu keras dan ganas tetapi memiliki sisi serius dan menyikapi sesuatu dengan kepala dingin.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dewa Amral pada mulanya turut bersama Gandamana, paman angkat Pandawa dari Pancala. Seiring dengan menuanya usia, Gandamana mewariskan kalung pusaka kepada Yudhistira. Peralihan itulah yang membawa perubahan sifat dari semula tempramental menjadi sedikit santai.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dari uraian tersebut, kita bisa mengambil sebuah kesimpulan ternyata ada kemiripan dunia wayang Jawa dengan serial Naruto. Kesamaan ini mungkin salah satunya disebabkan karena pengaruh agama Buddha yang dominan dalam serial Naruto. Dalam konsep yang dituangkan dalam artikel Muhammad Dzal Anshar yang berjudul <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebuah-analisis-serius-apa-sebetulnya-agama-naruto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">&#8220;<\/a><\/span>Sebuah Analisis Serius: Apa Sebetulnya Agama Naruto?&#8221;, <span data-contrast=\"auto\">ditulis mengenai konsep reinkarnasi.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ini sama dengan reinkarnasi di mana Arjunasasrabahu, Rama, dan Krisna merupakan satu sosok dalam satu ikatan nasab yang sama. Rama sebagai cucu Arjunasasrabahu serta Krisna sebagai cicit dari anak Rama. Konsep tersebut juga mengacu pada satu entitas kekuatan yang sama sebagai titisan Wisnu. Maka, dalam konsep <\/span>bijuu <span data-contrast=\"auto\">dan kekuatan Triwikrama ini sedikit banyak juga hampir-hampir mirip, sebagai suatu simbol kekuatan.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Selain itu, keberadaan Son Goku atau Sun Gokong secara tidak langsung mengakui keberadaan Hanoman. Antara Son Goku dan Hanoman memiliki kesamaan, mereka sama-sama \u201cturun\u201d dari langit yang kemudian memiliki ikatan kuat dengan siapa yang diikutinya. Apakah semua ini merupakan salah satu wujud pola dalam Naruto <\/span>Universe <span data-contrast=\"auto\">sebagaimana ditulis\u00a0oleh Mas Adi\u00a0Sutakwa\u00a0dalam\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/awa\/esai\/naruto-adalah-trah-keluarga-ngapak-dan-ini-bukti-ilmiahnya\/\">\u201cNaruto adalah\u00a0Trah\u00a0Keluarga\u00a0Ngapak\u00a0dan Ini Bukti Ilmiahnya!\u201d<\/a>?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pandawa-adalah-simbol-yin-yang-mengajarkan-keseimbangan-dalam-diri-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Pandawa Adalah Simbol Yin-Yang, Mengajarkan Keseimbangan dalam Diri Manusia<\/strong>\u00a0<\/a><b><\/b><b>dan tulisan<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/mukhammad-nur-rokhim\/\">\u00a0<b>Mukhammad Nur Rokhim<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia wayang Jawa, konsep makhluk mitologis dengan kekuatan besar seperti yang sering muncul di Naruto sebenarnya juga ada.<\/p>\n","protected":false},"author":950,"featured_media":136512,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908,1],"tags":[2778,13037],"class_list":["post-134871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","category-nusantara","tag-naruto","tag-wayang-jawa"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/950"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/136512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}