{"id":13460,"date":"2019-09-16T11:00:23","date_gmt":"2019-09-16T04:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=13460"},"modified":"2019-09-16T12:30:21","modified_gmt":"2019-09-16T05:30:21","slug":"suka-foya-foya-kok-ngakunya-hidup-sederhana-biar-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-foya-foya-kok-ngakunya-hidup-sederhana-biar-apa\/","title":{"rendered":"Suka Foya-Foya Kok Ngakunya Hidup Sederhana, Biar Apa?"},"content":{"rendered":"<p>Sebentar. Sebelum melanjutkan tulisan yang punya peluang jadi penuh ghibah ini, maaf, saya mohon izin untuk ketawa dulu. Hahahahaha.<\/p>\n<p>Kata salah satu kutipan yang saya temukan di internet beberapa tahun silam, \u201cKesederhanaan adalah puncak pencapaian tertinggi manusia.\u201d<\/p>\n<p>Makna yang saya tangkap dari kutipan tersebut adalah manusia yang hidup sederhana, dianggap sudah mencapai tujuan hidup karena bisa menahan segala gejolak keinginan untuk berfoya-foya atau menghambur-hamburkan uang walau dirinya mampu melakukannya. Sepertinya begitu, kurang lebih. Walau definisi \u201csederhana\u201d bisa aja diperumit lagi oleh siapa aja yang mau sekaligus kurang kerjaan. Hehe.<\/p>\n<p>Lalu seiring berjalannya waktu, setelah saya papasan dengan kalimat tentang \u201ckesederhanaan\u201d itu, saya jadi sering nemu postingan orang tentang hal-hal berbau \u201ckesederhanaan\u201d yang sejenis. Mungkin yang bikin beda itu rangkaian katanya, semacam jadi \u201cAku hanyalah manusia biasa yang hidup sederhana, apa adanya, dan alhamdulillah selalu bersyukur dengan apa yang Allah beri.&#8221;<\/p>\n<p>Atau \u201cLebih baik hidup sederhana yang apa adanya, daripada hidup bermewah-mewah, karena harta dan kemewahan nggak akan dibawa mati.\u201d Ngeri, Mas, Mbak, bawa-bawa mati segala! Padahal mati nggak pernah bawa-bawa situ, lho.<\/p>\n<p>Sebenernya saya seneng-seneng aja ada banyak orang yang berpemikiran kayak gitu, kemudian menyertakan dalil-dalil atau hadis pada kepsyen untuk memperkuat argumentasi <del>serta berfungsi sebagai penyindir para tetangga atau musuh bebuyutan<\/del>, yang pada akhirnya memperdalam pengetahuan saya tentang agama. Saya amat sangat berterima kasih karena hal itu.<\/p>\n<p>Tapi entah sejak kapan saya tiba di sebuah titik di mana saya jadi agak-agak enggak enak hati saban kali nemu postingan tentang \u201ckesederhanaan\u201d ataupun omongan langsung soal begituan. Yaitu ketika ada kaum sosialita yang dalam kesehariannya suka foya-foya tapi ngakunya selalu hidup sederhana.<\/p>\n<p>\u201cAku hanyalah manusia biasa yang hidup sederhana dan apa adanya,\u201d kata isi kutipan sambil dibubuhi foto badan pakai celana <del>setans<\/del> jins, kaus serta jaket kulit <del>manggis yang telah diekstrak<\/del>, dan kacamata <del>kuda<\/del> riben. Posenya <del>methengkreng<\/del> di atas mobil, di depan sebuah rumah yang nggak bisa dibilang sederhana. Bikin jiwa jomlo <em>misqueen<\/em> saya yang masih hidup menumpang orang tua ini serasa dicubit sampai meronta-ronta minta dibebaskan.<\/p>\n<p>Itu ibarat cewek dengan rambut dipirang-pirang, pakai gincu merah menyala, bedak tebal, maskaraan, dan baru selesai melukis alis, lalu dia bilang, \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/ulasan\/pojokan\/maaf-mas-tapi-menggunakan-make-up-tidak-membuat-otak-kami-hilang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dandananku natural<\/a> banget dan nggak neko-neko.\u201d Ya mbak, iyaaaa. Saya ngerti, itu dandanan yang natural banget. Kebangetan, malah. Saking naturalnya saya sampai nggak berani bayangin, dan cukup berterima kasih kalau disuruh niru. Semacam itulah. <em>wqwq<\/em><\/p>\n<p>Mungkin maksudnya emang mau merendah, bukan mau bikin saya ketawa sampai ngakak segala. Tapi setahu saya, orang-orang yang biasa hidup sederhana dan apa adanya aja emang nggak sampai segitunya \u2013maksud saya, nggak sengobral dan sekoar-koar itu. Mereka ya biasa aja tingkahnya.<\/p>\n<p>Mereka juga nggak sempet ngomong atau bikin status kalau diri mereka adalah orang sederhana dan selalu tampil apa adanya, biarpun kenyataannya begitu. Tanpa harus ngasih pengumuman ke seluruh alam semesta jagat raya melalui media sosial, orang-orang yang lihat juga udah tahu kalau mereka ini begini dan begitu. Mereka cenderung menunjukkan, ketimbang omong doang.<\/p>\n<p>Terlebih, zaman sekarang ini <del>orang-orang<\/del> saya justru lebih percaya pada apa yang orang lain lakukan ketimbang apa yang orang lain katakan. Makanya biarpun mungkin niatnya cuma mau merendah dan memberi teladan, itu malah jadi bahan bakar bagi jiwa hina saya dan hiburan bagi saya yang suka ketawa sampai ngakak <em>online<\/em> ini, karena nggak sesuai dengan apa yang bisa saya lihat.<\/p>\n<p>Belum lagi kata \u201csederhana\u201d dan \u201ctampil <a href=\"https:\/\/tirto.id\/orang-ngapak-bukannya-kasar-tapi-blak-blakan-dan-apa-adanya-dkUE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">apa adanya<\/a>\u201d udah terlalu pasaran di mata dan telinga. Meski kenyataannya udah pasaran, ya nggak perlu diobral-obral juga lah. Orang lain nggak perlu dikasih woro-woro sesering itu. Koar-koar soal begituan tuh ya biar apa juga, gitu? Oh, mungkin maksudnya orang-orang yang kalau bepergian suka naik angkutan umum mau meniru gaya hidupnya yang terlalu sederhana banget itu kali, ya?<\/p>\n<p>Tapi asli, beneran saya masih nggak ngerti kenapa ada yang suka obral-obral tentang hidupnya yang amat sangat sederhana itu. Ngalah-ngalahin penjual perabotan sepuluh ribu dapet tiga aja, deh. <em>hihi<\/em>\u00a0(*)<\/p>\n<p>BACA JUGA\u00a0<a class=\"link link--forsure\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yang-paling-nyesek-dari-harusnya-aku-yang-di-sana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Yang Paling Nyesek Dari \u201cHarusnya Aku yang di Sana\u201d<\/a> atau tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/Lestahayu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> Lestahayu<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Atau \u201cLebih baik hidup sederhana yang apa adanya, daripada hidup bermewah-mewah, karena harta dan kemewahan nggak akan dibawa mati.\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":293,"featured_media":13614,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3360,756,1158,3361],"class_list":["post-13460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-foya-foya","tag-gaya-hidup","tag-hidup-hemat","tag-hidup-sederhana"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/293"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13460"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13460\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}