{"id":132763,"date":"2021-08-02T11:30:32","date_gmt":"2021-08-02T04:30:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=132763"},"modified":"2021-09-27T12:59:55","modified_gmt":"2021-09-27T05:59:55","slug":"program-vaksinasi-di-kampus-langkah-ampuh-mewujudkan-kuliah-tatap-muka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/program-vaksinasi-di-kampus-langkah-ampuh-mewujudkan-kuliah-tatap-muka\/","title":{"rendered":"Program Vaksinasi di Kampus, Langkah Ampuh Mewujudkan Kuliah Tatap Muka"},"content":{"rendered":"<p><em>Program vaksinasi di kampus adalah langkah paling masuk akal untuk mewujudkan kuliah offline. Asal vaksinnya ada dulu sih.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah Indonesia terus meningkatkan program vaksinasi di Indonesia demi terwujudnya herd immunity. Hingga tulisan ini dibuat, persentase vaksinasi di Indonesia pun masih terbilang rendah dengan 17,5 persen dari jumlah total penduduk yang sudah menerima vaksin dosis pertama dan 7,6 persen untuk yang sudah menerima dosis lengkap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demi meningkatkan program vaksinasi di Indonesia, berbagai kalangan pun berinisiatif untuk turut menyukseskan program pemerintah kali ini. Salah satunya contohnya adalah BEM atau DEMA\u2014untuk kampus Islam\u2014yang saling bekerja sama untuk membuat program vaksinasi di kampus masing-masing. Tidak terkecuali kampus saya yang berada di Sukoharjo ini pun sukses melaksanakannya, alhamdulillah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesan mengikuti kegiatan vaksinasi ini pun bisa dibilang mengesankan, banyak mbak-mbak dokter yang cantik atau mas-mas dokter tampan. Tapi, tentu saja bukan hal itu yang paling berkesan, melainkan karena melihat para mahasiswa maupun dosen mampu saling bertemu, berkeliaran banyak mahasiswa menggunakan almamater kampus, tempat parkir terlihat penuh, dan berbagai fenomena lain yang sudah dua tahun lamanya hilang karena pandemi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya di kampus saya pun masih bisa ditemui beberapa kegiatan yang berlangsung di kampus meskipun jauh berbeda dengan sebelum pandemi dahulu. Namun, hal tersebut terasa sangat berbeda saat program vaksinasi berlangsung. Mahasiswa yang tidak memiliki tanggungan untuk mengikuti beberapa kegiatan di dalam maupun sekitar kampus pun turut hadir meramaikan suasana kampus. Intinya hati ini begitu syahdu rasanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, program vaksinasi yang memiliki tujuan baik ini pun dipenuhi berita simpang siur yang sampai di telinga masyarakat termasuk pelajar ini pun cukup menghambat herd immunity yang dicita-citakan oleh pemerintah. Kita tidak akan bisa menutup fakta bahwa negara-negara yang sudah tentram dan stabil di tengah pandemi adalah mereka yang memiliki tingkat vaksinasi yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tadi malam saja terlaksana pertandingan persahabatan Arsenal vs Chelsea yang mampu menghadirkan ratusan penonton. Kita juga belum melupakan Euro 2020 yang bisa terselenggara dengan penonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program vaksinasi di kampus ini juga merupakan langkah yang efektif untuk meyakinkan pemerintah, juga para pimpinan kampus agar menerapkan kuliah offline secara bertahap. Logikanya begini, kalau di Eropa saja Piala Euro yang seramai itu bisa terselenggara, masa sih kuliah yang masih tetap menjaga prokes saja nggak bisa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut pemikiran pendek saya, pimpinan kampus pun baiknya segera menerbitkan Surat Keputusan yang menjelaskan prosedur yang harus ditempuh civitas akademik kampus agar terselenggara aktivitas kampus secara offline, mulai dari menetapkan prokes serta wajib sudah melaksanakan vaksin secara penuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemungkinan terbaiknya adalah terjadinya peningkatan vaksinasi secara masif dari bidang pendidikan, mengingat banyak pelajar yang sudah merasa begitu bosan dengan kegiatan pendidikan yang hanya berbasis online seperti sekarang. Para mahasiswa yang entah tidak berani vaksin maupun tidak percaya adanya covid pun sedikit demi sedikit akan turut serta dalam pelaksanaan vaksinasi. Lagian mahasiswa kok ya ada gitu lho yang nggak percaya covid.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastinya hal tersebut kurang marem kalau hanya diterapkan di kampus saja. Coba deh, fasilitas-fasilitas umum dibuka secara perlahan dan para pengunjungnya boleh masuk dengan syarat menunjukkan bukti sudah divaksin. Tanpa sulap, tanpa sihir,\u00a0 Ekonomi sedikit demi sedikit akan membaik, masyarakat merasa tenang, para pelajar bisa belajar dengan nyaman dan pastinya sepak bola Indonesia pasti bisa kembali berjalan wqwq.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, apa udah?<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-dosen-law-school-adalah-tipikal-dosen-yang-dihindari-mahasiswa-saat-krs-an\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dosen-dosen \u2018Law School\u2019 Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muh-fadhil-nurdiansyah\/\">Muh. Fadhil Nurdiansyah<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program vaksinasi di kampus adalah langkah paling masuk akal agar kuliah offline segera terwujud. Asalkan vaksinnya ada dulu sih.<\/p>\n","protected":false},"author":625,"featured_media":132882,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[12659,921,436,12658,11678,2081,12004],"class_list":["post-132763","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-herd-immunity","tag-kampus","tag-kuliah","tag-kuliah-tatap-muka","tag-pendidikan-terminal","tag-universitas","tag-vaksinasi"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/132763","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/625"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=132763"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/132763\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/132882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=132763"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=132763"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=132763"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}