{"id":132064,"date":"2021-07-29T11:07:10","date_gmt":"2021-07-29T04:07:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=132064"},"modified":"2021-09-21T15:27:21","modified_gmt":"2021-09-21T08:27:21","slug":"tni-au-minta-maaf-pake-kata-oknum-buat-anggotanya-yang-rasis-itu-udah-paling-bener","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tni-au-minta-maaf-pake-kata-oknum-buat-anggotanya-yang-rasis-itu-udah-paling-bener\/","title":{"rendered":"TNI AU Minta Maaf Pake Kata Oknum buat Anggotanya yang Rasis itu Udah Paling Bener"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">TNI AU telah menyampaikan permintaan maafnya lewat akun Twitter resmi mereka atas insiden dua anggotanya yang bertindak nirmanusiawi pada seorang warga Merauke, Papua, yang terekam dan tersebar di berbagai sosial media tempo hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari cuitan itu, nggak sedikit pihak yang dibuat kecewa dengan isi dari permohonan maafnya. Pasalnya, setelah apa yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban\u2014sebagaimana yang terekam dalam video yang beredar\u2014TNI AU dengan naifnya mengatakan insiden itu sebagai kesalahpahaman, dan memilih untuk mengkambinghitamkan lema \u201coknum\u201c pada dua anggotanya tersebut.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">TNI AU Meminta maaf dan Tindak Tegas Anggotanya yang tidak disiplin*<\/p>\n<p>Menyikapi insiden salah paham antara oknum dua anggota Pomau Lanud J.A Dimara Merauke dan warga di sebuah warung makan, di Merauke, Senin (27\/7\/2021), TNI AU menyatakan penyesalan dan permohonan maaf. \ud83d\udc82\ud83c\udffb\u200d\u2640\ufe0f<\/p>\n<p>\u2014 TNI Angkatan Udara (@_TNIAU) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/_TNIAU\/status\/1420024485617577985?ref_src=twsrc%5Etfw\">July 27, 2021<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah baca cuitan-cuitan yang mengkritik cara TNI AU meminta maaf, tangan saya yang sedang mengusap dada sesaat setelah melihat video itu, segera naik hingga ke ujung kepala untuk menggaruk rasa heran. Ihwal nginjek kepala yang mereka sebut sebagai buntut dari kesalahpahaman, sama sekali nggak bikin saya terkejut apalagi cuma terheran-heran. Saya baru bakal kaget mampus kalo seandainya TNI AU membuat permintaan maaf yang bener-bener nggak mengandung unsur apa pun selain penyesalan dan rasa bersalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, yang paling bikin saya heran adalah: Kok ada yang dibuat kecewa? Padahal, dari kemaren-kemaren pun, setiap aparat keamanan yang tindak-tanduknya meresahkan masyarakat telah dan akan selalu dilabeli dengan lema \u201coknum\u201c. Lagi pula, bukannya kita udah nggak asing sama aparat-aparat yang membanggakan dirinya sebagai abdi negara lalu berlagak sebagai si paling jago dan paling hebat sealam raya? Aparat-aparat kemaren sore si paling keren sedunia-akhirat yang doyan bilang \u201cDek, mending sama abang idupnya terjamin\u201d? Sungguh kecewa yang sia-sia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam KBBI, lema \u201coknum\u201c berarti (1) penyebut diri Tuhan dalam agama Katolik; pribadi, (2) orang seorang; perseorangan, (3) orang atau anasir (dengan arti yang kurang baik). Dari ketiganya, dapat ditarik kesimpulan bahwa si sepatah kata \u201coknum\u201c itu sendiri nggak melulu punya konotasi yang negatif. Jeleknya citra \u201coknum\u201c dalam semesta pikiran masyarakat tidak lain merupakan buih-buih ketidaksadaran karena saking seringnya denger lembaga-lembaga pemerintah pake kata \u201coknum\u201c sebagai sabun buat \u201ccuci tangan\u201c dari hal-hal negatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo kita kecewa dengan penggunaan kata \u201coknum\u201c dalam permohonan maaf itu; atau dalam setiap warta mengenai insiden yang melibatkan aparatur negara, ada baiknya kita bendung hasrat batiniah kita untuk menyalahkan lembaga-lembaga tersebut. Nggak ada seorang pun yang lebih pantas untuk disalahkan atas kekecewaan itu selain diri sendiri karena telah mengharapkan sebuah ayam negeri berkokok layaknya Isyana Sarasvati nyanyi seriosa \u201cFruhlingsstimmen\u201d Johan Straus II.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga negara dari negeri yang pemerintahannya doyan bongkar-pasang kata serta mahir beretorika, mestinya lip service dan bualan pihak-pihak yang mewakili negara ini udah nggak perlu lagi dijadikan bahan pemikiran. Tanpa bermaksud menjadi apatis, namun berkaca dari kejadian yang udah-udah pun, seorang pemikir nun pemberani pun acap kali terkapar dalam bungkaman di penghujung suara lantangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, TNI AU sama sekali nggak bisa disalahkan karena telah bikin permintaan maaf yang nggak setimpal dengan apa yang telah dilakukan oleh dua jagoan berseragam biru-biru, yang eksistensinya bagi peradaban manusia nggak lebih penting dari cicak-cicak di dinding itu. Juga nggak ada yang salah dengan media-media yang juga turut mengamini penggunaan kata \u201coknum\u201c sebagaimana yang dimaksudkan TNI AU. Saya yakin dengan sangat bahwa permintaan maaf tersebut adalah sebaik-baiknya permintaan maaf yang telah diupayakan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula, sebaik-baiknya ayam berkokok, toh tetep aja nggak bisa bikin harmonisasi suara kokok yang merdu kan, ya?<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/oknum-ngaku-nakes-cabul-tambah-alasan-bikin-percaya-pandemi-ini-ditunggangi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Oknum Ngaku \u2018Nakes\u2019 Cabul Tambah Alasan Bikin Percaya Pandemi Ini Ditunggangi <\/a><\/b><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nanda-naradhipa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nanda Naradhipa<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ngapa pada kaget sih?<\/p>\n","protected":false},"author":1075,"featured_media":132117,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[1028,12562,1265,1085,11643,2637],"class_list":["post-132064","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-aparat","tag-kambing-hitam","tag-papua","tag-penganiayaan","tag-pojok-tubir-terminal","tag-rasisme"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/132064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1075"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=132064"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/132064\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/132117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=132064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=132064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=132064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}