{"id":132001,"date":"2021-07-28T12:30:16","date_gmt":"2021-07-28T05:30:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=132001"},"modified":"2021-09-27T13:08:41","modified_gmt":"2021-09-27T06:08:41","slug":"palasari-wisata-buku-bandung-yang-terlupakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/palasari-wisata-buku-bandung-yang-terlupakan\/","title":{"rendered":"Palasari, Wisata Buku Bandung yang Terlupakan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu kecil saya tergolong pembaca aktif. Hampir segala buku dari novel, komik, sampai majalah. Sebenarnya sampai sekarang pun sama, cuma bedanya, setelah dewasa, karena kesibukan akhirnya waktu untuk membaca jadi berkurang. Dulu ada tempat di Bandung yang setiap minggunya sering saya kunjungi. Buat orang Bandung pasti tahu tempat ini, namanya Palasari, yang banyak orang tahu sebagai surganya buku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama ini sangat tepat disematkan, karena kita bisa menemukan berbagai macam buku di sini, termasuk buku baru, buku yang sudah langka, antik, hingga berbagai macam buku bekas dari berbagai terbitan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya Palasari ini adalah komplek pasar. Sebelum mengalami musibah kebakaran pada 1993, pasar ini terdiri dari dua lantai, di mana bagian bawahnya untuk berjualan barang kebutuhan lazimnya pasar pada umumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bagian atasnya baru tersebar puluhan kios yang menjual berbagai macam buku dan majalah. Mulai dari buku pelajaran, umum, novel, komik, semua ada di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para pedagang di sini dulunya berasal dari penjual buku bekas yang ada di daerah Cikapundung, Bandung. Sampai sekarang kita masih bisa mendapatkan koran dan majalah bekas di sana, tapi tidak sebanyak dulu. Sebagian dari penjual buku bekas ini sekarang banyak di daerah Dalem Kaum Bandung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pilihan yang banyak ada satu hal yang bikin tempat ini jadi favorit, yaitu diskonnya. Kebanyakan penjual di sini mengambil langsung buku dari penerbit, sehingga memang bisa mematok harga lebih murah dari toko-toko besar. Inilah kenapa Palasari jadi pilihan banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kebakaran besar pada 1993, mereka direlokasi ke tempat baru, yang masih berdekatan. Hingga sekarang, tercatat masih ada 200 kios yang berjualan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengunjungnya memang cukup beragam, biasanya saat tahun ajaran baru, para orang tua selalu menyempatkan diri kesana, untuk membeli buku pelajaran untuk anaknya. Para kolektor buku antik pun kadang datang untuk berburu buku bekas, bukan hanya dari Bandung tapi luar kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu untuk para mahasiswa, mereka biasanya mencari beberapa buku mata kuliah impor yang memang harganya cukup mahal, kalau beli di toko buku besar. Di sini mereka bisa mendapatkan dengan harga miring, selain itu mereka bisa menawar, dan kalau ingin lebih berhemat, mencari buku yang bekas tapi masih layak baca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tempat ini ada beberapa kios yang juga membuka jasa pengetikan, juga sampul buku. Dan mereka juga menerima beli buku bekas yang masih layak baca. Jadi bisa dibilang tempat ini punya nilai historis buat sebagian orang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini setelah zaman berubah, Palasari mulai ditinggalkan. Di era teknologi seperti ini, buku dalam bentuk cetak, sudah terasa tidak praktis lagi. Banyak alasannya, misalkan memakan tempat, sulit dibawa kemana-mana karena berat. Beberapa juga ada alasan karena terlalu mahal harganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan beredarnya banyak e-book di luar sana, dan alat untuk membacanya, semisal laptop, handphone, atau e-reader, dominasi buku cetak semakin terancam. Selain praktis, harganya lebih murah, dan bisa dibawa ke mana saja hanya dengan satu alat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lima tahun terakhir ini, saya pun sudah jarang membeli buku cetak. Sesekali masih, itupun hanya untuk koleksi, karena memang ada nilai yang tidak bisa digantikan segala hal yang digital. Mungkin perbandingannya, hanya buku yang saya favoritkan, akan saya beli dalam bentuk fisik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah minat baca di Indonesia memang cukup rendah kalau dibandingkan negara luar. Sekarang pun ada perubahan kebiasaan. Anak zaman sekarang lebih sering bermain game online, ketimbang membaca. Inilah kenapa toko buku besar seperti Gramedia pun akhirnya menjual buku mereka secara digital. Orang masa kini lebih sering bersama gadgetnya, daripada benda lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski penjualan sepi, tapi Palasari masih tetap ada. Pedagangnya yang sudah berjualan puluhan tahun, tetap bertahan. Apa pun yang terjadi itulah sumber penghasilan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini hanya beberapa orang yang masih tetep rajin ke sana. Salah satunya mereka yang mencari buku-buku lama yang sudah tidak terbit atau tidak tersedia dalam bentuk digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya ada beberapa dari mereka yang coba berinovasi dengan berdagang secara online. Tapi, di saat sekarang pun, penjualan online sudah terlalu banyak saingan. Buku impor dan bekas pun bisa didapat dengan mudah di toko online, dengan harga yang murah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski Palasari sudah terlupakan, mungkin sesekali kita harus menyempatkan diri untuk ke sana. Bernostalgia dengan era kejayaan buku di tahun 90-an. Mungkin kita bukan lagi seorang pembaca aktif. Media kita berekspresi pun mungkin sudah berubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, menghargai sebuah tempat yang punya banyak kenangan, tidak ada salahnya. Bagaimanapun nilai sejarah sebuah tempat akan selalu bernilai, jika masih ada yang mengingatnya.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kineruku-tempat-favorit-buat-skripsian-mahasiswa-bandung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kineruku: Tempat Favorit buat Skripsian Mahasiswa Bandung yang Terkenal Homey <\/a><\/b><b>dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/sandy-erlangga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sandy Erlangga<\/a><\/b><b><\/b><b> lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cari buku apa aja, ada!<\/p>\n","protected":false},"author":1568,"featured_media":132022,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13303],"tags":[141,90,11661,12552,5109,1422],"class_list":["post-132001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-buku","tag-bandung","tag-buku","tag-hiburan-terminal","tag-palasari","tag-pasar","tag-toko-buku"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/132001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1568"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=132001"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/132001\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/132022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=132001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=132001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=132001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}