{"id":131305,"date":"2021-07-24T11:00:15","date_gmt":"2021-07-24T04:00:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=131305"},"modified":"2021-08-29T22:19:41","modified_gmt":"2021-08-29T15:19:41","slug":"5-lagu-romantis-90-an-yang-pas-untuk-ngebucin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-lagu-romantis-90-an-yang-pas-untuk-ngebucin\/","title":{"rendered":"5 Lagu Romantis 90-an yang Pas untuk Ngebucin"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bukan bermaksud menghakimi atau nyinyir, tapi saya melihat Gen Z adalah generasi cah sedih alias sering mengglorifikasi kesedihan. Apakah itu hal buruk? Nggak juga, tiap masa kan punya cara mengekspresikan kesedihannya sendiri. Dan itu nggak berarti satu generasi lebih lemah ketimbang yang lain. Kecuali generasinya Genghis Khan. Nggak tau juga sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesedihan, ironinya, kadang bisa dirayakan dengan cara yang lebih berwarna. Dan salah satu cara merayakan kesedihan adalah dengan lagu. Oleh karena saya tumbuh pada 90-an, cara merayakan kesedihan saya ya dengan lagu-lagu di era tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sebuah fakta yang unik: orang tua <a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/us\/blog\/out-the-ooze\/201910\/why-old-people-hate-new-music\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tidak bisa menerima musik baru<\/a>. Maksudnya adalah, makin berumur orang tersebut, makin payah kemampuan dia dalam menerima musik baru. Makanya, nggak jarang kita liat orang tua vs anak muda beradu argumen perkara musik siapa yang paling bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sih nggak akan ikutan dalam pertempuran nggak ada faedah kek gitu. Berangkat dari fakta tersebut, saya justru mau memberi daftar lagu romantis 90-an yang cocok untuk kawula muda masa ini. Pada dasarnya kesedihan\u2014apalagi yang disebabkan oleh cinta\u2014itu lintas zaman kok. Liriknya doang yang beda, pedihnya sih sama.<\/span><\/p>\n<h4><b>Daftar lagu romantis 90-an #1 \u201cI Knew I Loved You\u201d oleh Savage Garden (1999)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para realis di era 90-an mungkin akan maido, &#8220;Ndak masuk akal blas mosok belum ketemu sudah jatuh cinta.&#8221; Tapi, generasi sekarang yang prospek jodoh lewat aplikasi Tinder kemudian kopi darat, mengirim gombalan via DM akun medsos, plus membanjiri unggahan gebetan dengan react dan comment supaya seluruh dunia tahu, dan seterusnya, jelas banget bakalan lebih relate.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jatuh cinta akan diterjemahkan sebagai &#8220;way of thinking&#8221;. Jatuh cinta bukan sekadar urusan perasaan melainkan juga idealisme dan harapan pada masa depan jika menyimak keseluruhan lagu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini muncul di album kedua Savage Garden yang bergenre pop, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Affirmation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ditulis oleh Darren Hayes dan Daniel Jones. Saat Darren dan Daniel, personil Savage Garden, menemui produser mereka diberitahu bahwa perlu ada lagu baru untuk album baru supaya bisa meledak seperti album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Truly Madly Deeply<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Darren dan Daniel kemudian menulis lagu balad dengan susah payah, tak sampai satu jam, meski awalnya Darren hampir menyerah. Fun fact, lagu yang sering banget muncul di acara kawinan dan quote kartun ucapan untuk kekasih ini ditulis saat Darren Hayes sedang menghadapi masalah perceraian!<\/span><\/p>\n<h4><b>Daftar lagu romantis 90-an <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">#2 \u201c<\/span><b>Kiss Me\u201d oleh Sixpence None the Richer (1997)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Frasa &#8220;kiss me&#8221; diulang berkali-kali di lagu ini, sekilas intinya sedang kasmaran dan berharap dapat ciuman, kadang malah dimaksudkan sebagai kode. Tapi, ternyata lagu ini punya arti yang lebih dalam, nggak sekadar percintaan yang cheesy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditulis oleh Matt Slocum sebagai lead guitarist di Sixpence None the Richer, muncul di album ketiga yang rilis 1997, tapi baru digarap menjadi single di 1998. Fun fact, Matt Slocum mendapat inspirasi menciptakan lagu Kiss Me di kamar hotel di Belanda, setelah membaca puisi-puisi Dylan Thomas. Karena itulah lirik lagu &#8220;Kiss Me&#8221; berbeda dari lirik lagu pop yang biasanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini sangat terkenal setelah menjadi soundtrack drama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dawson&#8217;s Creek<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya rasa hampir separuh remaja di dunia tahu drama yang tayang di televisi pada akhir era 90-an ini, termasuk Indonesia.<\/span><\/p>\n<h4><b>Daftar lagu romantis 90-an #3 \u201cLovefool\u201d oleh The Cardigans (1996)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu &#8220;Lovefool&#8221; ada di album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">First Band on the Moon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan bergenre disko pop. Album ketiga The Cardigans, musiknya diciptakan oleh Peter Svensson (sebagai guitarist) dan lirik ditulis oleh Nina Persson (sebagai lead singer).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Liriknya yang jelas bisa membuat &#8220;Lovefool&#8221; dikategorikan sebagai sad love song kemudian dikemas dalam musik yang cheerful. Kontras memang, tapi dahsyat! Lagu ini benar-benar merayakan pedih-perih jatuh cinta dengan riang gembira. Para bucin yang ngebadut bakalan paham banget deh sama &#8220;Lovefool&#8221; sebagai lagu ambyar yang danceable.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kompleksitas yang terdiri dari ironi, patah hati, fun, sekaligus cute, membuat lagu ini menjadi lagu yang memberi reaksi bercampur-campur.<\/span><\/p>\n<h4><b>Daftar lagu romantis 90-an #4 \u201cHead over Feet\u201d oleh Alanis Morissette (1996)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu ini<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">punya vibes &#8220;teman tapi mesra&#8221;. Lagu ini cocok bagi bucin yang independen atau berharap menjadi independen, yang berharap mendapat sebuah hubungan percintaan sekaligus pertemanan yang sehat dan less drama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fun fact, lagu ini sedikit mengikis persona nge-dark Alanis Morissette yang mendapat julukan &#8220;that 90&#8217;s angry chick&#8221; atau &#8220;angry Alanis&#8221; karena wataknya yang bold, seorang feminis, dan perempuan yang unapologetic.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Head Over Feet&#8221; jelas banget lagu cinta. Liriknya bisa dicontek untuk jadi quote kartu ungkapan cinta, mengucap terima kasih untuk cinta yang diterima dari seseorang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyuka fakboi yang galau nggak kelar-kelar galaunya kayak Yu Na-bi di drama Nevertheless perlu banget dengar lagu ini. Meski efeknya entah akan makin fokus ngebucin atau ganti kegiatan setelah sadar bahwa &#8220;mencinta bagai seorang kanak-kanak&#8221; itu berbeda dengan &#8220;cinta yang kekanak-kanakan yang tak kenal tanggung jawab&#8221;.<\/span><\/p>\n<h4><b>Daftar lagu romantis 90-an #5 \u201cWonderwall\u201d oleh Oasis (1995)<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lirik \u201cWonderwall\u201d serasa bikin pengin ngomong &#8220;mampus kau dikoyak-koyak cinta&#8221;, sebenarnya bukan bercerita tentang percintaan. Aneh ya, lirik bucin, judul pun bucin, tapi tidak membicarakan percintaan. Kata &#8220;wonderwall&#8221; sendiri adalah metafor, artinya adalah &#8220;seseorang yang selalu ada di pikiran kita&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu lagu &#8220;Wonderfall&#8221; ini harus, musti, kudu, dikategorikan sebagai lagu cinta, Gaes. Pas banget untuk jadi lagu cinta untuk para bucin yang ikut mazhab &#8220;aku pengin ngaku tapi aku gagu&#8221; karena terjebak friendzone. Ik-jun dan Song-hwa di drama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hospital Playlist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah potret yang tepat untuk menginterpretasikan lagu &#8220;Wonderwall&#8221;, kisah tentang teman yang hadir dalam hidupmu dan menyelamatkanmu dari dirimu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fun fact, lagu &#8220;Wonderwall&#8221; terinspirasi film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Wonderwall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang rilis pada 1968. Dibintangi oleh Jane Birkin yang memerankan tokoh bernama Penny Lane yang diceritakan tinggal bersebelahan dengan seorang laki-laki yang tergila-gila padanya. Hadeh, bisa-bisanya film dengan ide cerita intip-mengintip yang intens begitu menginspirasi lagu manis seperti &#8220;Wonderwall&#8221;, ya~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya masih buanyak banget lagu yang bisa kita masukkan ke daftar lagu romantis 90-an ini. Seperti \u201cTorn\u201d yang di-cover oleh Natalie Imbruglia, Travis dengan \u201cCloser\u201d, atau lagu-lagu cinta bikinan Ronan Keating. Tapi, sepertinya segini aja cukup ya. Kalau kalian punya rekomendasi, tulis di bawah ya!!!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-lagu-anime-dan-film-jepang-paling-ikonik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Lagu Anime dan Film Jepang Paling Ikonik<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aminah-sri-prabasari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aminah Sri Prabasari<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kagak ada lagunya Ramsteinn.<\/p>\n","protected":false},"author":582,"featured_media":131369,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[12068,497,545,11661,12475,8525],"class_list":["post-131305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-90-an","tag-bucin","tag-generasi-z","tag-hiburan-terminal","tag-lagu-romantis","tag-rekomendasi-lagu"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/582"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131305"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131305\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131369"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}