{"id":130631,"date":"2021-07-26T09:00:58","date_gmt":"2021-07-26T02:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=130631"},"modified":"2021-09-27T13:20:38","modified_gmt":"2021-09-27T06:20:38","slug":"menebak-5-alasan-kenapa-orang-cuma-pesan-minum-saat-di-tempat-makan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-5-alasan-kenapa-orang-cuma-pesan-minum-saat-di-tempat-makan\/","title":{"rendered":"Menebak 5 Alasan Kenapa Orang Cuma Pesan Minum Saat di Tempat Makan"},"content":{"rendered":"<p>Sejujurnya, \u201chanya pesan minum\u201d ketika makan atau bahkan ketika nongkrong itu hal yang lumrah. Akan sangat lumrah jika seandainya makan atau nongkrong di tempat yang mana harga minumannya memang setara dengan harga makanan biasa, seperti kafe dan restoran. Namun, jika kalian hanya pesan minum di tempat seperti burjo dan angkringan, kadang sering menimbulkan teka-teki. \u201cKok nggak pesan makanan?\u201d Mungkin salah satu teman lain akan nyeletuk demikian.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seolah-seolah, hanya pesan minum di tempat makan merupakan sesuatu yang nggak wajar, ra umum, ra mashok. Padahal ya normal-normal saja. Betul nggak, sih? Apalagi saya sendiri juga sering begitu, atau paling mentok saya tambahin ngeteng sak ler dua ler rokok Surya dan sedikit camilan agar terlihat lebih pantas. Mungkin saja orang-orang demikian punya banyak alasan dari yang urgent hingga principle, seperti berikut:<\/span><\/p>\n<h4>#1 Ngirit<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin alasan satu ini yang sering dipakai, dan mungkin juga yang sering diasumsikan orang lain ngirit. Kalau orangnya blak-blakan sih gampang. Mereka mungkin nggak ragu bilang, \u201cLagi nggak ada duit.\u201d Nah, masalahnya masih banyak orang malu-malu untuk mengakui kalau kondisi finansial mereka sedang kritis. Seolah-olah bokek adalah hal yang memalukan. Padahal iya. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tersebut bisa kalian kira-kira sendiri. Misalnya teman yang cuma pesan minum itu kebetulan wajahnya lesu, tapi mampu bertahan berjam-jam di tempat tersebut, apalagi kalau sudah berjam-jam tapi nggak pesan minum lagi. Fix, memang ngirit. Ya nggak apa-apa lah. Kan makan nggak makan, yang penting kumpul. Dan jangan dibully! Orang prihatin itu bisa jadi sakti, hati-hati!<\/span><\/p>\n<h4>#2 Nggak lapar atau sudah makan<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir mirip dengan alasan yang pertama, toh, orang yang sedang bokek juga sering menggunakan alibi \u201cnggak lapar\u201d ini, serta beberapa malah lumayan bisa menyembunyikan wajah lesunya. Termasuk saya, heuheuheu. Anehnya lagi, bagi saya, situasi ini kadang bukan hanya sebagai alibi dari laku prihatin alias ngirit, atau memang kebetulan sudah makan. Saya malah sering kali kehilangan nafsu makan ketika sampai di tempat makan. Ya sudah, pesan es teh saja, tambah camilan, rokok sebatang. Gerrr.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Nemenin<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali orang malas untuk dine in sendirian, maka mengajak teman untuk makan adalah pilihan pasti. Masalahnya, kadang kita sering dipaksa ikut padahal belum lapar, atau malah sudah makan. Nah, kalau mengiyakan, kemungkinannya ada dua, kita hanya beli minum atau kita dibelikan minum. Sebagai orang yang penuh pamrih, saya selalu berharap ditraktir minum. Yah, lumayan walaupun minumnya cuma es teh. Atau sebaliknya, mungkin juga Anda di pihak yang mengajak, dengan iming-iming, \u201cHalah, sambil ngopi-ngopi santai, loh!\u201d<\/span><\/p>\n<h4>#4 Cuma mampir sebentar<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat makan, lebih dari sekadar tempat makan, kadang juga sebagai tempat transit. Nah, tipe orang seperti ini bisa saja datang karena kebetulan lewat, atau mungkin sekadar setor wajah karena kebetulan ada kegiatan urgent lainnya. Atau malah cuma sok sibuk. Heuheuheu. Maka, pesan minum saja adalah pilihan yang pas. Sering juga orang-orang seperti ini malah nggak pesan apa-apa. Nggak apa-apa~<\/span><\/p>\n<h4>#5 Bawa makanan dari luar<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang tipe ini lebih mirip dengan orang yang merokok di dalam ruangan ber-AC, lengkap dengan imbauan \u201cDilarang Merokok\u201d. Ilegal dan nggak etis! Padahal banyak juga tempat makan yang dengan terang-terangan memajang tulisan \u201cDilarang Membawa Makanan dari Luar\u201d. Yah, sekalipun itu makanan datang dari dalam tas, tetap saja itu dari luar!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih lagi dulu saya pernah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bekerja-jadi-waiter-adalah-salah-satu-cara-terbaik-berkenalan-dengan-kopi\/\">bekerja sebagai waiter<\/a> dan heran melihat orang-orang yang cuma pesan teh hangat, tapi kuat bertahan seharian.\u00a0 Usut punya usut, ternyata mereka menyelundupkan pecel dari luar. Kurang ajar! Kalau bawa makanan dari luar, mbok ya sampah bungkusnya dibawa sekalian. Minimal, kan, saya nggak tahu kalau kalian bawa pecel. Hesss, ra mashok!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/es-lontrong-minuman-legendaris-asli-slawi-yang-sayang-untuk-dilewatkan\/\">Es Lontrong: Minuman Legendaris Asli Slawi yang Sayang untuk Dilewatkan<\/a> <\/strong><strong>dan\u00a0<\/strong><strong>tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dicky-setyawan\/\">\u00a0Dicky Setyawan<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0<i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain ngirit dan sudah makan, kira-kira apa alasan lain orang cuma pesan minuman saat berada di tempat makan, ya?<\/p>\n","protected":false},"author":783,"featured_media":131720,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[8213,11660,2898,7117],"class_list":["post-130631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-irit","tag-kuliner-terminal","tag-minuman","tag-tempat-makan"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/783"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=130631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=130631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=130631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=130631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}