{"id":130387,"date":"2021-07-19T13:04:09","date_gmt":"2021-07-19T06:04:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=130387"},"modified":"2021-09-28T12:09:51","modified_gmt":"2021-09-28T05:09:51","slug":"4-alasan-kita-nggak-perlu-nyinyirin-ruang-kerja-pak-bamsoet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-kita-nggak-perlu-nyinyirin-ruang-kerja-pak-bamsoet\/","title":{"rendered":"4 Alasan Kita Nggak Perlu Nyinyirin Ruang Kerja Pak Bamsoet"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika melihat berita tentang Pak Bamsoet di salah satu media online, saya bukannya tertarik dengan isi pemberitaan, tapi justru gagal fokus dengan desain ruang kerja beliau yang emejing. Ya maap, habis judul beritanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Varian Delta Menyebar Luas, Bamsoet Minta Kemlu Larang WN India Masuk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi fokusnya ke kantor blio. Kan otak saya jadi berkelana ke mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Balik soal ruang kerja Pak Bamsoet. Saking keponya, saya sampai stalking ke IG beliau. Rupa-rupanya, beliau cukup sering memposting foto dengan latar belakang ruang kerjanya. Lihatlah bagaimana mengilapnya lantai marmer di ruang kerja beliau. Sungguh membuat hati seorang emak macam saya bertanya-tanya: obat pelnya pakai merek apa, Pak? Bisa kinclong gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tengok pula berbagai macam pernak-pernik yang menghias ruang kerjanya. Ada hiasan kepala binatang yang diawetkan digantung di dinding, telepon klasik, keramik-keramik cantik, sampai mobil klasik yang harganya pasti bikin kaum tipis tercekik. Ah, iya. Yang paling emejing jangan sampai terlupakan: hiasan gading gajah yang dipasang di kiri kanan kursi megah beliau. Meski saya curiga, itu gading gajah atau mammoth, ya? Gede banget! Aslikah? Kalau asli, wah, ngeri. Kalau palsu, hmm, apa iya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, semewah-mewahnya ruang kerja beliau, tak sepatutnya kita iri apalagi berharap punya ruang kerja yang sama dengan beliau. Ini alasannya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pertama, bikin gagal fokus<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan kamu duduk di kursi Pak Bamsoet yang megah itu. Lalu arahkan pandanganmu ke sekeliling. Dijamin, kamu pasti nggak\u00a0 bakal tahan untuk pegang ini dan itu. Ih, ini apa? Eh, itu lucu, deh. Bla bla bla. Kalau seperti itu kapan kerjanya? Jadi, buat kita yang gampang teralihkan dengan sesuatu, sudahlah, jangan membayangkan punya ruang kerja seperti Pak Bamsoet. Kamu nggak akan sanggup. Cukup beliau saja.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kedua, merepotkan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ruangan kerja seluas itu, tentu akan merepotkan. Merepotkan dari segi perawatan dan menjaga kebersihannya, serta merepotkan ketika kita kehilangan sesuatu. Mulai dari pulpen nyelip di mana sampai HP yang lupa tadi digletakin di mana. Bakal bingung nyarinya di mana tauk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu baru soal barang. Belum kalau ada ponakan yang iseng masuk ke ruang kerja. Ya Lord, para bocil itu, dengan kelakuan mereka yang lincah nian, pasti menjadi ancaman tersendiri bagi keberadaan benda-benda klasik dan mahal yang ada di ruangan. Senggol dikit, bisa lecet bahkan pecah. Ah, sungguh merepotkan. Yakin masih mau ruang kerja seperti Pak Bamsoet?<\/span><\/p>\n<h4><b>Ketiga, nakutin<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat harus lembur sampai lewat tengah malam, begadang di ruang kerja seperti milik Pak Bamsoet pasti nggak mudah. Bayangkan, ruangan seluas itu hanya kita sendirian! Mana interiornya sebagian besar benda klasik pula! Benda-benda klasik itu, kalau di film-film, identik dengan roh, setan, dkk. Bikin tambah horor suasana nggak, sih? Apalagi, bagaimana kalau kemudian, hiasan kepala-kepala binatang yang tergantung di dinding itu tiba-tiba hidup? Menyerang dan memenggal kepala kita untuk gantian dijadikan hiasan dinding? Alamakkk!!<\/span><\/p>\n<h4><b>Terakhir, sadar diri<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan keempat dan yang paling penting kenapa kita tidak seharusnya punya ruang kerja seperti milik Pak Bamsoet adalah karena kita adalah kaum remah-remah. Sadarilah itu wahai kawan. Berharap ruang kerja seperti beliau? Kerja, kerja, kerja. Itupun belum tentu kesampaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian kalau kaum tipis punya ruang kerja macem Pak Bamsoet, bukannya terlihat mewah, malah kayak penadah barang selundupan.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b>\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-jangan-negara-yang-sering-disindir-film-india-itu-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Jangan-jangan Negara yang Sering Disindir Film India Itu Indonesia?<\/strong>\u00a0<\/a><b><\/b><b>dan<\/b><b>\u00a0artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dyan-arfiana-ayu-puspita\/\"><b>Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/b><\/a><b> lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ruang kerja Pak Bamsoet itu rumahnya Didier Drogba. Pantai Gading. Iya, nggak lucu.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":130651,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[12403,11661,12405,12406,12404],"class_list":["post-130387","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-gading-gajah","tag-hiburan-terminal","tag-mewah","tag-pak-bamsoet","tag-ruang-kerja"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130387","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=130387"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130387\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/130651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=130387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=130387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=130387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}