{"id":130016,"date":"2021-07-16T11:30:24","date_gmt":"2021-07-16T04:30:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=130016"},"modified":"2021-08-29T22:19:53","modified_gmt":"2021-08-29T15:19:53","slug":"5-lagu-anime-dan-film-jepang-paling-ikonik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-lagu-anime-dan-film-jepang-paling-ikonik\/","title":{"rendered":"5 Lagu Anime dan Film Jepang Paling Ikonik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mesti sepakat bahwa soundtrack dalam film merupakan unsur yang paling penting serta menghidupkan. Tanpanya, film atau serial akan terasa hambar sekali. Coba bayangkan saja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Titanic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tanpa \u201cMy Heart Will Go On\u201d, rasanya begitu hampa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula anime dan film Jepang. Soundtrack dan lagu punya peran yang jauh lebih vital ketimbang di Barat atau Indonesia. Kita seakan-akan menyamakan lagu dalam anime seperti pengarang dengan karyanya, seperti kita tidak bisa menahan diri untuk tidak menyebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Don Quixote <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ketika mendengar nama Cervantes. Menyebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Inuyasha, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFukai Mori\u201d akan terngiang. Menyebut Kana-BOON, bikin kita teringat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebegitu kuatnya lagu dan soundtrack dalam anime dan film Jepang, tak mengagetkan jika kita mengira bahwa lagu diciptakan semata untuk anime atau film tersebut. Mungkin saja benar, tapi saya percaya bahwa anime dan film Jepang merepresentasikan apa yang manusia coba sampaikan dalam lagu, bahwa hidup dipenuhi mimpi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam tulisan ini, saya akan memberikan beberapa lagu ikonik anime atau film Jepang yang membuat memori orang menyala. Dan saya yakin, setelah membaca ini, kalian akan menyusuri kolom pencarian di YouTube atau Spotify dan menenggelamkan diri di dalam alunan lagu ikonik anime tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Lagu ikonik anime dan film Jepang pertama, \u201cSparkle\u201d, RADWIMPS, <\/b><b><i>Kimi no Nawa<\/i><\/b><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kimi no Nawa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membuat orang yang mengaku dingin pun akan terdiam ketika melihat kilatan bintang jatuh di langit. Dan \u201cSparkle\u201d akan membuat Anda melihat telapak tangan Anda, yang pada suatu waktu di hidup, pernah digenggam orang yang Anda cintai. \u201cSparkle\u201d memang sekuat itu.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kimi no Nawa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah film bergenre romansa fantasi modern, yang dibalut dengan konsep perjalanan waktu. Film ini tak hanya menarik bagi penyuka anime dan wibu saja, namun orang awam pun menyukai film ini.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/83DCAtLl2Yg\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, \u201cSparkle\u201d yang diciptakan oleh grup musik bernama RADWIMPS berkontribusi banyak. Mendengar lagu ini, pasti bikin Anda tiba-tiba melihat langit, meski Anda berada di tengah kemacetan Jakarta dan Anda tahu bahwa yang akan Anda temui hanyalah lampu-lampu gedung.<\/span><\/p>\n<h4><b>Lagu ikonik anime dan film Jepang kedua, \u201cKonayuki\u201d oleh Remioromen, <\/b><b><i>1 Litre of Tears<\/i><\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baiklah, ini bukan film atau anime, tapi \u201cKonayuki\u201d terlalu sayang untuk dilewatkan. Cukup mendengarkan bagian reff-nya, Anda sudah tahu betapa bajingan ini drama.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">1 Litre of Tears<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengisahkan kisah seorang remaja bernama Aya Ikeuchi yang diperankan oleh Erika Sawajiri.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Drama ini diadaptasi dari kisah nyata seorang remaja bernama Aya Kito yang menulis kisah hidupnya yang berjuang dalam hidup setelah didiagnosis Ataksia Spinocerebellar. Ataksia spinocerebellar adalah sebuah kelainan genetika yang membuat dirinya perlahan tidak bisa menggerakkan fungsi motorik di tubuhnya. Dorama ini mengisahkan kisahnya yang ia tulis dalam catatan harian, dari dirinya bisa menulis sampai tidak bisa lagi memegang pena.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggambarkan kesedihan itu hal yang rumit, jadi\u2026 mending dengerin lagunya aja biar paham.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Upka8VdN1Lg\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>Lagu ikonik anime dan film Jepang ketiga, \u201cWe Are!\u201d, oleh Hiroshi Kitadani, <\/b><b><i>One Piece<\/i><\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menyebut suatu hal ikonik, kau harus menyebut hal yang dikenal banyak orang. Dan kalau berbicara anime ikonik, mau tidak mau harus menyebutkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Lagu \u201cWe Are!\u201d adalah lagu yang menggambarkan betapa ikoniknya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking ikoniknya lagu ini, sampai tiga kali jadi opening dengan versi berbeda. Menandakan bahwa lagu ini adalah lagu ciri khas dari One Piece sendiri. Kalau kau masih tak percaya, ada cerita haru tentang lagu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada gelaran Piala Dunia 2018, suporter dari Jepang dan Senegal menyanyikan lagu ini<\/span><a href=\"https:\/\/hai.grid.id\/read\/07887775\/seru-suporter-senegal-dan-jepang-kompak-nyanyi-lagu-anime-one-piece\"> <span style=\"font-weight: 400;\">bersama-sama<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Padahal beda negara dan bahasa. Padahal dua negara tersebut baru kelar bertanding. Jika sepak bola menumbuhkan rivalitas, \u201cWe Are!\u201d dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyatukan.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/AbWcJWAzAv0\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>Lagu ikonik anime dan film Jepang keempat, \u201cShinzou Wo Sasageyo\u201d oleh Linked Horizon, <\/b><b><i>Attack on Titan<\/i><\/b><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saya yakin bisa bikin orang tiba-tiba wibu, meski dengan berapi-api mengutuk Jepang atas Pearl Harbor beberapa jam sebelumnya. Pertama, jadi titan itu jujur saja keren. Kedua, karena \u201cShinzou wo Sasageyo\u201d bikin darah mereka mendidih dan tiba-tiba ingin berjuang untuk apa-apa yang ingin diperjuangkan.<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/z_54xUJgK4c\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<h4><b>Lagu ikonik anime dan film Jepang kelima, \u201cHeartache\u201d oleh One Ok Rock, <\/b><b><i>Rurouni Kenshin: The Legend Ends<\/i><\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak lagu yang menyedihkan dan menyayat hati. Tapi, \u201cHeartache\u201d bikin kau mengucap bajingan dengan lirih. Dan lagu ini bikin kita teringat terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rurouni Kenshin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Entah mengapa, saya punya pendapat bahwa lagu ini mencoba menampakkan apa yang tidak kita lihat pada Kenshin sepanjang film: sakit hati yang tak terucap.<\/span><\/p>\n<h4><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/x9v8aNl6Aps\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><br \/>\n<b>Honorable mention, \u201cButterfly\u201d, Kouji Wada, <\/b><b><i>Digimon<\/i><\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di hari kematian Kouji Wada dan seterusnya, tiap kanal YouTube yang mengunggah \u201cButterfly\u201d dipenuhi komentar tentang Kouji Wada. Lagu ini begitu ikonik, bikin orang dewasa tiba-tiba merasa berdiri di samping Omegamon, atau melihat pintu lemari dan yakin dia bisa berpindah ke dunia digital dan punya partner Etemon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Kouji Wada, penyanyi lagu ini meninggal, seluruh dunia berduka. Itu saja sudah cukup menggambarkan betapa banyak orang yang berutang memori indah pada lagu ini, dan tak berat rasanya menganggap lagu ini adalah salah satu lagu ikonik anime atau film Jepang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kita sepertinya sepakat bahwa sebenarnya Kouji Wada tidak meninggal, tapi dia menemukan portal ke Digital World. Sepakat?<\/span><\/p>\n<p><iframe title=\"YouTube video player\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/YAxNwRb93xk\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=xU47nhruN-Q\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">All the Anime<\/a>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/baryon-mode-vs-hollowfication-mana-yang-lebih-mantap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baryon Mode vs Hollowfication, Mana yang Lebih Mantap? <\/a><\/b><b><\/b><b>dan artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nasrullah-alif\/\"><b>Nasrulloh Alif Suherman<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mada kono sekai wa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":130059,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908,13084],"tags":[12367,11663,7837,12366,9917,12369,12368,2583,10811],"class_list":["post-130016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","category-musik","tag-a-litre-of-tears","tag-anime-terminal","tag-boys-over-flower","tag-digimon","tag-kimi-no-nawa","tag-kouji-wada","tag-one-ok-rock","tag-one-piece","tag-rurouni-kenshin"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=130016"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/130016\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/130059"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=130016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=130016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=130016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}