{"id":129600,"date":"2021-07-14T07:00:43","date_gmt":"2021-07-14T00:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=129600"},"modified":"2021-10-05T14:43:29","modified_gmt":"2021-10-05T07:43:29","slug":"daging-babi-rasanya-memang-enak-nggak-kaget-kalau-ada-orang-yang-penasaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/daging-babi-rasanya-memang-enak-nggak-kaget-kalau-ada-orang-yang-penasaran\/","title":{"rendered":"Daging Babi Rasanya Memang Enak, Nggak Kaget kalau Ada Orang yang &#8216;Penasaran&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang penasaran seperti apa rasa daging babi, saya beri tahu: rasanya enak banget!!!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, rasa memang perkara personal, tapi sejauh ini orang yang pernah mencoba daging babi selalu bilang bahwa rasanya enak. Maka tak heran, warung yang menyediakan kuliner berbahan daging babi selalu ramai. Benar-benar ramai, apalagi jika masakannya benar-benar enak. Apalagi bacon, alamak, ini makanan nggak ada duanya. Kuliner lain minggir dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka ketika saya melihat ada user Twitter yang bilang dia salah pesan makanan yang ternyata masakan babi, saya justru curiga. Beneran nih dia nggak tahu, apa emang buat konten doang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum kalian nge-judge saya muslim kok makan babi, saya udah nge-judge diri saya sendiri. Jadi simpan energi kalian. Lagian, saya sudah lama banget nggak makan babi. Lanjut, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Geger perkara orang salah pesan nasi campur yang ternyata mengandung daging babi ini muncul terus di lini masa Twitter. Orang tersebut berkilah bahwa dia nggak tahu kalau nasi campur yang dia pesan mengandung babi, meski di warung tersebut jelas-jelas ada menu babi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang menghujat, kok bisa-bisanya nggak tahu. Apa nggak googling dulu? Apa memang sepolos itu? Apa memang bebal?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau saya, sih, nggak percaya. I\u2019m not buying it. You guys fall for that shit? Not me, sorry. Makanya saya beri tanda petik di kata &#8220;penasaran&#8221;, sebab saya nggak percaya kalau itu konten orang beneran zonk. Nggak cuman dia loh yang pernah makan babi dan pesen makan lewat ojol.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baiklah, nasi campur memang bukan kuliner eksklusif berbahan dasar babi. Di beberapa daerah, kuliner tersebut berisi daging ayam dan sapi. Jadi, masih ada kemungkinan lah ya orang tersebut benar-benar kena jebakan betmen. Nggak kaget kalau ada muslim kena zonk saat makan, karena ya memang mereka nggak dikenalin babi sejak kecil. Tau bentuknya, tapi nggak dalam bentuk masakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, saya sepakat dengan banyak orang, kok bisa tetep pesen nasi tersebut meski bahan-bahan yang ada aja udah bikin curiga?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang bisa bodoh, orang bisa bikin kesalahan, tapi untuk perkara ini, saya pikir ini terlalu too good to be true untuk bisa disebut ketidaksengajaan. Orang kalau pesen makanan di aplikasi NGGAK MUNGKIN SECEPET ITU. Pasti masih scroll menu lain, atau setidaknya memberi second thought. Kecuali, udah pernah pesen di resto tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian deskripsi menunya jelas berisi bahan yang jarang orang temui di makanan yang halal. Googling bentar bisa. Nama bahannya tuh bukan escargot atau kayak makanan Perancis yang disebutin dan ditulisnya susah gitu, lhooo. Ditulisnya juga masih pake bahasa Indonesia, bukan pake aksara Asgard atau pake bahasa Jotunheim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau setidaknya ketika beliau masuk resto tersebut, beliau tau kalau ada menu berkode tertentu. Biasanya warung masakan daging babi dan anjing punya kode sendiri, kan? B1 dan B2 gitu. Jadi dia harusnya tau. Kecuali kalau nggak ada. Tapi, saya ragu, sih, kalau nggak tau meski nggak ada kodenya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BTW, kenapa ya kode babi dan anjing itu B2-B1? Kenapa nggak A1-A2 gitu, kan terlihat meyakinkan. Kayak infonya Fabrizio Romano, A1 banget. Nggak tau siapa itu Fabrizio Romano? Yang kalian follow di Twitter siapa, sih? Eko Kuntadhi? Tutup akun aja klean.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, terlepas itu konten settingan atau nggak, nggak mengubah fakta bahwa daging babi emang rasanya nggak kaleng-kaleng. Rasanya enak banget, terutama rica-rica babi. Saya nggak begitu suka nasi campur babi. Bukan nggak enak loh, nggak cocok aja sama masakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena fakta tersebut, maka nggak kaget kalau banyak muslim yang penasaran sama rasa daging babi. Seenak apa sihhh kok sampe warungnya bisa rame gitu. Ya saran saya, kalau udah tau dilarang agama ya jangan nyoba. Tapi, dosa urusan masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andai konten itu beneran nggak settingan alias orangnya beneran zonk, saya nggak bisa ngasih komentar sih selain biasain baca. Maksudnya, deskripsi menu itu bukan lembar terms and agreement di aplikasi gitu loh, paling banter lima kalimat. Saya berharapnya blio beneran zonk. Sebenernya saya kasian, sih, soalnya dia kudu membagi pengalamannya kena zonk ke orang-orang dan kena hujat. Ning salahmu dewe, yo rak? Wqwqwq.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalau itu konten settingan, ya nggak apa-apa. Dunia konten emang kejam. Banyak orang yang berusaha keras untuk tetap relevan dan dikenal banyak orang dengan berbagai cara. Ada loh orang makan bulu jembut demi konten. Menurut kalian itu goblok? Dude, you\u2019ll be surprised.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penutup, saya hanya mau bilang, &#8220;Gimana, Bung, nasi campur babi enak, kan?&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kiat-mengidentifikasi-adanya-daging-babi-dalam-kuliner-kesayangan-anda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kiat Mengidentifikasi Adanya Daging Babi dalam Kuliner Kesayangan Anda <\/a><\/b><b>dan artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/rizkyprasetya\/\"><b>Rizky Prasetya<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h6>\n<h6><b><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><\/b>\u00a0<b><i><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/i><\/b><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Enak, tapi haram, tapi enak.<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":129601,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[12330,12329,11660,12331,74],"class_list":["post-129600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-bacon","tag-daging-babi","tag-kuliner-terminal","tag-nasi-campur","tag-ojol"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=129600"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129600\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/129601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=129600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=129600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=129600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}