{"id":128907,"date":"2021-07-10T07:00:53","date_gmt":"2021-07-10T00:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=128907"},"modified":"2021-10-06T15:11:10","modified_gmt":"2021-10-06T08:11:10","slug":"nia-ramadhani-dan-kebosanan-yang-tak-pernah-eksklusif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nia-ramadhani-dan-kebosanan-yang-tak-pernah-eksklusif\/","title":{"rendered":"Nia Ramadhani dan Kebosanan yang Tak Pernah Eksklusif"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><em>Kebosanan, pada hakikatnya, tak pernah eksklusif. Ia menyerang semua orang, tak peduli statusnya. Nia Ramadhani perlu tahu ini.<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa gini ini kamu, Pi. Kalau udah ngadep hape suka senyum-senyum sendiri nggak jelas!\u201d protes Pardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni lho, Nia Ramadhani, sopir, dan suaminya <a href=\"https:\/\/megapolitan.kompas.com\/read\/2021\/07\/09\/09592611\/penangkapan-nia-ramadhani-dan-ardi-bakrie-berawal-dari-pengakuan-sopir?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ditangkap<\/a> pake sabu. Baru semalem,\u201d jawab Kanapi dengan tatapan masih ke arah gawainya. Ia meninggalkan sejenis senyum mengolok di wajahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerus apa yang lucu, Pi. Itu, kan, musibah, nggak patut diketawain! Ya, nggak, Cak?\u201d tukas Pardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cak Narto, yang keluar dari arah dapur rumahnya, membawa sebuah nampan dengan ceret berisi es sirup serta beberapa gelas kaca itu, langsung ditodong pertanyaan oleh Pardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siang ini, sesuai intruksi dari Pak Babin, kami memasang portal dadakan dari batang bambu untuk menutup jalan ke arah desa di masa PPKM. Setelahnya, kami berkumpul di teras rumah Cak Narto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSik, ta, lah\u2026 Ini mbok diambil dulu gelas kalian,\u201d gerutu Cak Narto. \u201cAda apa, sih?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni lho, Cak. Nia Ramadhani, mantunya Pak Bakrie itu, ketangkep pake narkoba. Ya, kan, lucu. Tapi, kata Pardi ini musibah. Hehehe.\u201d Kanapi menjelaskan, lantas menyeruput cepat es sirup dari gelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOoo&#8230; emang narkobanya apa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLha, kok, malah sampean nanya narkobanya apa, tho, Cak. Poinnya, kan, bukan itu,\u201d protes Pardi cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa, buat naruh konteks aja, Di. Misal dia pakenya lem Aibon, kan, jadi bener kalau itu lucu. Yo, ra, Pi?\u201d seloroh Cak Narto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa jelas nggak mungkin, tho, Cak. Sekelas Nia Ramadhani, ya nggak macem kalau pake lem Aibon, Cak. Masak dia gini, Cak?\u201d saya menyela dengan menirukan gestur menghisap sesuatu dari balik kerah kaos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gerrr, kami bertiga tergelak. Kecuali Pardi, ia mengernyitkan dahi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi, Ndes, menurutku tetep nggak patut kita tertawa di atas musibah yang menimpa seseorang,\u201d suara Pardi dalam dan terdengar filosofis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMusibah, kan, buat keluarganya Nia, Di. Buat rakyat ini hiburan di tengah gempuran berita duka yang sedari kemaren nggak putus-putus ini,\u201d Kanapi tak kalah bestari kali ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi, bisa jadi ini operasi intelijen supaya berita corona tidak membuat masyarakat semakin berang ke pemerintah ya, Cak?\u201d tanya saya, mencoba mencari sudut pandang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah, lha kok jauh banget analisismu, Ndes. Ora kabeh-kabeh ada hubungannya sama operasi intelijen,\u201d sergah Cak Narto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHabis, setiap ada berita penting yang naik, nggak lama pasti ada berita selebriti yang ketangkep make\u2019, Cak. Gimana orang nggak mikir ke sana coba?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKemungkinan ke arah sana pasti ada, Ndes, tapi apa gunanya kita selalu meneropong suatu masalah dengan analisis ndakik-ndakik seperti itu? Bukannya itu malah membuat kita nggak bisa melihat hikmah dari suatu kejadian dan masalah?\u201d terang Cak Narto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHikmah opo, to, Cak. Analisis sampean itu yang ndakik-ndakik,\u201d Kanapi membalas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGini, lho, maksudku. Di satu sisi, ini pasti musibah bagi Nia Ramadhani dan keluarga Bakrie. Tapi di sisi lain, kasus begini selalu memberikan kita pelajaran bahwa\u2026.\u201d Cak Narto menyesap es sirup di depannya, membakar kretek, dan melipat kakinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSetiap orang, tidak peduli semulia apa pun hidupnya, pasti ngalami yang namanya jenuh dan bosan. Ia akan mencoba mencari penghiburan untuk itu. Bahwa kejenuhan menghadapi kehidupan, apalagi di masa pandemi seperti ini, bukan hanya mengintip para mbambung seperti kita. Bukan hanya menyerang orang-orang desa dan pinggiran kota, tapi juga yang hidup dalam istana kemewahan dan menara ke-serba-ada-an.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi, Cak. Yang lucu buatku itu, kenapa harus nyabu itu, lho?\u201d tukas Kanapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerus menurutmu apa yang pas buat orang sekelas Nia dan keluarga Bakrie begitu?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa apa kek. Berkebun, kek. Menjahit, kek. Main bola sodok, atau karambol, kek. Wong apa-apa sudah cemepak, kok, bingung mau menghibur diri. Kan lucu!\u201d tambah Kanapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLho justru itu, Pi. Di suatu tahap, ke-serba-ada-an itu berbahaya bagi manusia. Sesuatu yang kita dapatkan tanpa effort biasanya akan terlihat tidak berharga. Sesuatu yang kita raih tanpa kerja keras akan terasa hambar. Bagi kita-kita ini, mungkin berkebun bisa jadi bentuk penghiburan, melepas stres. Namun buat Nia, yang mungkin tukang kebunnya saja ada selusin, tidak seperti itu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cak Narto menjeda, menepuk-nepuk paha, berusaha menyingkirkan abu rokok yang jatuh di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBuat Pardi mungkin main karambol bisa melepas penat, tapi buat Nia kan nggak seperti itu, tho. Makanya, kita patut bersyukur dan berterima kasih ke Nia Ramadhani.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUsaha konveksiku sudah setahun sepi gini apa yang mau disyukuri, Cak? Itu Kanapi bengkelnya juga Senin-Kamis, gitu. Lagian, sampean ngomong kita harus terima kasih ke Nia itu apa nggak mencederai perasaan sedulur-sedulur di Porong tho, Cak?\u201d gerutu Pardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLho lho, sik tha, la. Kok, arahnya ke sana? Gini lho maksudku, Ndes. Meski kita semua pontang-panting nyambung hidup di masa corona gini, tapi kan hiburan kita begitu gampang dan murah, tho?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pardi manggut-manggut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKanapi tiap sambat masalah uang sekolah anaknya, sepulang nongkrong di warung Yu Marmi juga langsung cengar-cengir. Meski uang sekolah ndak ujug-ujug ada, tapi setidaknya dengan bercengkerama kita bisa terhibur. Ya nggak, Pi?\u201d gurau Cak Narto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaka, hidup kita yang semenjana begini, pada suatu titik, jauh lebih baik ketimbang Nia dan keluarga Bakrie,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi bagian kita harus mensyukuri hidup, aku setuju, Cak. Tapi, di bagian hidup kita lebih baik ketimbang Nia Ramadhani, kok, kurang pas ya, Cak.\u201d Saya menyela, \u201cAku kalau jadi Nia, nih, Cak. Meski duitku sak taek ndaya\u2019, tapi kalau lagi bosan pasti tak undang sampean ke rumahku buat minum tuak sambil main karambol.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gerrr\u2026 kami semua kembali tergelak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBerarti apa kesimpulannya ini, Cak?\u201d Pardi bertanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHah? Kesimpulannya, ya kapan-kapan kita undang Nia Ramadhani buat nongkrong bareng kita di sini. Sambil makan salak dan main karambol. Biar tak kasih tau dia bahwa kebosanan menjalani hidup bukan punya dia saja. Hehehe.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni ngapain malah pada ngumpul di sini, nggak jaga jarak lagi. Ayo maskernya dipake,\u201d dengan mesin masih menyala, Pak Babin yang melintas meneriaki kami dari atas motor dinasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNjih, Paaakkk,\u201d serempak kami menjawab diiringi gelak tawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Babin menghilang dari pandangan kami sejurus kemudian. Asap dari motor dinasnya meninggalkan aroma khas. Entah bagaimana menjelaskannya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ribetnya-punya-dosen-terkenal-tapi-suka-bikin-statement-aneh-di-medsos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ribetnya Punya Dosen Terkenal, tapi Suka Bikin Statement Aneh di Medsos\u00a0<\/a><\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/suwatno\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Suwatno<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebosanan, pada hakikatnya, tak pernah eksklusif.<\/p>\n","protected":false},"author":1529,"featured_media":128955,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[12252,5706,4118,11643,12253],"class_list":["post-128907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-cak-narto","tag-kebosanan","tag-nia-ramadhani","tag-pojok-tubir-terminal","tag-sabu"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1529"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128907"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128907\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}