{"id":128478,"date":"2021-07-07T11:07:40","date_gmt":"2021-07-07T04:07:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=128478"},"modified":"2021-10-19T13:21:10","modified_gmt":"2021-10-19T06:21:10","slug":"tren-welcome-to-indonesia-dan-latah-yang-bermasalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tren-welcome-to-indonesia-dan-latah-yang-bermasalah\/","title":{"rendered":"Tren &#8216;Welcome to Indonesia&#8217; dan Latah yang Bermasalah"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWelcome to Indonesia, bla bla bla~\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tren konten di atas lagi viral-viralnya, apalagi di media sosial bernama TikTok. FYP isinya itu saja, dan kalau kita coba cari di kolom pencarian banyaknya naudzubillah. Kayak hampir semua pengguna TikTok ikut trend itu sepertinya. Sepertinya. Tapi, ya, namanya juga Indonesia. Jauh sebelum ada TikTok semuanya serba latah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tentu masih ingat trend viral macam goyang caesar, om telolet om, sampai yang dari luar negeri macam harlem shake, kiki challenge dan masih banyak lainnya. Apa pun yang sedang viral, orang Indonesia mesti latah. Apalagi, dengan adanya TikTok yang pure visual membuat hal viral semakin mudah tersebar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk tren &#8220;Welcome to Indonesia&#8221; banyak yang mengira awalnya diviralkan oleh pengguna bernama @icamaysha, seorang remaja berumur 15 tahun asal Serang. Tren tersebut viral karena lirik yang ia ciptakan mulanya berisi kritik sosial. Mulai dari agama, prestasi, hingga drama di Indonesia yang tak kunjung usai dan selesai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, setelah saya gali lebih dalamnya trend ini muncul dari pengguna TikTok bernama @ichariesa__ yang liriknya terinspirasi dari lagu &#8220;Welcome to The Internet&#8221; milik<\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8NJDMV9hJxc\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Bo Burnham<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Si Icha ini mengambil nada dari musik yang diciptakan oleh kreator bernama Abigail Barlow, dan jadilah tren baru nyanyian berjudul &#8220;Welcome to Indonesia.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Well, isi dari lirik milik @ichariesa__ juga berisi kritik sosial, khususnya soal herd immunity dan masalah pelik lainnya. Akun @icamaysha menjadi ikut viral karena lirik yang berbahasa Indonesia, lalu diikuti oleh viralnya kreator lainnya. Bagus sih, sangat bagus karena tren ini adalah salah satu bentuk kritik serta kepedulian masyarakat kepada negara yang terus ruwet masalahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jarang sekali loh tren yang isinya kritis. Biasanya kan cuman tren nggak jelas yang saya pikir nggak ada faedahnya. Cuman buat lucu-lucuan saja. Kalau yang sekarang kan mantap, bikin konten sambil kritik. Sungguh kolaborasi konten yang sangat baik dalam menggunakan media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, ya, namanya juga Indonesia. Ada saja yang bikin tren tersebut jadi jelek dan bikin pengin tak hihhh. Contohnya? Ada belakangan tuh, pasangan yang bikin konten \u201cWelcome to Indonesia\u201d tapi liriknya sungguh subhanallah sekali. Mereka bilangnya covid-19 nggak berbahaya, dan dengan bangganya nyanyi sampai kelar. Nih<\/span><a href=\"https:\/\/www.suara.com\/news\/2021\/07\/05\/143044\/viral-pasangan-bikin-video-tiktok-seakan-meremehkan-covid-19-tuai-kecaman\"> <span style=\"font-weight: 400;\">beritanya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun memang awalnya tren ini bagus sebab viralnya, lama-lama saya telusuri lebih dalam kok malah makin nggak jelas ya. Kayak lepas dari niat awal pembuat tren tersebut. Fine saja sih, mulanya kayak bikin parodi lagi entah itu di permasalahan cinta sampai dompet. Lama-lama makin nggak jelas, makin tidak masuk akal, terus bikin lirik ofensif tapi insensitif. Seakan-akan mau kritik, tapi nggak pakai logika.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mentang-mentang Indonesia negara demokrasi, kok ya malah milih mengeluarkan pendapat goblok. Bukannya apa-apa, mulutnya mau dipakai buat kritik apa pun silahkan. Tapi, coba pikirkan baik-baik dulu, dasarnya apa, fakta dan sumber yang digunakan valid atau tidak? Apakah benar-benar yang kamu sampaikan adalah kebenaran yang harus disampaikan, atau hanya sekadar cuap-cuap tuduhan palsu? Kalau iya, jatuhnya cuman fitnah dan kamu nggak punya nurani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasangan di atas cuman contoh segelintir saja, saya saat iseng-iseng scroll lebih jauh tuh banyak yang berpotensi ramai. Belum aja viral. Jangan semuanya pengin keliatan &#8220;kritis&#8221; dengan menggunakan bahasa ofensif, taunya cuman kalimat-kalimat bodoh saja. Mikir atuh lah. Jangan cuman modal latah doang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelakuan orang cem kalian yang bikin nilai kritikan bergeser. Nggak kaget kalau beberapa waktu lagi, tren \u201cWelcome to Indonesia\u201d nggak berisi tentang kritikan tentang keadaan negara yang semrawut, tapi tentang ulah kalian yang otaknya segede kacang polong.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aplikasi-tiktok-di-antara-pengguna-yang-goblok-dan-teknologi-yang-mashook\/\">Aplikasi TikTok Antara Pengguna yang Goblok dan Teknologi yang Mashok <\/a><\/b><b><\/b><b>dan artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nasrullah-alif\/\"><b>Nasrulloh Alif Suherman<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Welcome to Indonesia, such a lovely place, such a lovely place.<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":128527,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[12208,1630,1854,11643,5201,12209],"class_list":["post-128478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-fyp","tag-kritik","tag-parodi","tag-pojok-tubir-terminal","tag-tiktok","tag-welcome-to-indonesia"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128478"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128478\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}