{"id":128332,"date":"2021-07-06T11:00:56","date_gmt":"2021-07-06T04:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=128332"},"modified":"2021-10-19T13:24:48","modified_gmt":"2021-10-19T06:24:48","slug":"tudingan-bupati-banjarnegara-tentang-rumah-sakit-yang-rebutan-pasien-covid-19-blas-ra-mashoook","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tudingan-bupati-banjarnegara-tentang-rumah-sakit-yang-rebutan-pasien-covid-19-blas-ra-mashoook\/","title":{"rendered":"Tudingan Bupati Banjarnegara tentang Rumah Sakit yang \u201cRebutan\u201d Pasien Covid-19 Blas Ra Mashoook!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika tenaga kesehatan dan karyawan rumah sakit sudah kewalahan akibat banyaknya pasien yang membutuhkan perawatan, Bupati Banjarnegara Budi Sarwono justru menuding bahwa lonjakan kasus Covid-19 disebabkan oleh permainan Rumah Sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar dari tudingan tersebut adalah cerita yang dia dapat dari seorang sales cum calo yang bertugas mencari pasien yang diduga terinfeksi Covid-19. Blio menyebutkan bahwa sales tersebut akan mendapatkan cipratan honor dari setiap pasien yang berhasil dibujuk untuk dirawat di Rumah Sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari <a href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/trending\/bupati-banjarnegara-ungkap-ada-sales-pencari-pasien-covid-19-bawa-ke-rs-terima-uang.html\"><em>merdeka.com<\/em><\/a>, Bupati Banjarnegara yang akrab disapa Wing Chin tersebut mengaku telah bertemu dengan sales berinisial Bejo, di mana bejo mencari orang sakit (covid-19) untuk dirawat di rumah sakit. Jika berangkat menggunakan mobil sendiri Bejo mendapat uang Rp200.000, tetapi jika diambil menggunakan ambulans rumah sakit honornya Rp100.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat tersebut tentu saja sarat akan misleading jika keseluruhan kalimat yang dituturkan Pak Bupati Banjarnegara telanjur dibingkai dengan kalimat \u201cpermainan rumah sakit\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kalimat tersebut saja, saya benar-benar meragukan kemampuan Bejo dalam mengantarkan pasien covid-19 atau susp covid. Dari mana Bejo bisa mendiagnosis pasien yang akan diantar ke Rumah Sakit adalah pasien covid-19?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal dokter saja tidak akan memberikan diagnosis terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum pasien dilakukan swab PCR dan menunjukkan hasil positif. Sungguh keberanian yang patut diapresiasi jika mas Bejo benar-benar blusukan ke desa-desa untuk mencari pasien yang diduga covid-19, demi uang 200 ribu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri ragu, apakah Mas Bejo mengantarkan pasien ke rumah sakit dengan mengenakan APD lengkap atau tidak. Jika mas Bejo memang benar menjemput pasien covid hanya dengan proteksi masker kain, fix dirinya benar-benar menggadaikan paru-parunya demi uang Rp200.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mending rakit PC atau ternak cupang, Bor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tudingan rumah sakit berlomba berebut pasien Covid-19 yang dikatakan oleh Pak Budi,\u00a0 jelas ra mashook. Jangankan berebut pasien, mau mencari Rumah Sakit rujukan untuk pasien dengan suspect covid-19 di Banjarnegara saja tidak semudah mencari dawet ayu di alun-alun Banjarnegara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, rumah sakit berlomba-lomba untuk menambah ruang perawatan isolasi Covid-19, tetapi hal tersebut bertujuan agar rumah sakit dapat memberikan perawatan maksimal terhadap pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Apalagi pasien covid memang tidak bisa dicampur dengan pasien non covid.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boleh jujur-jujuran saja, daripada berlomba-lomba untuk rebutan pasien covid-19. Sebagian besar tenaga kesehatan sudah telanjur kewalahan dalam melayani pasien yang mengalami sesak nafas dengan saturasi oksigen di bawah 90% (normalnya 95-99%).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalaupun rebutan pasien covid dianggap perlombaan, tenaga kesehatan justru ingin lomba ini diakhiri saja, karena tidak sedikit tenaga kesehatan yang harus menjalani isolasi mandiri hingga menyebabkan rumah sakit mengalami kekurangan SDM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga tak jarang para tenaga kesehatan (nakes) harus merelakan waktu liburnya untuk mengisi kekosongan jadwal nakes yang harus menjalani isolasi mandiri. Maklum, nakes tidak ada jadwal WFH, tidak ada yang namanya pasang infus dan pasang oksigen secara daring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Pak Bupati Banjarnegara masih menganggap rumah sakit rebutan pasien Covid, maaf-maaf saja, Pak. Justru pasokan oksigen yang semakin menipis tidak mungkin membuat rumah sakit rebutan pasien. Kenyataannya rumah sakit harus mencari pasokan oksigen sampai ke luar kota hanya untuk memenuhi kebutuhan oksigen untuk beberapa hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih rebutan pasien Covid-19, kelangkaan oksigen menjadi hal yang membuat manajemen rumah sakit tak kalah kelimpungan dalam mencari oksigen dalam tabung. Hal ini disebabkan karena konsumsi oksigen lebih tinggi daripada supply oksigen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika oksigen habis dan ada pasien yang meninggal karena tidak mendapatkan asupan oksigen, kira-kira siapa yang bertanggung jawab, Pak Bupati Banjarnegara yang saya hormati?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, dalam beberapa hari terakhir, rumah sakit juga membuat peti mati dadakan jika terdapat pasien susp covid atau yang terkonfirmasi covid-19 meninggal dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada harus berlomba rebutan pasien, tenaga kesehatan yang bertugas di IGD justru harus meng-upgrade kesabarannya saat berhadapan dengan masyarakat yang denial terhadap Covid-19. Kadang lelahnya fisik para nakes harus ditambah dengan amarah keluarga pasien yang menganggap fasilitas kesehatan mengcovidkan pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lelah fisik sudah pasti, lelah hati jangan ditanya. Secara logika, apakah saat nakes merasa lelah mereka masih sempat berlomba untuk berebut pasien? Tentu saja tidak, daripada berebut pasien untuk dikarantina di rumah sakit, lebih baik para nakes berpikir bagaimana pasien yang datang dengan kasus apapun, bisa ditangani dengan baik dan pulang dengan harapan kesembuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah kira-kira uneg-uneg saya, Pak Bupati Banjarnegara, salam sehat untuk Anda dari tenaga kesehatan yang tidak bisa menjalani WFH.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bantahan-untuk-kemenkes-yang-menyangkal-laporan-laporcovid-19-fasyankes-kolaps-itu-benar-adanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bantahan untuk Kemenkes yang Menyangkal Laporan LaporCovid-19: Fasyankes Kolaps Itu Benar Adanya<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dhimas-raditya-lustiono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dhimas Raditya Lustiono<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mbok sok mikiro.<\/p>\n","protected":false},"author":770,"featured_media":128410,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[12195,5468,12197,11643,12196],"class_list":["post-128332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bupati-banjarnegara","tag-covid-19","tag-nakes","tag-pojok-tubir-terminal","tag-tudingan"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/770"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128332"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128332\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}