{"id":12806,"date":"2019-09-11T11:00:30","date_gmt":"2019-09-11T04:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=12806"},"modified":"2021-10-17T00:11:23","modified_gmt":"2021-10-16T17:11:23","slug":"merayakan-hari-raya-seni-di-yogyakarta-event-ini-jadi-momen-lebaran-para-seniman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/merayakan-hari-raya-seni-di-yogyakarta-event-ini-jadi-momen-lebaran-para-seniman\/","title":{"rendered":"6 Event Seni Yogyakarta yang Haram Dilewatkan"},"content":{"rendered":"<p><em><span id=\"line_1\" class=\"lirik_line\">Pulang ke kotamu<br \/>\n<\/span><span id=\"line_2\" class=\"lirik_line hover\">Ada setangkup haru dalam rindu<br \/>\n<\/span><span id=\"line_3\" class=\"lirik_line hover\">Masih seperti dulu<br \/>\n<\/span><span id=\"line_4\" class=\"lirik_line hover\">Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna<\/span><\/em><\/p>\n<p><em>Auto-nyanyi<\/em> melihat tulisan ini. Lirik dari lagu dari Kla Project yang berjudul &#8220;Yogyakarta&#8221;. Seniman Yogya yang melegenda dan masiih banyak lagi lagu- lagu yang menggambarkan dengan kota yang masih menyandang status Istimewa.<\/p>\n<p>Yogyakarta memang tidak pernah kehabisan talenta. Kota budaya, kotanya para <a href=\"https:\/\/mojok.co\/lal\/ulasan\/pojokan\/sebagai-seniman-saya-jatuh-hati-dengan-gagasan-prabowo-sandi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">seniman<\/a>. Maka tidak heran pula jika di Yogyakarta punya beberapa <em><i>event<\/i><\/em>\u00a0andalan yang seperti menjadi perayaan seniman dan juga <a href=\"https:\/\/tirto.id\/art-jakarta-berapa-besar-volume-transaksi-di-bursa-seni-ehoL\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">penikmat seni<\/a>. Jika dihitung dalam setahun mungkin Jogja punya puluhan event bahkan ratusan, tapi coba kita tengok <em><i>event- event <\/i><\/em>tahunan \u00a0yang sekiranya &#8216;<em>wah ini jogja banget&#8217;<\/em>.<\/p>\n<ol>\n<li><b><\/b><strong><b>FKY<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Event yang dulunya bernama Festival Kesenian Yogya ini kini berganti menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta, sebuah festival yang mengangkat <em>local wisdom<\/em> dari Yogyakarta. Disini kita dapat menikmat beberapa suguhan kesenian , seperti panggung musik, pamera seni rupa, workshop, juga stand bazar ekonoi kreatif. Untuk venue dari FKY biasanya berganti tiap tahun, kira kira 3 tahun lalu berada di Taman Kuliner Condongcatur , lalu di Pyramid Sewon(nderland), dan di 2019 ini venue berada di Kampung Mataraman sebagi <em><i>venue<\/i><\/em>\u00a0utama, tetapi juga ada beberapa venue yang lainnnya. Festival ini selain menyuguhkan kreasi kesenian tapi diharapka juga dapat berdampak setelah digelarnya event, berdampak untuk masyarakat sekitar, berdampak untuk seniman- seniman lebih mempunyai ruang mengekspresi karya- karyanya, juga pelaku ekonomi kreatif yang sedang mengembangkan usahannya.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b><\/b><strong><b>ArtJog<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Sebuah kontemporer Art Festival kebanggaan di Yogyakarta. Mahakarya <em><i>visual art<\/i><\/em>\u00a0se Nusantara dan mancanegara yang terpilih oleh kurator bisa kita nikmati disini. ArtJog sudah menjadi agenda rutin dan masuk list tahunannya para seniman seni rupa khususnya. Sebuah kebanggaan jika karya visual kita bisa dipamerkan di ArtJog. Tetapi bukan cuma seni rupa atau instalasi namun di ArtJog juga menyuguhkan pertunjukkan yang bermacam- macam disetiap harinya, musik kontemporer sampai tari kontemporer. ArtJog ini juga menjadi ruang kreatif untuk berdiskusi, karena penikmat seni selain melihat pameran juga bisa mengikuti diskusi dengan senimannya dan juga diskusi- diskusi terkait ruang kesenian yang lainnya. Seni Instalasi yang terpamerkan di ArtJog ini menjadi lahan ootd, photo estetik para pengujungnya.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b><\/b><strong><b>Prambanan Jazz<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Mengapresiasi bandung bondowoso membangun candi dalam semalam, era kini kita dapat menikmati sajian musik ditengah megahnya candi Prambanan, tidak heran artis artis heitzz Indonesia dan Mancangara menjadi penampil di acara musik yang ditunggu- tunggu. Menurut cerita event ini ingin tetap menyatukan musik masa kini (Jazz) dengan kearifan lokal yang tak lekang oleh zaman, candi Prambanan, ikon utama dari event ini.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><b><\/b><strong><b>WJNY ( Wayang Jogja Night Carnival)<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Merayakan ulang tahun kota Yogyakarta, Wayang Jogja Night Carnival dikonsep dalam bentuk street art, yaitu seni pertunjukkan yang dikhususkan untuk ditampilkan di jalanan. \u00a0Pemerintah rutin mengadakan karnaval tepat di tanggal 7 Oktober di malam hari. Peserta dari karnaval ini dari kecamatan \/ kelurahan yang ada di kota Yogyakarta khususnya, selain itu juga beberapa instansi dan perusahaan ikut serta berpartisipasi Kita dapat menyaksikan karnaval ini biasanya \u00a0di sepanjang jalan Sudirman &#8211; jalan Mangkubumi dimana Tugu Pal Putih sebagai icon Jogja sebagai titik pusat perhelatan tersebut. Kita dapat melihat kendaraan- kendaraan dihias begitu pula dengan mbak- mbak yang bertengger diatasnya, cwantiik cwantik, yaiyalah dandanannya udah dari 5 jam sebelumnya. Sudah kita tinggal menunggu di sepanjang jalan itu nanti mereka akan lewat.<strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><b><\/b><strong><b>JAFF ( Jogja- NETPAC Asian Film Festival)<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong><b>\u00a0 <\/b><\/strong>Sineas &#8211; sineas akan banyak berkumpul di event ini. Event Festival film yang menghadirkan sinema- sinema dari negara- negara di Asia, khususnya Indonesia. JAFF setiap tahunnya menayangkan karya- karya yang terpilih dari Asia, film- film ini beberapa bersifat kompetisi dan non- kompetisi. Dimana yang bersifat kompetisi nantinya akan mendapat awardding di malam penutupannya. Pemutaran film yang terdapat di JAFF biasanya diputar di beberapa bioskop di Jogja. Selain pemutaran film di JAFF juga mengadakan forum diskusi tentang dunia sinema dengan para sineas ataupun komunitas film.<\/p>\n<p><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><b><\/b><strong><b>Pasar Kangen Jogja<\/b><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Mau kangen-kangenan dengan suasana <a href=\"https:\/\/mojok.co\/vap\/esai\/merawat-kenangan-bersama-jadwal-tv-jaman-dulu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">tempo doeloe<\/a>? Di sini tempatnya. Pasar Kangen Jogja. Disini kita bisa menemui mulai makanan- makanan tradisional yang di saat ini sulit ditemui, barang- barang antik, buku- buku jaman dulu, atau bahkan alat elektronik, atau musik kaset dari CD piringan sampai radio jadulnya.<\/p>\n<p>Selain itu di event ini ada panggung pertunjukkan yang biasanya diiisi dengan musik keroncong atau <a href=\"https:\/\/tirto.id\/lord-didi-kempot-boleh-jadi-fana-tapi-air-matanya-akan-abadi-eeVl\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">campursari.<\/a> Venuenya biasanya diadakan di TBY (Taman Budaya Yogyakarta). Di sini kita akan menemukan mbak-mbak pakai baju adat alias kebanyakan yang jadi penjual makanannya. Eh tapi, beli makanannya sajaa, jangan juga sekalian menggoda. Kok kesempatan <em>senengane.<\/em><\/p>\n<p>Nah, sekiranya itulah event- event di Yogyakarta yang selalu dinantikan tiap tahunnya. Banyak orang berburu mengincar event- event ini, mulai dari seniman, penikmat seni atau para kaum pemburu <em>volunteeran<\/em>.<\/p>\n<p>Selamat menikmati Yogyakarta dan seisinya, kalian tidak akan haus acara. Masih banyak lagi event- event selain diatas, nanti akan kau temui ketika datang langsung ke Yogya, nikmatilah ini juga sebuah bentuk wisata. (*)<\/p>\n<h5><em>BACA JUGA\u00a0<a class=\"link link--forsure\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-hanya-gudeg-aset-jogja-adalah-es-teh-angkringan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nggak Hanya Gudeg, Aset Jogja adalah Es Teh Angkringan<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/Riza-Rozaliani-Anggana-Putri\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Riza Rozaliani Anggana Putri<\/a>\u00a0lainnya.<\/em><\/h5>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kota budaya. Maka tidak heran pula jika di Yogyakarta punya beberapa event\u00a0andalan yang seperti menjadi perayaan seniman dan juga penikmat seni.<\/p>\n","protected":false},"author":287,"featured_media":13000,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[576,3257,3256,115,1497,640,3258],"class_list":["post-12806","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-budaya-indonesia","tag-fky","tag-hari-raya-seni","tag-jogja","tag-jogja-berhati-nyaman","tag-kearifan-lokal","tag-pasar-kangen"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/287"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12806"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12806\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}