{"id":128034,"date":"2021-07-04T13:30:15","date_gmt":"2021-07-04T06:30:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=128034"},"modified":"2021-10-19T13:27:59","modified_gmt":"2021-10-19T06:27:59","slug":"meme-polisi-kaesang-pangarep-dan-nuansa-abuse-of-power-ala-orde-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/meme-polisi-kaesang-pangarep-dan-nuansa-abuse-of-power-ala-orde-baru\/","title":{"rendered":"Meme Polisi Kaesang Pangarep dan Nuansa Abuse of Power ala Orde Baru"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><em>Meme polisi yang dicuitkan oleh Kaesang Pangarep (mungkin) niatnya melucu. Tapi, jika sasaran candaannya adalah warga sipil, hal tersebut nggak jadi lucu.\u00a0<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, saya ingin membangun frekuensi yang sama dengan Anda para pembaca. Kita bayangkan seseorang berkata \u201cheh dasar buta\u201d ke temannya yang tidak sengaja menyenggol. Biasa saja kan? Nah, kalau kata tadi diutarakan kepada orang yang benar-benar buta, terkesan menghina dan kurang ajar kan? Tapi, kalau orang buta mengatakan itu pada orang buta, biasa lagi dan malah lucu-lucu dark kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga bisa dipahami, karena kita akan membicarakan seseorang yang memang agak-agak nggatheli. Blio adalah pengusaha, pemegang saham di beberapa perusahaan, punggawa ghosting, dan anak pak lurah eh Presiden Indonesia. Sudah pasti bukan Permadi Arya, tapi Kaesang Pangarep.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brader Kaesang Pangarep memang unda-undi dengan saya kalau urusan main Twitter. Bacot terus sleding kiri kanan, dan selalu antusias kalau ada reply dan retweet. Bedanya adalah, saya cuma punya tulisan ini sebagai bahan twit. Kalau Brader Kaesang, jelas punya privilege untuk mengancam mereka yang cangkeman di twit blio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya maksud adalah twit Kaesang perihal kritik terhadap Persis Solo. Klub sepak bola dari kota kelahiran Jokowi ini memang sudah \u201cdipegang\u201d Kaesang. Lha gimana tidak, Kaesang itu direktur utama jhe. Nggak cuma seperti Anda yang sibuk analisis bola dan membuat prediksi meleset. Ketika Anda cuma bisa judi bola, Kaesang benar-benar membeli klub bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, cangkem netizen itu sangat demokratis. Tidak kecuali Mas Jatmiko (entah nama sebenarnya atau bukan). Mas Jatmiko ini terang-terangan menyerang Persis Solo milik Kaesang Pangarep. Menuduh Persis Solo menggunakan dana APBN serta dijaga Paspampres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah mari kita saya pakai analogi paragraf pertama tadi. Kalau Mas Jatmiko berujar pada tetangga sih tidak masalah. Lha ini yang njenengan serang itu anak presiden. Bahkan anak presiden yang digadang-gadang tiga periode. Kakak kandung dan iparnya saja jadi kepala daerah. Tahu apa konsekuensinya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar, Brader Kaesang Pangarep menerbitkan twit berupa foto motor Mas Jatmiko. Motor Beat Hitam yang difoto di depan tulisan I (tanda hati) TAWANGMANGU. Entah darimana Brader Kaesang mendapat foto ini. Yang jelas, ini sudah mulai tidak lucu, karena Brader Kaesang tidak hanya jago ghosting, tapi juga doxing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum cukup, Kaesang membuat utas meme polisi. Meme yang berasal dari serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Spongebob Squarepants<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini memang terlihat lucu. Mengancam \u201cnanti pas diciduk nangis\u201d dan meme serupa lain memang lucu. Tahu di mana tidak lucunya? Benar, karena anak presiden yang melakukan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brader Kaesang Pangarep perlu membaca analogi saya tadi. Kalau Anda anak pengangguran yang nunggak cicilan motor sih meme tadi masih lucu. Lha Anda ini anak Presiden Jokowi jhe. Meskipun niatnya lucu-lucuan, bercanda Anda ini malah membuat bergidik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bercanda tidak dalam koridor yang tepat, Brader. Dari doxing dulu saja, cara Anda menanggapi sudah nggatheli. Kalau memang Anda tidak pakai APBN, ya sudah sampaikan saja rincian anggaran Anda. Sampaikan juga sumber pendanaan Anda. Bukannya menjawab fitnah, malah mengajak merundung berjamaah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak peduli dari mana Anda mendapat foto motor itu. Toh nggak kaget juga sih Anda bisa dapat. Tapi tolong, untuk apa memajang foto itu? Mau mengejek Mas Jatmiko yang motornya \u201ccuma\u201d Beat? Wah yo nggak relevan. Toh apakah mau bilang motor Mas Jatmiko ini pakai dana APBN? Bukan plat merah kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berusaha berprasangka baik lho. Tidak menuduh Brader Kaesang Pangarep mau mengancam Mas Jatmiko. Tidak berprasangka kalau Brader Kaesang berniat doxing. Tidak berprasangka pula kalau Brader Kaesang menunjukkan kalau Mas Jatmiko \u201csudah ditandai\u201d. Sungguh tidak berprasangka demikian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah perkara meme polisi ini, waduh kok lebih berat ya. Mau berprasangka baik juga susah. Meme polisi ini jelas nge-jleb bagi Mas Jatmiko dan orang banyak. Yang jelas, akun Mas Jatmiko saja tiba-tiba hilang lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang jadi masalah bukan sekadar meme yang sebenarnya overused dan mulai cringe. Tapi, kental nuansa \u201cpower abuse\u201d. Seolah-olah Brader Kaesang punya kuasa lebih untuk membuat Mas Jatmiko terciduk dan dipidana karena cuitannya. Seolah-olah Brader Kaesang berkuasa lebih untuk menjatuhkan mereka yang cangkeman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau menjawab \u201ckan cuma bercanda\u201d? Sori ya Brader Kaesang, bercanda Anda tidak lucu. Mungkin lucu sih kalau saya yang bercanda. Tapi, situ adalah anak presiden, Brader! Gojekan Anda mirip-mirip sama anak presiden kumisan yang pernah mendekam di Nusakambangan itu lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin bercanda benar-benar murni niat Brader Kaesang. Tapi maaf, Anda harus tahu kepada siapa Anda bercanda. Kalau Anda yang punya privilege bercanda ke rakyat jelata, ya maaf jika kami berprasangka buruk ada power abuse di sini. Karena sungguh, bercanda Anda RA MASHOK!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jadi-fans-jrx-yang-percaya-covid-19-lebih-mudah-daripada-jadi-fans-jokowi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jadi Fans JRX yang Percaya Covid-19 Lebih Mudah Daripada Jadi Fans Jokowi\u00a0<\/a><\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dimas-prabu-yudianto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Prabu Yudianto<\/a>\u00a0lainnya.\u00a0<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Punk yo punk, tapi yo kalau becanda jangan bikin takut lah ya.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":128040,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[12161,5370,1465,12160,3149,11643,1026],"class_list":["post-128034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-abuse-of-power","tag-bercanda","tag-kaesang-pangarep","tag-meme-polisi","tag-orde-baru","tag-pojok-tubir-terminal","tag-uu-ite"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128034"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128034\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}