{"id":127812,"date":"2021-07-02T10:00:16","date_gmt":"2021-07-02T03:00:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=127812"},"modified":"2021-10-19T13:35:56","modified_gmt":"2021-10-19T06:35:56","slug":"review-record-of-ragnarok-bukan-sekadar-anime-dewa-adu-jotos-dengan-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/review-record-of-ragnarok-bukan-sekadar-anime-dewa-adu-jotos-dengan-manusia\/","title":{"rendered":"Review &#8216;Record of Ragnarok&#8217;: Bukan Sekadar Anime Dewa Adu Jotos dengan Manusia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa pekan lalu jagad dunia anime sedang ramai-ramainya dengan anime baru yang sangat fenomenal serta sensasional. Kalau biasanya anime itu, utamanya genre aksi atau petualangan, melawan musuh yang masih dibilang &#8220;standar,&#8221; anime ini antagonisnya adalah &#8220;tuhan&#8221; atau kita sebut dewa saja. Biar lebih aman, wqwqwq. Anime tersebut berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Record of Ragnarok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau judul asli dalam bahasa Jepangnya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shuumatsu no Valkyrie<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Di sini, saya mau menulis review\u00a0<em>Record of Ragnarok.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anime ini bercerita tentang &#8220;kompetisi&#8221; pertarungan antara dewa dengan manusia untuk menentukan nasib eksistensi manusia. Apakah manusia layak untuk tetap eksis di dunia? Semua itu ditentukan oleh pertandingan yang disebut &#8220;Ragnarok.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya para dewa ini ingin langsung melenyapkan manusia saja, namun karena provokasi yang dilakukan oleh seorang Valkyrie bernama Brunhilde, maka nasib manusia ditentukan lewat pertarungan tersebut. Petarung terkuat dari kalangan dewa akan bertarung dengan petarung terkuat dari kalangan manusia. Hasil pertandingan tersebut akan menentukan nasib umat manusia selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Record of Ragnarok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang rilis dari bulan lalu ini adalah serial original dari Netflix yang diadaptasi dari manga berjudul sama. FYI, anime ini adalah ONA (Original Net Animation) yang rilis dan tayang di internet saja. Konsep yang jarang dari sebuah serial anime, bukan. Entah kerja sama atau bukan, yang pasti serial ini digarap oleh studio bernama Graphinica yang juga menggarap anime adaptasi light novel berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Juni Taisen: Zodiac War.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau secara visual, studio Graphinica memang lebih proper dan ahli dalam membuat animasi tiga dimensi, jadi beberapa tampilan anime ini agak mix dengan versi CGI dari karakter yang ada di dalamnya. Meski begitu, walaupun tiga dimensi sering bikin aneh dan mengecewakan, tapi ini anime malah jadi sangar banget. Komposisi campuran dua dan tiga dimensi malah justru membuat puas mata. Asli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vibes seperti ini sebenarnya sudah pernah saya rasakan juga dari anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Juni Taisen: Zodiac War<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tadi saya sebutkan, sebab satu studio kan. Namun, kelihatannya untuk anime yang satu ini peningkatan kualitas visual sangat signifikan sih, ya. Harus deh kayaknya, wong serial original dari Netflix.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ouh iya, karena dari tadi saya sebutkan kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Record of Ragnarok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah serial anime original Netflix, maka anime ini jelas tersedia di Netflix kawan-kawan. Kalau mau streaming di tempat lain, ya, tanggung jawab masing-masing saja itu mah. Saya nggak ngajak, menyarankan, atau nyuruh. Musim pertama dari anime ini berjumlah 12 episode saja, tapi alur cerita agak lebar dan lebih detail dari manganya. Mengingat satu musim hanya ada tiga pertandingan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi anime ini memang bangsat sih, kalau kamu orang yang merasa sensitif dengan isu agama mending jangan nonton ini. Coba tokoh-tokoh yang &#8220;suci&#8221; di sini malah pada adu jotos dengan dewa atau penciptanya. Adam (tokoh yang sering muncul dalam berbagai kitab suci, utamanya agama samawi, dan dipercaya sebagai manusia pertama) adu jotos sama Zeus. Bajingan. Eh, spoiler alert hehehe. Di India saja, anime ini dilarang<\/span><a href=\"https:\/\/style.tribunnews.com\/2021\/06\/23\/anime-record-of-ragnarok-diblokir-dari-netflix-india-ini-penyebabnya-penuh-kontroversi\"> <span style=\"font-weight: 400;\">tayang<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Untung Indonesia lagi banyak isu, kalau nggak, mungkin rame juga kali ya (?).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi terlepas dari ranah teologi, anime ini juga sangat menarik karena membuat kita jadi harus &#8220;kepo&#8221; dan baca-baca ulang. Wong kebanyakan dewanya dari mitologi kuno, terus banyak tokoh-tokoh sejarah yang menjadi karakter di dalam anime ini. Mau itu karakter utama sampai sampingan. Istilahnya nih, tiap chapter bikin kamu buka Wikipedia buat tahu latar belakangnya. Tokoh macam Lu Bu emang udah terkenal, tapi saya yakin Sasaki Kojiro bukan tokoh yang familiar. Setidaknya bagi saya sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kita memandang dari perspektif sejarah, anime ini alus pisan. Apalagi, karakter petarung manusianya sungguh keren dan saya kenal dari kecil. Oleh karena alasan kagum dari kecil itulah, saya jadi tertarik dengan sejarah. Aduhhh, buat saya sih nonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Record of Ragnarok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jadi kayak nostalgia dan double karena ada sejarahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dibandingkan dengan manga, alur cerita memang sangat jauh sekali sih ya. Lalu, detail dalam anime jauh lebih lengkap, tapi tetap ada miss juga sebenarnya kalau nggak baca manganya. Overall, anime ini masih bisa dinikmati tanpa harus baca manganya. Tapi, ya, kalau mau baca manganya silahkan. Kalau nggak salah, sudah ada juga manga resmi di Gramedia. Kalau nggak salah.<\/span><\/p>\n<p>Setelah saya tulis panjang review <em>Record of Ragnarok<\/em> ini, saya perlu ngasih skor untuk anime ini. Skornya adalah 8\/10, alias highly recommended gas!!!<\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=8sS0n_clx-M\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ito Rogu<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/misteri-di-balik-kemunculan-kozuki-oden-review-one-piece-chapter-1007\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Misteri di Balik Kemunculan Kozuki Oden: Review \u2018One Piece\u2019 Chapter 1007\u00a0<\/a><\/b><b>dan artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nasrullah-alif\/\"><b>Nasrulloh Alif Suherman<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anime Record of Ragnarok yang rilis dari bulan lalu ini adalah serial original dari Netflix yang diadaptasi dari manga berjudul sama.<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":127819,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908],"tags":[2775,11663,12111,199,2363,12112,11563,12109,12110],"class_list":["post-127812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","tag-anime","tag-anime-terminal","tag-dewa","tag-manusia","tag-netflix","tag-nordic","tag-ragnarok","tag-record-of-ragnarok","tag-shuumatsu-no-valkyrie"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127812"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127812\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/127819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}