{"id":127611,"date":"2021-07-01T09:00:31","date_gmt":"2021-07-01T02:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=127611"},"modified":"2021-10-19T13:44:06","modified_gmt":"2021-10-19T06:44:06","slug":"tokoh-park-jae-uhn-di-drakor-nevertheless-layak-dapat-gelar-buaya-tingkat-dewa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tokoh-park-jae-uhn-di-drakor-nevertheless-layak-dapat-gelar-buaya-tingkat-dewa\/","title":{"rendered":"Tokoh Park Jae Uhn di Drakor &#8216;Nevertheless&#8217; Layak Dapat Gelar Buaya Tingkat Dewa"},"content":{"rendered":"<p>Mungkin banyak dari kita yang sudah tahu bahwa dalam kehidupan nyata, buaya adalah hewan yang setia. Ia selalu melindungi pasangan serta telur mereka dari ancaman para predator. Bahkan, seekor buaya jantan tidak akan kawin lagi atau cari pasangan lain jika si betina mati terlebih dahulu. Namun apa daya, label \u201cbuaya\u201d telah kadung disematkan pada laki-laki gombal, rayu sana, rayu sini, dan tak bisa setia ke satu hati. Soal ini, Park Jae Uhn, tokoh pada drakor <em>Nevertheless<\/em> sangat amat layak untuk mendapat gelar buaya tingkat dewa.<\/p>\n<p><em>Nevertheless<\/em> adalah drama korea yang diadaptasi dari webtoon populer dengan judul yang sama. Tayang sejak 19 Juni 2021, <em>Neverthess<\/em> dibintangi oleh Song Kang dan Han So-hee. Akang Song Kang yang konon senyumnya bisa bikin perempuan tersongkang-songkang ini memang lagi sering banget wira-wiri di drakor. Baru kemaren liat dese galau gegara aplikasi cinta di <em>Love Alarm 2,<\/em> trus jadi balerina di <em>Navillera<\/em>, eh, sekarang jadi buaya di <em>Nevertheless.<\/em> Kalau Han So-Hee, ah, mbak cantik yang pernah jadi pelakor di <em>The World of The Married<\/em> ini, kelihatan fresh banget di <em>Nevertheless.<\/em> Apa gara-gara potongan rambutnya, ya?<\/p>\n<p>Jadi ceritanya, <em>Nevertheless<\/em> ini berkisah tentang Yoo Na Bi (diperankan Han So Hee) dan Park Jae-Uhn (diperankan oleh Song Kang). Keduanya sama-sama mahasiswa di jurusan seni. Yoo Na Bi adalah tipe cewek yang sering mempertanyakan tentang (((hakekat cinta))). Bahkan dia cenderung tidak percaya dengan cinta. Namun, dia juga pengin pacaran! Aneh, kan? Ya, kayak kalian, lah, gabung ke Indonesia Anti Pacaran tapi tetap nyepik juga. Ups.<\/p>\n<p>Kalau Park Jae-Uhn, dia tipe cowok yang senang memperlakukan perempuan dengan manis bahkan cenderung menggoda. Sayangnya, perlakuan dia tidak hanya berlaku untuk satu perempuan tapi ke banyak perempuan. Bosoknya lagi, walaupun seneng ndeketin cewek, sampai kissing segala, dia tidak pernah mau terikat dalam hubungan pacaran. Have fun aja sih dia, mah. Fix. Dia buaya. Buaya level dewa.<\/p>\n<p>Namun, cara buaya Park Jae Uhn PDKT ini memang halus dan terkesan tulus banget, sih. Ini membuat perempuan macam Yoo Na Bi berpikir kalau si laki memiliki perasaan istimewa ke dia, dan hanya dia. Lihat saja bagaimana ketika Park Jae Uhn diam-diam mencuri pandang, caranya melempar senyum, dan perhatian-perhatian kecil seperti ketika Park Jae Uhn memakaikan jaket ke pinggang Yoo Na Bi demi menutupi Yoo Na Bi yang datang bulan saat dia tidak pakai pembalut. Atau ketika Park Jae Uhn menyebut kata &#8220;cantik&#8221; tapi matanya memandang ke arah Yoo Na Bi. Haish, perempuan mana yang tidak GR karenanya? Beneran halus, Gan. Bukan yang sok-sokan lempar gombal-gombalan macam, \u201cBapak kamu tukang sate, ya? Pantas kamu sukses membakar hatiku.\u201d Ih, gelay~<\/p>\n<p>Menonton drakor ini memang sukses membuat saya ingin memberikan mahkota Buaya Tingkat Dewa of The Year pada Park Jae Uhn alias Song Kang. Namun, ada satu momen saat saya mempertanyakan siapa yang sebenar-benarnya menyebalkan dalam drakor <em>Nevertheless<\/em> ini? Park Jae Uhn yang mengumbar perhatian pada setiap perempuan hingga membuat mereka merasa jadi makhluk yang paling istimewa? Atau Yoo Na Bi yang dengan mudahnya luluh karena diberi perhatian?<\/p>\n<p>Hingga kemudian, benang kusut itu sedikit terurai. Rasa sebal itu tidak selayaknya disematkan untuk Park Jae Uhn. Tidak pula untuk Yoo Na Bi. Namun, pada saya yang sudah buang waktu dan kuota demi nonton drama bucin yang sebenarnya \u201cB\u201d aja ini! Sem!<\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=zhNGs38kSa8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">YouTube My Kdrama<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-alur-dalam-sitkom-so-not-worth-it-yang-mematahkan-stereotip-drama-korea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>3 Alur dalam Sitkom \u2018So Not Worth It\u2019 yang Mematahkan Stereotip Drama Korea<\/strong> <\/a><b><\/b><b>dan<\/b><b>\u00a0artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dyan-arfiana-ayu-puspita\/\"><b>Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menonton drakor &#8216;Nevertheless&#8217; ini memang sukses membuat saya ingin memberikan mahkota Buaya Tingkat Dewa of The Year pada Park Jae Uhn alias Song Kang.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":127650,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12907],"tags":[12088,12087],"class_list":["post-127611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","tag-drama-korea-hiburan-terminal","tag-nevertheless"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127611"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127611\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/127650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}