{"id":127366,"date":"2021-06-29T09:00:38","date_gmt":"2021-06-29T02:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=127366"},"modified":"2021-06-29T07:14:51","modified_gmt":"2021-06-29T00:14:51","slug":"dpr-pemburu-sunrise-wakil-rakyat-yang-nir-empati-dan-kita-yang-pelupa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dpr-pemburu-sunrise-wakil-rakyat-yang-nir-empati-dan-kita-yang-pelupa\/","title":{"rendered":"DPR &#8216;Pemburu Sunrise&#8217;: Wakil Rakyat yang Nir-Empati dan Kita yang Pelupa"},"content":{"rendered":"<p>Grup WhatsApp Karang Taruna kembali geger siang ini. Grup yang dijadikan sebagai jejaring informasi bagi warga selama masa pandemi ini, semalaman riuh gegara anak Pak Kamitua kembali positif corona sepulang berplesir ke Bali. Semalaman Cak Narto ngedem-ngedemi para pemuda desa yang geram setelah warung Yu Marmi, tempat mereka biasa menghabiskan waktu, ditutup lagi karena dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran virus sialan itu.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klunthing<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026 Kanapi meneruskan sebuah gambar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kepceran <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dari postingan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> salah seorang anggota DPR RI dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kepsyen, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMBOKNE ANCUK\u201d. Ya, persis seperti itu. Capslock semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekesalan Kanapi jelas beralasan. Pasalnya, gambar anggota DPR RI (yang terhormat) bersama koleganya itu tampak berkumpul santai di Bali dengan latar sebuah gunung berawan, tidak menjaga jarak, tidak menggunakan masker, dan ditempeli <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kepsyen <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPemburu Sunrise\u201d. Kanapi, yang ekonomi keluarganya babak belur akibat menuruti imbauan #diRumahSaja itu, terang saja <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">muntab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa lagi, Pi?\u201d balasan Pardi dengan diiringi emotikon manusia kuning <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nyengir<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Mereka berdua memang kerap saling menggoda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGaes\u2026 minta tolong ya jempolnya diatur. Di grup ini ada Pak Babinsa sama Pak Babinkamtibmas, lho\u2026UU ITE, Gaes\u2026\u201d saya menimpali. Tentu saja maksud saya menyindir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">*Pak Sunoto Babinsa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">is typing.\u2026<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">*<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wah\u2026 saya ketar-ketir, jangan-jangan dua nama yang saya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mention <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">barusan tersinggung dan menguliahi seisi grup, seperti ketika tempo hari Pardi bilang corona ini konspirasi elite global. Buru-buru saya mau menghapus komentar saya itu. Namun, balasan Pak Sunoto hanya sebuah stiker gambar Kim Jong Un meneropong dengan keterangan, \u201cIzin memantau, Ndan\u201d. Lega hati saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Amit sewu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, Pak Babin\u2026\u201d kalau Kanapi sudah mengawali dengan uluk salam seperti itu biasanya akan panjang kalimatnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPostingan dari seorang anggota dewan seperti inilah yang membuat Pardi sempat percaya bahwa covid ini konspirasi global, Pak. Kita ini dari awal corona disuruh di rumah, ya nurut. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Wong<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> keluar paling juga ke sawah atau ke pasar, keluar kota paling banter kalau ziarah wali atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">iring-iring manten. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak disuruh sekolah dari rumah dan kami pontang-panting jadi guru dadakan, ya kami jalani. Disuruh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lockdown <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">desa secara mandiri juga sudah kita laksanakan. Lha ini di tengah gelombang covid yang menggila lagi kok ya ada anggota DPR yang posting foto nir-empati seperti itu.\u201d Saya bisa membayangkan kekesalan kawan saya ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKan mereka sudah divaksin, Pi\u2026 Ya, kan, Pak Babin?\u201d balas Pardi singkat sambil me-mention sosok kepanjangan tangan pemerintah itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBetul, Bapak-bapak! Anggota DPR dan para pejabat sudah divaksin sejak awal tahun ini. Jadi mungkin semua orang yang di foto itu sudah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">secure.\u201d <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Sunoto membalas dengan sangat diplomatis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJustru itu, Pak. Karena mereka ini sudah mendapatkan privilese vaksinasi lebih awal ketimbang kami-kami, rakyatnya yang diwakili ini, membuat postingan itu semakin nir-empati, Pak. Arogan, kalau boleh saya bilang. Beliau itu apa nggak mikirin perasaan kami yang di desa berjibaku untuk bertahan hidup di tengah pandemi seperti ini? Bagaimana perasaan ibu-ibu yang tidak kunjung bertemu dengan anaknya yang bertahun merantau karena penyekatan-penyekatan di kota besar itu. Nanti kalau ada gelombang baru penyebaran covid bolak-balik rakyat terus yang disalahkan. Tidak menerapkan prokes, katanya.\u201d Kanapi memberondong grup dengan kalimat-kalimat panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klunthing\u2026 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Priyono, yang seorang Babinkamtibmas itu, mengirimkan sebuah tautan berita dari portal media online dengan judul, \u201cSandiaga: Work From Bali Bukan Pemicu Peningkatan Kasus Covid-19.\u201d Grup hening beberapa saat. Tampaknya semua anggota grup sedang membaca berita itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejurus kemudian *Pak Pri Polsek <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">is typing<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">*\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBapak-bapak d<\/span>an Mas-mas sekalian yang budiman, Pemerintah melalui Pak Sandiaga Uno, Menparekraf, telah mencanangkan program Work from Bali (WFB) sebagai program untuk menstimulus ekonomi pariwisata saudara-saudara kita di Bali, di tengah Pandemi Covid-19. Di tautan yang saya kirim di atas, bapak-bapak semua bisa lihat bahwa pemerintah kita sangat peduli dengan kondisi perekonomian masyarakat. Kebijakan WFB itu telah melalui serangkaian kajian mendalam. Jadi kehadiran anggota DPR kita di Bali bersama koleganya tersebut merupakan bentuk endorsement dari legislatif untuk bahu-membahu menyukseskan program dari pemerintah juga.\u201d<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Pri mengakhiri penjelasannya dengan sebuah emotikon tangkupan dua tangan khas para birokrat yang penuh kesantuan. Kemudian Pak Pri menambahkan, \u201cBtw, Mas Kanapi apa sudah mendapatkan izin ybs untuk menyebar tangkapan layar di atas? Hati-hati pencemaran nama baik ya, Mas.\u201d *emotikon senyum*<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Modyarrr kamu, Pi! <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Batin saya. Beberapa detik kemudian postingan Kanapi tadi telah dihapus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaaf, Pak. Matur suwun sudah diingatkan,&#8221; balas Kanapi kemudian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Grup hening lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi dasar Cak Narto, iya tak tahan untuk menggoda dua orang penegak hukum itu dengan pertanyaan retoris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ooo\u2026 jadi kalau sudah divaksin boleh kumpul-kumpul ya, Pak? Boleh liburan? Boleh lepas masker di kerumunan?\u201d pertanyaan Cak Narto menohok. Saya senyum-senyum sambil khawatir mengikuti <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rasan-rasan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di grup ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYo <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ndak gitu, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Cak. Mereka itu kan bukan orang sembarangan. Tujuannya juga mulia, untuk memberikan pesan kepada masyarakat bahwa unsur-unsur pemerintahan saling mendorong program pemulihan ekonomi, pariwisata khususnya. Ada motif politis di balik postingan foto itu. Lagian, Cak, mereka pasti melepas masker hanya untuk kebutuhan berfoto. Beberapa detik saja itu, Cak,\u201d balas Pak Noto Babinsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c\u2026jadi kalau untuk kebutuhan foto si virus bisa minggir sejenak ya, Pak? Baru tahu saya, Pak. Kalau sudah divaksin lantas mereka tidak punya potensi nulari orang lain yang belum vaksin gitu, Pak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">*Pak Sunoto Babinsa &amp; Pak Pri Polsek<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> is typing\u2026<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">*\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, beberapa saat kemudian keterangan itu hilang. Beliau berdua pasti sedang mencari referensi yang bagus untuk menjawab pertanyaan Cak Narto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum sempat balasan dari kedua orang itu muncul di grup, Cak Narto sudah meluncurkan kalimatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGini lho, Pak. Saya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngerti<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> betul apa yang dirasakan Kanapi dan temen-temen di grup ini, juga perasaan warga desa kita pada umumnya. Kami, rakyat, di desa, di pinggiran-pinggiran kota, bahkan di tengah-tengah kota, tidak benar-benar merasakan kehadiran pemerintah selama pandemi ini. Justru kami disuguhi drama-drama absurd tak berkesudahan. Mulai maju-mundur <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lockdown, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang akhirnya kami harus melakukannya secara mandiri. Kemudian ketika terjadi, itu sudah terlambat dan virus sudah menyebar sampai ke pelosok negeri.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">*Cak Narto <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">is typing*<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBelum lagi tentang geger inakurasi data pasien2 covid, yang katanya dimanipulasi itu, Pak. Belum lagi berita tentang BUMN bidang kesehatan yang menggunakan alat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rapid test <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bekas. Tentu ini ulah oknum ya, Pak. Hehehe.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBelum lagi gonjang-gajing korupsi bansos covid. Belum lagi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rerasan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tentang gelontoran dana APBN untuk mendanai selebriti dan mengendorse wisata di Bali, yang kemudian dianulir ketika masyarakat ramai-ramai pesan hotel dan tiket pesawat ke sana. Belum lagi, oknum pejabat yang tetap menyelenggarakan acara yang menimbulkan kerumunan dan tidak ada tindak lanjutnya\u2026 dan masih banyak lagi, Pak!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nggak apa-apa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, Pak. Saya tahu bahwa Pak Noto dan Pak Pri <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sak dermo <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menjalankan amanah dari komandan. Untuk menjaga supaya tidak ada kegaduhan di masyarakat. Dan pa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">njenengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tidak perlu khawatir. Kami ini, rakyat Indonesia, semacam diberkati oleh yang maha kuasa dengan kemampuan cepat marah tetapi nanti juga cepat lupa. Jadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ndak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perlu panjenengan laporan ke Pak Kapolsek atau Danramil, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">njih, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Arek-arek<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0di sini cuma semacam putus asa dan harus menyalurkan energi kemarahan ini. Nggak ada tendensi mencemarkan nama baik seseorang apalagi pejabat. Nanti, setelah ada klarifikasi dari Pak DPR RI tersebut, ar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ek-arek<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0ini juga lupa sendiri, Pak. Kami ini rakyat pelupa yang sejati, Pak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa menit kemudian banjir stiker dan meme seronok di grup itu. Tampaknya semua orang sudah lupa dengan foto nir-empati itu. Keriuhan di medsos m<\/span>emang tidak pernah signifikan bagi kami orang kampung. Kami sudah terlatih berjuang bertahan hidup sendiri. Bergotong royong dengan sesama. Ada atau tidaknya pemerintah tak pernah terasa berpengaruh bagi kami.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-saya-ketika-menjadi-fans-dpr-ri-biasmu-siapa-hyung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suka Duka Saya Ketika Menjadi Fans DPR RI. Biasmu Siapa, Hyung?<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/suwatno\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Suwatno<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gambar anggota DPR RI bersama koleganya itu tampak berkumpul santai di Bali, tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker.<\/p>\n","protected":false},"author":1529,"featured_media":127408,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[5468,3372,11643,12066],"class_list":["post-127366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-covid-19","tag-dpr","tag-pojok-tubir-terminal","tag-work-from-bali"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1529"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127366"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127366\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/127408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}