{"id":12702,"date":"2019-09-09T12:15:55","date_gmt":"2019-09-09T05:15:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=12702"},"modified":"2019-09-16T13:27:51","modified_gmt":"2019-09-16T06:27:51","slug":"pb-djarum-jangan-pamit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pb-djarum-jangan-pamit\/","title":{"rendered":"PB Djarum Jangan Pamit, Masih banyak Anak-anak yang Ingin Mengejar Mimpi Mereka"},"content":{"rendered":"<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">11 tahun belakangan, saya bergaul begitu intensif dengan anak-anak di penjuru negeri. Mulai dari Sumatra hingga Papua. Saya bisa begitu karena berkesempatan menjadi sukarelawan guru di lembaga yang bergerak di bidang pendidikan untuk masyarakat adat dan kaum marjinal<\/span>.<\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Dari sana, alih-alih menjadi guru pengajar bagi anak-anak yang tinggal di tempat saya bertugas, saya malah banyak belajar dari masyarakat, terutama dari anak-anak rekan belajar saya di wilayah tempatan. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Dari sekian banyak hal yang saya pelajari dari anak-anak di penjuru negeri, ada dua yang ingin saya garis bawahi, ini karena ada kaitannya dengan beasiswa bulutangkis PB Djarum yang kabarnya selesai hingga tahun ini saja. Dan saya sedih.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Pertama, dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebahagiaan-anak-anak-desa-di-malam-lebaran\/\">anak-anak<\/a>, saya belajar bagaimana cara paling mudah dan cara paling menyenangkan untuk bisa berbahagia. Hal-hal kecil tak terduga, dengan begitu indah mereka jadikan perkakas untuk meraih bahagia. Batu, kayu, sungai, ranting, apa saja, bisa mereka jadikan perkakas. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Keterbatasan, tidak terlalu menjadi halangan bagi anak-anak untuk meraih bahagia. Mereka begitu mudahnya meraih itu, bersenang-senang dan berbahagia. Tentu saja saya iri dibikin mereka.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Pada dua kesempatan berbeda, di dua desa, satu di Jawa Tengah, satu di Jawa Timur, saya pernah melihat anak-anak asyik bermain bulu tangkis tanpa raket memadai. Mereka mengganti raket dengan tripleks yang dipotong sedimikian rupa. Bersenang-senang dengannya.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Saya lantas sempatkan diri mengajak mereka berbincang. Ada enam anak yang saya ajak berbincang. Mereka lantas menceritakan impian-impian yang hendak mereka raih kelak. Dua di antaranya, ingin jadi atlet bulu tangkis.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Pelajaran kedua yang saya dapat dari anak-anak, setelah cara mudah mereka meraih bahagia, adalah bagaimana mereka merumuskan mimpi-mimpi yang hendak mereka raih di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Berbeda dengan poin pertama, bagaimana anak-anak mencari kebahagiaan cepat dengan mudah, yang nyaris tanpa hambatan berarti, untuk mengejar impian itu bisa terwujud, ada beberapa hal yang menjadi kendala anak-anak meraih impiannya. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Kendala-kendala itu: 1. Faktor geografis 2. Faktor ekonomi 3. Faktor waktu luang.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Ada anak-anak yang terkendala meraih mimpinya karena mereka berada pada wilayah geografis yang kurang menguntungkan. Di negeri ini, ada banyak profesi yang menjadi impian anak-anak yang cara untuk meraihnya, cuma bisa di tempat-tempat terbatas saja. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Kendala kedua, dan ini menjadi kendala yang paling banyak menjadi penghalang mereka meraih mimpinya, adalah faktor ekonomi yang kurang menguntungkan mereka. Mereka berasal dari keluarga yang pas-pasan saja. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Sedang ada banyak impian yang dicita-citakan anak-anak, sayangnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk itu.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Faktor ketiga, adalah kurangnya waktu luang yang tersedia untuk anak-anak dalam mengejar mimpi mereka. Ini terutama untuk anak-anak yang memiliki minat khusus semisal ingin jadi atlet olahraga, musisi, seniman, dll yang kurang diakomodasi sekolah formal. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Waktu mereka tersita hampir seluruhnya untuk belajar di sekolah. Ada sedikit waktu luang, kurang terlalu maksimal karena anak-anak sudah kelelahan di sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Namun begitu, ada segelintir orang baik yang berusaha mengakomodasi anak-anak agar impian mereka bisa terwujud. Anak-anak terbantu oleh mereka yang rela menyediakan ragam bentuk fasilitas agar anak-anak bisa meraih cita-citanya.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Satu dari segelintir itu, adalah apa yang sudah dilakukan oleh PB Djarum pada program beasiswa bulutangkis. Sudah bertahun-tahun PB Djarum mengucurkan dana untuk membentuk atlet-atlet berprestasi di bidang bulutangkis. Mendekatkan anak-anak beberapa langkah dengan mimpi mereka. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Bukan satu, bukan dua, namun PB Djarum memangkas ketiga faktor penghambat anak-anak dalam meraih mimpi mereka. Tiga faktor yang sudah saya tulis di atas.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Mereka membangun asrama dan pusat pelatihan bulutangkis terbaik di Indonesia. Anak-anak peraih beasiswa, gratis mendapat pelayanan terbaik di asrama dan memanfaatkan fasilitas terbaik di sana. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Uang saku ada, dan bermacam dana lainnya disediakan sehingga orang tua anak-anak itu sama sekali terbebas dari memikirkan biaya yang mahal. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Pendidikan formal juga disediakan. Sehingga anak-anak yang mendapat beasiswa bulutangkis juga wajib sekolah formal. Pihak PB Djarum yang mengatur jadwal belajar di sekolah dan latihan bulutangkis. Kendala waktu luang, dengan ini juga teratasi.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Dari keberadaan PB Djarum, anak-anak era 70an macam Lim Swie King, hingga era 2000an macam Kevin Sanjaya, terbantu meraih mimpinya menjadi atlet nasional bulu tangkis yang mengharumkan nama negara. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Selain dua nama yang mewakili generasi paling awal dan paling akhir dari PB Djarum yang berhasil mengharumkan nama Indonesia, masih ada banyak nama lagi. Ada Alan Budikusuma, Haryanto Arbi, Ahsan, beberapa di antaranya.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Ada ribuan anak-anak yang bermimpi bisa menjadi atlet bulutangkis, dan sudah belasan tahun ribuan anak itu mengharap impian mereka bisa terwujud lewat beasiswa bulu tangkis PB Djarum. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Mereka berlatih tekun dan keras agar bisa meraih kuota yang masuk program beasiswa bulutangkis PB Djarum. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Sayangnya, dan saya sedih untuk ini. Beasiswa itu berakhir di tahun ini. Tahun depan, sudah tak ada lagi beasiswa bulutangkis PB Djarum yang membantu banyak anak sekaligus mengharumkan prestasi bulutangkis negeri ini di kancah Internasional. <\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Ini terjadi karena ulah aneh KPAI yang memprotes beasiswa ini dengan alasan eksploitasi anak. Aneh. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pea\/komen\/kepsuk\/kpai-sudah-berbuat-dosa-kepada-bangsa-ini\/\">Kalian sungguh aneh, KPAI.<\/a> (*)<\/span><\/p>\n<p><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\">Sebagai penutup, saya cuma berharap, <\/span><span class=\"r-18u37iz\"><a class=\"css-4rbku5 css-18t94o4 css-901oao css-16my406 r-1n1174f r-1loqt21 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\" dir=\"ltr\" role=\"link\" href=\"https:\/\/twitter.com\/hashtag\/PBDjarumJanganPamit?src=hashtag_click\" data-focusable=\"true\">#PBDjarumJanganPamit<\/a><\/span><span class=\"css-901oao css-16my406 r-1qd0xha r-ad9z0x r-bcqeeo r-qvutc0\"> Agar anak-anak yang memang membutuhkan bantuan, masih bisa mengejar mimpinya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<\/strong> <a class=\"link link--forsure\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/djarum-itu-rokok-atau-alat-menjahit\/\">Djarum Itu Rokok atau Alat Menjahit?<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/haryo-setyo-wibowo\/\">Fawaz Al Batawy<\/a> lainnya. Follow Twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/fawazisme\">Fawaz Al Batawy<\/a>.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a> ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PB Djarum adalah satu dari segelintir orang baik yang berusaha mengakomodasi anak-anak agar impian mereka terwujud melalui pembinaan yang mereka lakukan.<\/p>\n","protected":false},"author":275,"featured_media":12706,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3179,1060,3178,3175],"class_list":["post-12702","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-beasiswa-djarum","tag-bulu-tangkis","tag-kpai","tag-pb-djarum"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12702","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/275"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12702"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12702\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}