{"id":126595,"date":"2021-06-27T13:07:26","date_gmt":"2021-06-27T06:07:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=126595"},"modified":"2021-08-29T22:13:22","modified_gmt":"2021-08-29T15:13:22","slug":"sisipan-iklan-layanan-masyarakat-di-dua-sinetron-prime-time-andalan-rcti-ramashok-blas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisipan-iklan-layanan-masyarakat-di-dua-sinetron-prime-time-andalan-rcti-ramashok-blas\/","title":{"rendered":"Sisipan Iklan Layanan Masyarakat di Dua Sinetron Prime Time Andalan RCTI Ramashok Blas!"},"content":{"rendered":"<p>Ada yang berbeda pada tayangan sinetron di stasiun televisi RCTI belakangan ini. Sebagai seorang yang sampai dengan saat ini masih menikmati sinetron, mudah sekali untuk menemukan satu hal yang ganjil dalam sinetron. Yaitu adanya Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang disisipkan ke dalam sinetron.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ILM tersebut berupa ajakan untuk menaati protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilisasi, ya gitu-gitu lah. Hal itu terasa mengganjallantaran biasanya iklan di sinetron berasal dari produk-produk semacam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-adalah-salah-satu-korban-iklan-mi-instan-lemonilo-yang-ternyata-rasanya-bikin-kecewa\/\">Mi Lemonilo<\/a>, Roma Wafello, Tolak Linu, hingga Parfum Casablanca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tak pernah menyangka kalau sinetron <em>Ikatan Cinta<\/em> akan ada ILM kayak gitu di dalam salah satu adegannya. Ya mungkin karena tim kreatif <em>Ikatan Cinta<\/em> sadar kali setelah beberapa waktu lalu sempat didenda lantaran menciptakan kerumunan di lokasi syuting. Memasukkan iklan layanan masyarakat protokol kesehatan ke dalam sinetron <em>Ikatan Cinta<\/em> boleh jadi memberikan pesan bahwa sinetron ini mengedukasi masyarakat, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengedukasi sih, cuman ILM-nya itu lho nanggung banget. Ini kalian kalau nonton pasti akan mangkel setengah mampus. Kok bisa-bisanya sekelas RCTI bikin iklan layanan masyarakat di televisi tapi sebatas verbal saja? Dan ajaibnya, ini ada di sinetron prime time andalan RCTI, <em>Ikatan Cinta<\/em> dan <em>Amanah Wali 5<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, konsep ILM-nya begini. Dibikin adegan, ada satu tokoh yang merisaukan kondisi pandemi, kemudian ada dua sampai tiga tokoh lain menasihati si tokoh yang risau tadi untuk menerapkan protokol kesehatan. Lucunya, dalam ILM tersebut, terutama di <em>Ikatan Cinta<\/em> tak ada satu orang pun yang menerapkan protokol kesehatan, meski itu sekadar pakai masker. Nasihat tersebut secara verbal saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara di sinetron <em>Amanah Wali 5<\/em>, sih, masih lumayan, ada satu tokoh yang pakai masker. Tapi tokoh-tokoh lainnya yang tampil di ILM tersebut nggak pakai masker. Dan lucunya, si tokoh yang pakai masker ini justru melepas maskernya. Kan aneh banget gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akan memaklumi kalau iklan layanan masyarakat itu hanya mengudara di radio. Toh, dengan sifat auditifnya, orang yang mendengarkan radio nggak tahu kalau pengisi suara ILM beneran mempraktikkan protokol kesehatan atau nggak. Kalau nggak, tiada masalah, karena yang dibutuhkan oleh pendengar radio hanya pesan verbal atau suaranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha ini di televisi. Sekali lagi, televisi. RCTI itu, kan, stasiun televisi, tho? Kepanjangannya saja sudah jelas Rajawali Citra Televisi Indonesia. Masa nggak ngerti, sih, kalau televisi itu media audiovisual? Okelah, mungkin kru-kru kreatif itu kelewat kaget mendapat instruksi dari pimpinan buat bikin ILM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya curiga, sinetron-sinetron itu nggak niat bikin ILM. Yang penting sinetron tayang, di dalamnya ada ILM, dan pesannya tersampaikan, selesai. Perkara yang disampaikan sekadar pesan verbal, bodo amat. Gitu bukan, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baiklah, biar saya perkecil dulu sasaran &#8220;tembak&#8221; saya kali ini. Barangkali tak elok rasanya menyalahkan RCTI sepenuhnya. Karena ILM itu ada di masing-masing sinetron, yang tentu saja itu terserah si yang bikin sinetron mau dibikin kayak gimana. Dua sinetron yang tayang di jam prime time, <em>Ikatan Cinta<\/em> dan <em>Amanah Wali 5<\/em>\u00a0tentu punya tanggung jawab moral yang besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya pernah mendapat kritik tajam dari para pengamat televisi dadakan (baca: netizen) karena lalai menyampaikan pesan untuk menerapkan protokol kesehatan. Terutama sinetron <em>Ikatan Cinta<\/em> yang bahkan pernah didenda. Maka, boleh wajar saja kalau pekerja di balik kedua sinetron itu kelabakan untuk bikin ILM di dalam sinetron.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecepatan menemukan ide pun membuat dua sinetron ini akhirnya menyisipkan ILM berdurasi beberapa detik di adegan tertentu. Entah karena idenya yang ngaco atau eksekusinya yang berantakan, melihat ILM itu, saya justru seperti diajak untuk ikut menasihati orang lain terus-menerus, tanpa harus menaati protokol kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh ini, beberapa kali saya menonton ILM, entah di YouTube atau televisi, tbaru kali ini saya menonton ILM yang nggak ILM. ILM di dalam dua sinetron prime time andalan RCTI itu\u2014kalau ingatan saya nggak bertempur\u2014adalah ILM paling ngawur dan nggak jelas yang pernah saya tonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semestinya pesan di dalam ILM tersebut harus jelas, nggak cuma audio doang. Harus ada visualisasinya pula. Tim kreatif <em>Ikatan Cinta<\/em> dan <em>Amanah Wali 5<\/em> yang nggak kreatif-kreatif amat itu bisa nih belajar sama tim-tim dari sinetron <em>Tukang Ojek Pengkolan<\/em> atau sinetron televisi sekandung, <em>Kembalinya Raden Kian Santang<\/em>\u00a0di MNCTV.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Kembalinya Raden Kian Santang<\/em> menayangkan ILM protokol kesehatan saat menjelang jeda komersial. Jadi dibikin adegan putra-putri Prabu Siliwangi berkumpul, kemudian salah satunya meminta yang lain jaga jarak disertai kalimat ajakan dari Raden Kian Santang alias Alwi Assegaf. Lalu ditutup dengan memakai masker bersama yang entah bagaimana masker Sensi bisa sampai ke Padjajaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan di sinetron <em>Tukang Ojek Pengkolan<\/em> justru masuk ke dalam cerita. Di mana setting waktu dalam sinetron dibikin sedang pandemi juga. Tapi konsep begini nggak mungkin bisa ditiru <em>Amanah Wali 5<\/em> atau <em>Ikatan Cinta<\/em>. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, jika setting-nya dibikin saat pandemi dan semuanya diminta jaga jarak bakal repot. Bisa-bisa Wiyanti (istrinya Apoy dalam sinetron), Mbak Andin, dan Elsa nggak bakalan bunting karena harus menjaga jarak. Mimik wajah sok cool-nya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dengan-ilmu-dramaturgi-mas-al-dan-mbak-andin-sukses-bikin-emak-emak-syukuran\/\">Mas Al<\/a> juga nggak kelihatan nanti. Sayang, dong, ibu-ibu yang biasanya histeris melihat Mas Al harus ditunda histerisnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Amanah Wali 5<\/em> yang ceritanya biasa-biasa saja itu memang sanggup masuk mendulang rating setinggi-tingginya. <em>Ikatan Cinta<\/em> memang sukses memecahkan rekor. Tapi, ha mosok bikin ILM saja nggak bisa, sih? Masa nggak ada gitu satu kru yang sanggup bikin ILM yang pesannya audiovisual?<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=gYSx4wo5vms\">Mr Otay<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-sinetron-indonesia-dibuat-ala-anime\/\">Membayangkan Sinetron Indonesia Dibuat ala Anime<\/a> dan\u00a0<\/strong><strong>tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-arsyad\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Muhammad Arsyad<\/a><\/strong>\u00a0<strong>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"http:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Coba belajar bikin iklan layanan masyarakat sama sinetron lain yang lebih oke dulu.<\/p>\n","protected":false},"author":448,"featured_media":127069,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13082],"tags":[880,11643,7439,1134],"class_list":["post-126595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sinetron","tag-iklan","tag-pojok-tubir-terminal","tag-rcti","tag-sinetron"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/448"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=126595"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/126595\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/127069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=126595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=126595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=126595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}