{"id":12657,"date":"2019-09-10T14:59:18","date_gmt":"2019-09-10T07:59:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=12657"},"modified":"2019-09-10T15:03:01","modified_gmt":"2019-09-10T08:03:01","slug":"cewek-cowok-idaman-itu-yang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cewek-cowok-idaman-itu-yang\/","title":{"rendered":"Yang Posting &#8220;Cewek\/Cowok Idaman Itu yang&#8230;.&#8221; Maunya Apa Sih?"},"content":{"rendered":"<p>Belakangan ini, kalimat &#8220;cewek\/cowok idaman itu yang&#8230;&#8221; dengan tagar diikuti tagar #fixidamanbanget berseliweran di beranda. Biasanya, postingannya kayak gini \u201ccewek idaman itu yang [masukan berbagai kriteria seperti: bisa masak, <a href=\"https:\/\/twitter.com\/askmenfess\/status\/1157490210038415360\">cantiknya natural<\/a>, bisa diajak hidup susah, bisa nakar air beras pake jari lah, dst dst]\u201d, dan \u201ccowok cakep itu yang [masukan kriteria seperti: jago olahraga, rajin ibadah, <span style=\"text-decoration: line-through;\">punya motor beat<\/span> dst dst].<\/p>\n<p>Postingan semacam itu biasanya akan menuai komentar pedas dari <em>gender<\/em> yang disebutkan, semacam: \u201cBiasanya orang-orang yang <em>post<\/em> kayak gini mukanya jelek, kalo ga jelek, miskin\u201d, \u201cNgaca dong, lo bisa ngasih seberapa banyak ke cewek lo buat perawatan ini itu? Ngasihnya sedikit, nuntutnya banyak,\u201d,\u201cSitu nyari calon istri apa <em>babysitter<\/em>?\u201d atau \u201cDih, caper,\u201d juga jangan lupakan komentar sejenis \u201cMasak enggak bisa, ngurus rumah enggak mau, giliran uang mintanya banyak,\u201d dst dst dst hingga datanglah para penyelamat dari <em>gender<\/em> yang berseberangan.<\/p>\n<p>\u201cKalo istriku nanti enggak bisa masak, ngapain dibikin repot, sekarang udah tahun 2019 <em>vroh<\/em>, makanan bisa dipesan online, rumah makan juga banyak yang buka, pagi-sore, siang-malam. Rumah juga bakal kami beresin bareng-bareng. Aku yang nyuci, dia yang nyetrika, atau kalau ribet, ya laundry aja. Kita nonton tivi sambil makan pisang goreng.\u201d Lalu penyelamat lainnya, \u201cSuamiku nanti, enggak harus kaya raya waktu nikah sama aku, kita bisa berjuang bareng-bareng dari bawah. Nanti kalau udah di atas, kita ongkang-ongkang kaki sambil dadah-dadah.\u201d<\/p>\n<p>Sebetulnya, saking seringnya narasi cewek\/cowok idaman semacam itu dibahas, membuat bosan juga lama-lama. Terkadang saya berpikir, \u201cOrang-orang yang posting cewek\/cowok idaman ini, apa memang punya kegemaran memancing (keributan), iseng-iseng ngebacot saja, atau memang punya kriteria seperti yang mereka sebutkan itu? Maksud saya, apa tidak takut gitu lho melihat sudah banyak korban yang berjatuhan, kok masih saja coba-coba. Selain isu SARA, isu gender ini juga sepertinya isu yang cukup sensitif juga, yang harus diperlakukan dengan hati-hati.<\/p>\n<p>Kesalahan terbesar dari para pengangkat isu itu menurut saya salah satunya adalah: <a href=\"https:\/\/twitter.com\/farisandani\/status\/1158930155361800192\">generalisir<\/a>. Mereka senang sekali menggunakan kata \u201c<strong>cewek idaman<\/strong>\u201d atau \u201c<strong>cowok idaman<\/strong>\u201d tanpa menambahkan kata <strong>saya\/aku\/gue<\/strong> di belakangnya.<\/p>\n<p>Sebenarnya sih ya nggak ada masalah bikin postingan kriteria cewek\/cowok idaman-idaman itu, yang bikin itu jadi masalah adalah, idaman siapa yang dia maksud? Seolah-olah kriteria yang dia sebutkan adalah kriteria idaman semua cewek atau cowok di Indonesia. Gender yang dia sebutkan merasa tersinggung, gender yang sama dengan dia juga tersinggung, \u201cLho, saya cewek\/cowok tapi idaman saya bukan yang seperti itu kok kamu mengatasnamakan saya?\u201d<\/p>\n<p>Namun terlepas dari generalisir yang mereka lakukan, di sisi lain ada gunanya juga postingan seperti itu. Saya jadi mendapat <em>insight-insight<\/em> baru sebagai bahan untuk meningkatkan kemampuan diri saya pribadi. Misalnya, saya jadi terdorong juga untuk belajar masak dengan lebih rajin (ternyata <strong>beberapa<\/strong> pria memang senang kalau menikmati masakan dari pasangannya sendiri <del>daripada <\/del><span style=\"text-decoration: line-through;\">masakan pasangan orang lain).<\/span><\/p>\n<p>Seringkali saya membaca narasi seperti, \u201cAnak perempuan itu sudah dijaga baik-baik oleh orangtuanya, disekolahkan tinggi-tinggi, masa cuma untuk diajak hidup susah saja?\u201d Namun saya terpikir juga, \u201cLalu bagaimana dengan anak laki-laki yang jadi suami saya nanti? Mereka juga dirawat dengan baik oleh orang tua, diberi makanan sehat dan bergizi oleh ibunya, setelah tinggal dengan saya, tentu dia juga harus tetap makan makanan yang sehat, kalau saya yang masak, mungkin bisa lebih hemat <span style=\"text-decoration: line-through;\">dan sisa uangnya bisa buat beli <em>skincare.&#8221;<\/em> <\/span><\/p>\n<p><strong>Beberapa<\/strong> pria mungkin bisa mendapat wawasan baru juga, bahwa harga <em>skincare<\/em> tidak semurah yang mereka bayangkan. Bahwa memang ada sebagian wanita yang sudah cantik sejak orok, namun beberapa lainnya mungkin membutuhkan usaha yang lebih ekstra untuk mendapatkan tingkat kekinclongan yang diharapkan. Beberapa pria itu mungkin bisa bekerja dengan lebih giat, setelah tau apa yang dibutuhkan oleh pasangannya.<\/p>\n<p>Oh, meskipun bisa jadi dibalas dengan narasi \u201cGue gak butuh cowok buat beliin, karna gue bisa beli pake duit gue sendiri\u2026\u201d Ya, menurut saya pribadi, setiap orang punya kisah cinta dan keunikannya masing-masing, tidak bisa disamakan. Memang harus belajar juga untuk menghargai pilihan orang lain, bukan menuntut dia jadi seperti maunya kita. Ketika kita punya standar tertentu, kita cari siapa yang memenuhi standar tersebut, dan bukan menuntut seseorang berubah supaya sesuai dengan standar kita, karena kita akan capek sendiri.(*)<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cowok-dan-cewek-sama-sama-bisa-brengsek\/\">Cowok dan Cewek Sama-sama Bisa Brengsek<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/sari-rumapea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sari Rumapea<\/a> lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terkadang saya berpikir, Orang-orang yang posting ini, apa memang punya kegemaran memancing keributan, iseng-iseng ngebacot saja, atau memang punya kriteria seperti yang mereka sebutkan itu?<\/p>\n","protected":false},"author":283,"featured_media":12940,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3245,167,42,421],"class_list":["post-12657","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-pacar-idaman","tag-pacaran","tag-sosial-media","tag-twitter"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/283"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12657"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12657\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}