{"id":125920,"date":"2021-06-20T15:25:36","date_gmt":"2021-06-20T08:25:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=125920"},"modified":"2021-10-26T15:47:44","modified_gmt":"2021-10-26T08:47:44","slug":"waktu-sd-baca-komik-crayon-shinchan-itu-ibarat-baca-majalah-porno","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/waktu-sd-baca-komik-crayon-shinchan-itu-ibarat-baca-majalah-porno\/","title":{"rendered":"Waktu SD, Baca Komik &#8216;Crayon Shinchan&#8217; Itu Ibarat Baca Majalah Porno"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah manga dan anime karya Mendiang Yoshito Usui yang menceritakan kehidupan sehari-hari dari seorang bocah berusia lima tahun bernama Shinnosuke \u201cShinchan\u201d Nohara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Shinchan ini tinggal bersama adik dan kedua orang tuanya di Kasukabe, Prefektur Saitama, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Ibu Kota Tokyo. Saya sendiri pertama kali mengenalnya saat nonton di RCTI ketika saya masih SD pada 2000-an. Saya pun langsung menyukai cerita Shinchan yang betul-betul kocak banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat saya SD, ada beberapa penjual komik, majalah, dan koran yang berjualan di depan gerbang sekolah. Saya pun cukup sering membeli komik yang blio jual seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">komik<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kedapatan-baca-komik-doraemon-di-usia-hampir-kepala-tiga-dan-saya-bangga\/\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">, Detektif Conan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ninja Hattori<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tidak lupa, saya juga mulai membeli komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sejak kemunculannya di RCTI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya dibelikan komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> oleh orang tua saya, saya tidak langsung pulang. Saya, orang tua saya, dan sepupu saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu toko kue tidak jauh dari sekolah dan bertemu dengan ibu-ibu lainnya yang sama-sama membawa anak sekolah seumuran kita. Setelah melihat saya membawa komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shincan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, blio pun langsung panik dan mengajak ibu saya bicara, \u201cItu awas jangan baca <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> aduh! Bisa ditangkap polisi! Itu buat dewasa, Bu!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu saya pun langsung menyita komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut setelah termakan omongan ibu-ibu random yang kami temui di toko kue tersebut. Ibu saya pun menunjuk kalimat yang terdapat pada cover komik tersebut yang berbunyi \u201cUntuk 15 tahun ke atas\u201d dan berkata komik ini belum waktunya untuk saya baca. Tentu saja, sebagai anak SD, saya langsung menangis karena komik saya tersebut telah disita oleh orang tua saya. Bahkan sampai tulisan ini dibuat, saya tidak pernah bertemu lagi dengan komik tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kejadian itu, saya tidak tinggal diam. Saya membaca komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara diam-diam dengan meminjamnya dari teman atau saudara saya ketika saya mengunjungi rumah mereka. Saat itu pun, membawa komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di SD tempat saya menuntut ilmu ibarat membawa majalah porno saking tabunya. \u201cBanyak hal tidak senonoh yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita yang tertuang di komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d, ujar guru saya dalam salah satu ceramahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Guru-guru di SD saya akan langsung menyita komik tersebut jika ada siswa dan siswi yang kedapatan membawa komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut. Guru-guru tersebut masih mentoleransi jika ada siswa dan siswi yang kedapatan membawa komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detektif Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> meskipun isinya sama-sama tidak baik untuk konsumsi anak SD karena banyak kasus pembunuhan sadis di dalamnya, asalkan tidak dibaca saat pelajaran sekolah berlangsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kalau dipikir-pikir, senakal-nakalnya Shinchan dalam manga dan animenya, saya tidak pernah meniru apapun kelakuannya di dalam manga dan animenya. Meskipun banyak lelucon yang merendahkan martabat wanita, seperti catcalling pada wanita cantik yang sering dilakukan oleh Shinchan, Hiroshi Nohara (ayah Shinchan), dan Ginnosuke Nohara (kakek Shinchan), maupun aksi Shinchan yang gemar memamerkan alat genitalnya kemana-mana yang sudah digambar menggunakan spidol seolah-olah merupakan belalai gajah. Saya pun tidak pernah menirunya, baik saat anak-anak atau saat sudah dewasa seperti sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan saat saya berusia 15 tahun, yakni waktu duduk di bangku SMA dan secara hukum sudah legal untuk membaca komik tersebut, saya malah memetik hikmah yang bisa diambil dari komik ini seperti kisah persahabatan Shinchan dengan anjing peliharaannya yang bernama Shiro, hangatnya suasana makan malam keluarga Shinnosuke, kesetiakawanan dan kepolosan Shinchan dan teman-temannya yang masih duduk di bangku TK, hingga tragisnya kisah cinta Ume Matsuzaka, salah satu guru di TK Shinchan yang harus kehilangan pacarnya, Kyioda Tokuro yang tewas dalam insiden terorisme di Afrika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat saya sudah dewasa, saya bahkan sangat relate dengan<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nohara-hiroshi-adalah-kita-kaum-pekerja-yang-harus-lapor-pajak-juga\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">kaum pekerja seperti Hiroshi Nohara yang bekerja dari pagi sampai malam hari<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dan hanya libur dua kali dalam seminggu. Itu pun kalau tidak lembur. Dengan gaji yang tidak terlalu besar, hanya cukup untuk membayar cicilan rumah, cicilan mobil, uang sekolah anak, tagihan listrik, tagihan BPJS, dan untuk kebutuhan makan sehari-hari. Di mana gaji itu tidak tersisa untuk membeli kemewahan seperti kaum menengah ke atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin memang ada hikmahnya juga kenapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> muncul di tahun 90an dan awal 2000an karena kalau tayang di tahun 2021 ini akan ada begitu banyak orang yang tersinggung karena tidak sedikit kisah yang tertuang dalam manga dan anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crayon Shinchan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini menceritakan banyak adegan catcalling, jokes-jokes berbau porno, hingga menyinggung adegan LGBT. Waktu saya sekolah mah mana kepikiran buat tersinggung karena saya malah fokus sama jokesnya. Kalau sekarang kayaknya bakal dihujat deh sama orang-orang yang gampang tersinggung, lebih-lebih dari ibu-ibu random yang saya temui di toko kue dan guru-guru SD saya.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=B1SlMzgpu0c\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sakura Hattori<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/label-nakal-crayon-shinchan-bukti-orangtua-asia-tak-pernah-salah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Label Nakal Crayon Shinchan, Bukti Orangtua Asia Tak Pernah Salah<\/a><\/b><b>\u00a0dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/raden-muhammad-wisnu\/\"><b>Raden Muhammad Wisnu<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepikiran niru aja kagak.<\/p>\n","protected":false},"author":272,"featured_media":126032,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908],"tags":[11663,4795,7039,4109,11979,5340],"class_list":["post-125920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","tag-anime-terminal","tag-crayon-shinchan","tag-majalah","tag-manga","tag-porno","tag-sd"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/272"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=125920"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125920\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/126032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=125920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=125920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=125920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}