{"id":125715,"date":"2021-06-19T14:30:00","date_gmt":"2021-06-19T07:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=125715"},"modified":"2021-08-29T22:25:53","modified_gmt":"2021-08-29T15:25:53","slug":"seandainya-bruce-wayne-jadi-coach-bisnis-pasti-nggak-komentar-tentang-main-laptop-di-coffee-shop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/seandainya-bruce-wayne-jadi-coach-bisnis-pasti-nggak-komentar-tentang-main-laptop-di-coffee-shop\/","title":{"rendered":"Seandainya Bruce Wayne Jadi Coach Bisnis, Pasti Nggak Komentar Tentang Main Laptop di Coffee Shop"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum genap satu bulan setelah viralnya video coach yang membuat pernyataan bahwa, karyawan yang sedikit-sedikit izin sakit hanya ingin menyabotase bisnis di perusahaan, muncul kembali suatu postingan dari seorang coach yang bikin geger di platform kesayangan kita semua, Twitter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kali ini, seorang coach yang lain coba memberi komentar tentang kegiatan seseorang yang menggunakan laptop di coffee shop dan cuka buka WA (WhatsApp). Twitnya ilang, kena mental keknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tunggu dulu, tunggu dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, tidak ada yang salah dari seseorang yang menggunakan laptop di coffee shop dan buka WA. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, termasuk bekerja dan\/atau menjalankan roda bisnis via WA. Lagipula, nggak mengganggu, kan? Kedua, kembali kepada poin pertama. Namun, di sisi yang lain kok ya salty betul cuitannya. Sudah begitu, melihat hanya dari jarak 10 meter dalam waktu dua detik, bisa langsung membuat kesimpulan. Warbyasa, warbyasa, coach.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalan yang bikin geger beberapa waktu yang lewat saja belum hilang dari ingatan. Lha sekarang sudah muncul lagi kehebohan dengan topik berbeda. Kalaupun hal tersebut adalah bagian dari strategi coaching, lantas apa yang bisa dijadikan pembelajaran? Kalau boleh tahu, ini sekadar template, atau bakal menjadi tren yang terus berulang di kalangan per-coach-an duniawi, nih, coach?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, nih, coach. Persoalan serupa semakin membikin banyak orang gerah dan mbatin, \u201cLha, kok coach pernyataan atau twit-nya begitu?\u201d belum lagi segala pemikiran mengendap seperti, \u201cIni coach maksudnya apa, dah?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, barangkali, sebagai warganet kami juga keliru. Lantaran, mencampuradukkan urusan personal, seperti mengomentari twit yang dibuat oleh coach. Padahal, hal tersebut belum tentu merepresentasikan antara profesi dan twit yang di-posting. Namun, jangan lupa coach, username sampeyan ada \u201ccoach\u201d-nya. Jadi, rasanya nggak berlebihan saat warganet menjadi salah fokus kepada embel-embel tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, disadari atau tidak, kehebohan di dunia maya yang tercipta oleh dua coach tersebut membikin khalayak semakin bertanya-tanya, \u201cOrang dengan embel-embel \u2018coach\u2019 dan bicara soal bisnis ini kompetensi sebenarnya apa, sih?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran persoalannya semakin pelik dan rumit, saya jadi berandai-andai. Bagaimana jika posisi coach yang suka ngomongin bisnis ini, diisi oleh Bruce Wayne\u2014si Batman yang suaranya suka diberat-beratin biar terkesan gentle itu. Yang jelas, saya punya alasan kenapa karakter seperti Bruce Wayne adalah coach yang sebenar-benarnya dan patut diteladani.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, Bruce Wayne adalah seorang pengusaha kaya raya yang sangat kompeten dan cukup otoritatif jika bicara soal dunia bisnis. Di setiap film-nya Bruce Wayne hampir selalu percaya kepada para karyawannya, apalagi Alfred (asisten pribadinya) dan Robin sebagai rekan kerja dalam menumpas ketidakadilan. Nggak pernah, tuh, ketika Alfred dan Robin nggak hadir karena izin sakit, lantas Bruce Wayne mengira mereka akan menyabotase perusahaan atau jubah Batman-nya.<\/span><\/p>\n<p><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, Bruce Wayne adalah orang yang investigatif dan sangat deduktif. Well, gelar \u201cdetektif terbaik di dunia\u201d tidak muncul dari ruang hampa. Tentu saja skill set seperti ini tidak bisa disepelekan begitu saja, jika ada seseorang yang meyakini bahwa menjadi coach adalah sebuah pilihan hidup. Alasannya sederhana saja, biar nggak sembarang berpikir kalau karyawan yang izin sakit artinya mau menyabotase perusahaan. Teranyar, ada coach yang ngomentarin orang lagi di coffee shop-buka laptop-dan hanya cek WhatsApp.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Segala sembarang komentar tentu tidak akan mencuat begitu saja jika ditelusuri terlebih dahulu duduk perkaranya. Kenapa karyawan bisa nggak masuk kerja dan nggak apa-apa juga kalau memang sakit. Terus, nggak apa-apa juga WhatsApp-an di coffee shop via laptop. Barangkali, dia lagi berkomunikasi dengan orang kantor, klien, atau bahkan menjalankan bisnisnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duh. Katanya coach bisnis, tapi kok nggak kepikiran ke arah sana, sih? Apalagi ngambil kesimpulan hanya berdasarkan melihat 2 detik dan dari jarak 10 meter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Twitnya nggak usah diliat, ketimbang kalian ngamuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada salty terhadap apa yang dilakukan orang lain di coffee shop, padahal akan jauh lebih menyenangkan jika tetap mempromosikan usaha orang lain, coach. Memberi arahan agar bisnis mereka berkembang. Atau kasih tips untuk berani memulai usaha di tengah pandemi yang serba tidak pasti ini. Agar roda ekonomi tetap berputar sebagaimana mestinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gitu doang nggak paham. Haesh.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-menyiasati-syarat-berasal-dari-universitas-ternama-pada-info-lowongan-pekerjaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Cara Menyiasati Syarat \u2018Berasal dari Universitas Ternama\u2019 pada Info Lowongan Pekerjaan<\/strong><\/a>\u00a0<b>d<\/b><b>an artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\"><b>Seto Wicaksono<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Coach we don&#8217;t need, but coach we deserve.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":125909,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[2051,11962,11961,635,11643],"class_list":["post-125715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-batman","tag-bruce-wayne","tag-coach-bisnis","tag-coffee-shop","tag-pojok-tubir-terminal"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=125715"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125715\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/125909"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=125715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=125715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=125715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}