{"id":125494,"date":"2021-06-16T07:00:33","date_gmt":"2021-06-16T00:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=125494"},"modified":"2021-11-02T12:42:13","modified_gmt":"2021-11-02T05:42:13","slug":"mencari-alasan-di-balik-desain-foto-sambutan-untuk-calon-mahasiswa-baru-ui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mencari-alasan-di-balik-desain-foto-sambutan-untuk-calon-mahasiswa-baru-ui\/","title":{"rendered":"Mencari Alasan di Balik Desain Foto Sambutan untuk Calon Mahasiswa Baru UI"},"content":{"rendered":"<p>Pengumuman <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-move-on-dari-hasil-sbmptn-untuk-kalian-yang-kurang-beruntung\/\">hasil SBMPTN<\/a> 2021 telah selesai. Calon mahasiswa baru yang diterima di universitas negeri pilihan pun sudah sibuk membuat status di linimasa medsosnya masing-masing. Sementara yang gagal mungkin masih mencoba mencari kata-kata pembangkit motivasi atau bahkan sudah siap merancang rencana hidup ke depan.<\/p>\n<p>Namun, bukan Indonesia namanya kalau nggak ada kejadian yang bikin ketawa di setiap harinya.<\/p>\n<p>Tepat beberapa saat setelah hasil SBMPTN keluar, hampir semua kampus mulai memposting foto sambutan untuk para calon mahasiswa baru di berbagai platform media sosial masing-masing. Salah satu yang menarik perhatian netizen adalah foto sambutan dari UI. Iya, salah satu kampus terbaik di Indonesia itu, loh. Berbeda dengan kampus lainnya, foto sambutan untuk calon mahasiswa baru dari UI ini sangat aneh. Anehnya kayak apa? Kalian yang lihat sendiri saja, deh.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">Selamat bagi calon Mahasiswa Baru UI yang diterima melalui jalur SBMPTN.<\/p>\n<p>Bagi kamu yang belum berhasil, tidak perlu kecewa karena masih ada jalur SIMAK UI. Yuk, bisa yuk!<\/p>\n<p>Ikuti dan pantau akun Media Sosial Resmi UI untuk mendapatkan informasi resmi penerimaan mahasiswa baru. <a href=\"https:\/\/t.co\/DFD3eOWLKB\">pic.twitter.com\/DFD3eOWLKB<\/a><\/p>\n<p>\u2014 UniversitasIndonesia (@univ_indonesia) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/univ_indonesia\/status\/1404370182483496961?ref_src=twsrc%5Etfw\">June 14, 2021<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Nah, sudah lihat dan selesai ketawa? Eits, tunggu dulu. Nggak baik rasanya kalau kita langsung nge-bully graphic designer yang sudah bersusah payah membuatnya. Rasanya nggak mungkin kampus sekelas UI nggak punya satu manusia pun yang kompeten untuk mendesain foto sambutan di official account.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa ada beberapa kemungkinan alasan di balik desain yang&#8230; ah, sudahlah itu.<\/p>\n<h4>#1 Pengin viral<\/h4>\n<p>Nah, ini adalah alasan paling logis kenapa desainnya sangat mencolok begitu. Sudah umum diketahui, cara viral di Indonesia itu mudah. Cukup lakukan sesuatu yang aneh dan dianggap abnormal bagi kebanyakan orang, maka kesempatan untuk viral akan meningkat.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi, UI kan kampus terkenal, masa masih pengin viral, sih?&#8221;<\/p>\n<p>Jawaban paling logis kenapa UI pengin viral, kemungkinan karena nama kampusnya itu sendiri. Seperti yang kita semua ketahui, UI merupakan singkatan dari Universitas Indonesia. Nah, kata &#8220;Indonesia&#8221; inilah yang relevan untuk dijadikan dasar argumen. Kalau setiap melakukan sesuatu tujuannya adalah agar viral, itu &#8220;Indonesia&#8221; banget, kan?<\/p>\n<h4>#2 Salah kirim<\/h4>\n<p>Ini adalah salah satu kemungkinan yang logis juga. Kita pasti sering, dong, melihat banyak orang yang tanpa sengaja salah mengirim pesan atau memposting sesuatu. Dan itu wajar. Toh, bahkan sekelas Presiden Jokowi juga <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-4024449\/cerita-admin-jokowi-dibebastugaskan-gegara-tweet-jkt48\">adminnya<\/a> pernah salah ngetwit.<\/p>\n<p>Bisa jadi, foto yang sekarang sudah telanjur diposting itu cuma buat bercandaan di grup internal doang. Kemudian, tanpa sengaja, adminnya UI salah posting dan telat menyadarinya. Berhubung telanjur ramai dan angka share sudah tinggi, akhirnya dibiarin saja, deh.<\/p>\n<h4>#3 Graphic designer UI juga kerja di stasiun TV<\/h4>\n<p>Ini juga salah satu teori out of the box yang terlintas di pikiran saya. Sudah bukan rahasia bahwa selain sinetron yang sampah, biasanya stasiun TV lokal juga melengkapinya dengan desain poster yang kelej pula.<\/p>\n<p>Bukan nggak mungkin, graphic designer UI juga bekerja sebagai designer untuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sinetron-indonesia-perlu-mengurangi-adegan-ngomong-dalam-hati\/\">sinetron lokal<\/a>, dan tanpa sengaja template untuk sinetron tersebut malah tertukar dengan foto sambutan calon mahasiswa baru UI. Bisa jadi 8 orang yang terpampang di foto itu bukan mahasiswa UI, loh, melainkan pemeran sinetron Indosi**.<\/p>\n<h4>#4 Pesan dari mahasiswa lama<\/h4>\n<p>Kita bisa melihat bahwa foto itu berisikan 8 mahasiswa yang sudah senior, dengan background langit berwarna biru muda, seperti kesan orang (maaf) meninggal yang menuju surga. Dari komposisi semacam itu, kita sebenarnya bisa mencoba untuk mencari sebuah nilai filosofis di dalamnya. Asalkan, kita kurang kerjaan tentunya.<\/p>\n<p>Berikut merupakan hasil interpretasi saya: Kuliah tentu nggak mudah. Namun, bila kita berhasil melewatinya, kita pasti akan merasakan nikmat tak terhingga yang dilambangkan dengan &#8220;surga&#8221;. Tapi kalau gagal, ya rasanya kayak orang mau meninggoy. Hehehe.<\/p>\n<p>Kalau hasil interpretasi kalian gimana?<\/p>\n<h4>#5 Memang jelek saja<\/h4>\n<p>Opini ini merupakan opsi terakhir bila kita sudah capek untuk mencari pembenaran di baliknya. Akhirnya, kita terpaksa mengakui bahwa postingan sambutan calon mahasiswa baru UI sekadar &#8220;postingan jelek menjelang waktu magrib&#8221; saja.<\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/twitter.com\/univ_indonesia\">Twitter Universitas Indonesia<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-bikin-uin-jauh-lebih-unggul-dari-ui\/\">4 Hal yang Bikin UIN Jauh Lebih Unggul dari UI<\/a> dan artikel <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-bagir-shadr\/\">Muhammad Bagir Shadr<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_top\" rel=\"noopener\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h6>\n<h6><b><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><\/b>\u00a0<b><i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/i><\/b><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hasil interpretasi saya: Kuliah tentu nggak mudah. Namun, bila kita berhasil melewatinya, kita pasti akan merasakan nikmat tak terhingga yang dilambangkan dengan &#8220;surga&#8221;.<\/p>\n","protected":false},"author":1526,"featured_media":125536,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[1387,11678,196],"class_list":["post-125494","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-mahasiswa-baru","tag-pendidikan-terminal","tag-ui"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125494","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1526"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=125494"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125494\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/125536"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=125494"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=125494"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=125494"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}