{"id":124603,"date":"2021-06-14T07:00:20","date_gmt":"2021-06-14T00:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=124603"},"modified":"2021-11-08T16:43:58","modified_gmt":"2021-11-08T09:43:58","slug":"ngomong-bahasa-palembang-tak-sekadar-mengganti-huruf-vokal-a-jadi-o","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ngomong-bahasa-palembang-tak-sekadar-mengganti-huruf-vokal-a-jadi-o\/","title":{"rendered":"Ngomong Bahasa Palembang Tak Sekadar Mengganti Huruf Vokal \u2018a\u2019 Jadi \u2018o\u2019"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai orang yang punya kakek nenek dari pihak ayah dan ibu yang berbeda daerah, saya bersyukur karena bisa menguasai sekurang-kurangnya empat dialek bahasa Nusantara, meski nggak terlalu medok. Keempat bahasa tersebut adalah Betawi, Sunda, Jawa, dan Palembang.<\/p>\n<p>Khusus untuk bahasa Palembang, meski saat ini saya tinggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, namun nggak membuat saya lupa cara bertutur dialek bahasa atau baso Palembang. Ciri yang paling gampang dikenal orang adalah pergantian vokal &#8220;a&#8221; menjadi &#8220;o&#8221; di posisi akhir kata.<\/p>\n<p>Contohnya seperti kata &#8220;apa&#8221; dalam bahasa Indonesia menjadi &#8220;apo&#8221;, &#8220;siapa&#8221; jadi &#8220;siapo&#8221;, &#8220;di mana&#8221; jadi &#8220;di mano<em>&#8220;<\/em>, &#8220;mengapa&#8221; jadi &#8220;ngapo<em>&#8220;<\/em>, dan &#8220;bagaimana&#8221; jadi &#8220;cak mano&#8221;. Pendeknya kelihatan mudah, sih, mempelajari bahasa Palembang. Asal jangan bahasa daerah suku-suku di sana seperti Komering, Lahat, Baturajo, akan lebih rumit.<\/p>\n<p>Memang banyak kemiripan bahasa Palembang dengan salah satu bahasa terbesar suku di Indonesia, yakni bahasa Jawa. Contohnya kata &#8220;rai&#8221; dalam bahasa Jawa, memiliki makna yang sama dengan &#8220;rai&#8221; dalam bahasa Palembang. Belum lagi kata &#8220;banyu&#8221; yang sama-sama bermakna air. Dan masih banyak kata-kata lainnya kalau kita cari. Konon ceritanya, dahulu kala para raja di Palembang memang berhubungan baik dengan raja di Jawa.<\/p>\n<p>Namun, dalam tulisan ini saya akan menunjukkan hanya sebagian kecil saja beberapa kata yang disertakan dalam percakapan sehari-hari bahasa Palembang yang bisa jadi membuat mang cek bik cek (sebutan pria dan wanita) jadi bertambah pengetahuannya\u2014bahwa berbicara bahasa Palembang nggak sekadar mengganti kata berakhiran vokal &#8220;a&#8221; menjadi &#8220;o&#8221;.<\/p>\n<h4>#1 Kata &#8220;nak&#8221;<\/h4>\n<p>Dalam bahasa Indonesia, kata &#8220;nak&#8221; bisa berarti sapaan untuk seorang anak. Misalnya, &#8220;Ayo, Nak, ikut ibu belanja ke pasar.&#8221; Sedangkan dalam bahasa Palembang, &#8220;nak&#8221; berarti &#8220;ingin&#8221;. Misalnya, &#8220;Kau ni, giliran nyari bini nak belagak&#8221; (Kamu tuh, giliran nyari istri ingin yang cantik).<\/p>\n<h4>#2 Kata &#8220;dak&#8221;<\/h4>\n<p>Dalam bahasa Indonesia, &#8220;dak&#8221; bermakna pembatas atau sekat, biasanya pembatas beton antara lantai bawah dan lantai atas sebuah rumah. Misalnya, \u201cRumah yang sedang direnovasi itu harus dibuat dak terlebih dahulu supaya lebih kokoh.\u201d Sementara dalam konteks bahasa Palembang, &#8220;dak&#8221; berarti &#8220;tidak\/nggak&#8221;. Misalnya, \u201cYai, anak kau tuh, nak diajari dak galak\u201d (Yai, anakmu tuh, mau diajarin tidak mau).<\/p>\n<h4>#3 Kata &#8220;cak&#8221; atau &#8220;pecak&#8221;<\/h4>\n<p>Dalam bahasa Indonesia, kata &#8220;cak&#8221; bermakna panggilan orang yang beretnis Madura, sedangkan &#8220;pecak&#8221; bermakna sejenis kuliner tanah air, seperti pecak lele. Misalnya,\u00a0\u201cCak Lontong sangat menikmati makan malam pecak lelenya.\u201d Sedangkan dalam bahasa Palembang bermakna &#8220;seperti&#8221;. Misalnya, \u201cBadan besak, tingkah cak budak\u201d (Badan besar, tapi tingkah laku seperti anak-anak).<\/p>\n<h4>#4 Kata &#8220;galak&#8221;<\/h4>\n<p>Dalam bahasa Indonesia, kata galak bermakna garang, suka marah, biasanya disematkan untuk anjing yang suka menggonggong\/menyalak terus-menerus. Misalnya,\u00a0\u201cAwas hati-hati, anjing penjaga itu galak sekali.\u201d Padahal dalam bahasa Palembang kata &#8220;galak&#8221; bermakna mau\/suka. Misalnya,\u00a0\u201cSi Papa galak dak ye makan pempek?\u201d (Si Papa, mau tidak ya makan pempek?).<\/p>\n<h4>#5 Kata &#8220;awak&#8221;<\/h4>\n<p>Kita mengenal kata &#8220;awak&#8221; dalam bahasa Indonesia berarti orang yang bekerja di kapal. Misalnya, \u201cSemua awak kapal ikan tersebut berasal dari Indonesia.\u201d Sedangkan dalam bahasa Palembang, kata &#8220;awak&#8221; berarti &#8220;kamu&#8221;. Misalnya,\u00a0\u201cJadi bukan awak yang ngambek duwet aku?\u201d (Jadi bukan kamu yang ngambil uangku?)<\/p>\n<p>Kata &#8220;awak&#8221; ini juga akan berbeda makna jika huruf &#8220;a&#8221; di depan kata &#8220;awak&#8221; menjadi &#8220;iwak&#8221;, maka maknanya adalah ikan sama seperti bahasa Jawa. Lagi-lagi kita menemukan kesamaan dengan bahasa Jawa.<\/p>\n<p>Jadi gimana, Mylov? Nggak terlalu sulit juga, kan, mempelajari bahasa Palembang? Kalau yang paling mudah, sih, memang kata yang berakhiran vokal &#8220;a&#8221; diganti &#8220;o&#8221; seperti yang saya paparkan di awal tulisan. Namun, nggak semua kata bisa diganti seperti itu. Menurut saya, jika kalian ingin belajar, tetap harus sering berinteraksi dengan penutur langsung bahasanya, yakni para mang cek dan bik cek asli Palembang. Kalau ada waktu dan rezeki, coba belajar bahasa sambil wisata ke Sungai Musi\u2014di bawah Jembatan Ampera\u2014dan makan pempek kapal plus menghirup kuah cuka pedasnya. Sluurrrp, syedaaapnya.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-alasan-bocil-nggak-mainan-quora\/\">5 Alasan Bocil Nggak Mainan Quora<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Suzan Lesmana&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:513,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0}\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/suzan-lesmana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Suzan Lesmana<\/a>\u00a0<\/span>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak sekadar ganti huruf vokal, ya!<\/p>\n","protected":false},"author":1247,"featured_media":125280,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2519,11656,7729],"class_list":["post-124603","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bahasa-daerah","tag-nusantara-terminal","tag-palembang"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1247"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124603"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124603\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/125280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}