{"id":124538,"date":"2021-06-09T00:14:54","date_gmt":"2021-06-08T17:14:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=124538"},"modified":"2021-06-09T00:19:59","modified_gmt":"2021-06-08T17:19:59","slug":"mencari-ui-ux-paling-user-friendly-di-aplikasi-belanja-online","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mencari-ui-ux-paling-user-friendly-di-aplikasi-belanja-online\/","title":{"rendered":"Mencari UI\/UX Paling User Friendly di Aplikasi Belanja Online"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi mana lobi utamanya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah kebingungan mencari area lobi sebuah mal yang baru buka di Jogja. Untuk beberapa alasan, saya merasa mencari lobi utama mal tersebut bagaikan tantangan labirin. Padahal, saat itu, saya sedang mengejar waktu karena ada penyanyi idola yang datang dan menggelar konser mini di sana. Butuh beberapa kali naik dan turun eskalator untuk saya akhirnya sampai ke lobi utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bertahun-tahun kemudian, kebingungan ini seolah berpindah tempat ke genggaman ponsel. Merebaknya aplikasi di ponsel pintar, termasuk untuk kebutuhan belanja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membuat kita semestinya terbiasa menekan tombol tertentu untuk menjalankan proses yang dibutuhkan. Tapi, bukan tidak mungkin kalau aplikasi-aplikasi ini malah menyesatkan kita, persis dengan saat-saat kita kebingungan mencari musala di beberapa mal: di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">basement <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rooftop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tata letak ini, dalam aplikasi, dikenal dengan istilah UI\/UX. Saya sendiri baru pertama kali mendengarnya setelah seorang kawan mulai bekerja sebagai desainer UI. Tadinya, saya kira UI\/UX adalah nama universitas yang bisa dipilih lewat jalur SNMPTN. Seperti dulu saya bingung di antara UI\/UGM, tetapi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/rame\/list\/alasan-tidak-kuliah-di-ugm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">malah gagal masuk dua-duanya<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ups, maaf curhat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UI adalah kepanjangan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user interface. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ia adalah desain antarmuka yang tugasnya berinteraksi dengan pengguna yang ingin memakai produk atau layanan digital. UI merupakan tampilan atau bagian visual dari aplikasi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mungkin sedang kamu buka sekarang dan sering kamu gunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-suka-riset-mungkin-kamu-bisa-jadi-ux-researcher\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UX adalah us<\/a><\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-suka-riset-mungkin-kamu-bisa-jadi-ux-researcher\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">er experience <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">yang berkaitan dengan cara atau pengalaman seseorang (atau pengguna) dalam merasakan sesuatu. Secara singkat UX bertanggung jawab membuat seorang pengguna merasa puas menggunakan layanan sebuah aplikasi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, peletakan tombol menu di aplikasi belanja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kesukaanmu agar mudah dijangkau dengan ibu jari selagi kamu menggulirkan laman utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang kerap tergugah hatinya untuk menabung dalam bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">invoice <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">belanja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mau nggak mau, saya jadi mengamati bagaimana UI\/UX yang ditawarkan beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">khususnya yang paling banyak diunduh. Agar lebih memudahkan, mari kita sebut dengan nama si Hijau, si Ungu, dan si Oranye.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">si Hijau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah artikel di laman nomor 1 pencarian Google, si Hijau masuk dalam daftar <a href=\"https:\/\/glovorydesign.medium.com\/3-startup-di-indonesia-dengan-ui-ux-terbaik-723edcd0d0cd\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 besar UI\/UX terbaik perusahaan <\/a><\/span><a href=\"https:\/\/glovorydesign.medium.com\/3-startup-di-indonesia-dengan-ui-ux-terbaik-723edcd0d0cd\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">start-up <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/glovorydesign.medium.com\/3-startup-di-indonesia-dengan-ui-ux-terbaik-723edcd0d0cd\">di Indonesia<\/a>. Selain dengan kekuatan doa dari Jimin dan anggota lain di BTS yang pernah jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand ambassador-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya, apa yang membuat si Hijau begitu menarik?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si Hijau memberikan menu berbeda untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buyer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam satu aplikasi. Ini adalah terobosan yang memudahkan semua pengguna karena mampu memisahkan urusan usaha dan belanja pribadi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Namun yang pasti, baik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seller <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buyer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan setuju dengan poin ini: si Hijau punya tampilan antarmuka yang minimalis, tapi justru memudahkan siapa saja untuk menggunakannya dengan optimal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip desain si Hijau adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user centered design <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Ya, prinsip ini sama seperti prinsip ke-bucin-an kita saat kasmaran: gebetan adalah nomor satu. Bagi si Hijau, kebutuhan pengguna adalah segalanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain dirancang setelah si Hijau menganalisis perilaku pengguna dalam menggunakan produknya. Dengan kata lain, si Hijau nggak memaksa penggunanya berubah mengikuti produknya. Justru, ia memfasilitasi bagaimana pengguna \u201cbertingkah\u201d saat menggunakan aplikasi si Hijau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan itulah, teman-teman, bagaimana cinta bekerja.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">si Ungu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat warna kesukaan saya adalah ungu, saya cukup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">excited <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">waktu pertama kali mengunduh aplikasi ini. Namun, ada beberapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">review <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kurang memuaskan soal tampilan UI di si Ungu, meski ia juga mendapat banyak pujian soal banyaknya diskon. Warna yang dinilai tidak konsisten dan pemilihan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">font <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang kurang pas di aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi salah satu faktor kenapa UI si Ungu terasa membingungkan. Padahal, si Ungu sendiri kerap menerima pujian sebagai pemilik UI\/UX yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user friendly <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di laman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah tampilan UI\/UX di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mobile <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu memang seperti perasaan Iqbal dan Acha di film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mariposa, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">alias berbanding terbalik?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang menyenangkan dari si Ungu, proses pendaftaran akun bisa berlangsung dengan cepat. Hanya saja, pilihan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">log in <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sign in <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">masih tidak dibedakan. Selain itu, alih-alih mengoptimalkan kolom pencarian dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wishlist <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pengguna, si Ungu malah menyodorkan kelewat banyak barang rekomendasi.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">si Oranye.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">E-commerce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang satu ini warnanya agak ngejreng dan mengingatkan saya dengan sebuah gosip di masa kecil, di mana orang-orang bilang bahwa karakter <a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/pojokan\/teletubbies-ibarat-the-beatles-dalam-dunia-pertelevisian-anak-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lala di Teletubbies<\/a> meninggal dan akan digantikan karakter baru berwarna oranye. Gosip ini terbukti salah, tapi gimana dengan tampilan UI\/UX-nya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyatanya, si Oranye ini kelewat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">user friendly, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kalau enggan dibilang \u201cterlalu ramai\u201d. Selain membuat penggunanya bisa berbelanja sambil menyimak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">live <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seller<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, si Oranye juga menghadirkan menu permainan bagi pengguna. Bagi saya pribadi, ini bisa bikin saya batal belanja karena terdistraksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">games.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Niatnya mau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scrolling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lihat koleksi rok terbaru, eh malah main <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">game <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">colong-colongan air\u2014misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, dari ketiga UI\/UX aplikasi-aplikasi di atas, yang lebih \u201cmemanjakan\u201d mata memanglah yang desainnya simpel dan mudah dipahami, alih-alih yang menawarkan terlalu banyak menu dan memunculkan iklan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pop-up <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di mana-mana. Orang-orang yang berbelanja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tentu butuh cara mudah untuk menemukan barang yang dicari, selain tempat pembelian yang terpercaya dan memiliki barang berkualitas tinggi. Iya, kan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ditutupnya paragraf ini, saya rasa kita bisa sama-sama sepakat bahwa warna hijau umumnya dijadikan tanda \u201cjalan terus\u201d bukan tanpa alasan. Dengan filosofi ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">si Hijau memang layak maju terus dengan segala kemudahannya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/pea\/esai\/kepsuk\/kenapa-slank-dipaksa-untuk-mengkritik-jokowi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bismillah<\/a>, diketemuin sama Kim Seokjin BTS.<\/span><\/i><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-podcast-untuk-kamu-yang-bercita-cita-menjadi-desainer-ui-dan-ux\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Podcast untuk Kamu yang Bercita-cita Menjadi Desainer UI dan UX<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aprilia Kumala<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya mengamati bagaimana UI\/UX yang ditawarkan beberapa e-commerce, khususnya yang paling banyak diunduh. Berikut hasilnya.<\/p>\n","protected":false},"author":416,"featured_media":124539,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[3155,11841,756,11842,11844,95,11843,11840],"class_list":["post-124538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-aplikasi","tag-aplikasi-belanja","tag-gaya-hidup","tag-interface","tag-pengalaman-pengguna","tag-review","tag-tampilan","tag-ui-ux"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/416"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=124538"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/124538\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/124539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=124538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=124538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=124538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}