{"id":12366,"date":"2019-09-06T14:24:45","date_gmt":"2019-09-06T07:24:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=12366"},"modified":"2019-09-06T14:24:45","modified_gmt":"2019-09-06T07:24:45","slug":"dipanggil-bu-dan-dikira-sudah-menikah-padahal-masih-kuliah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dipanggil-bu-dan-dikira-sudah-menikah-padahal-masih-kuliah\/","title":{"rendered":"Rasanya Dipanggil &#8220;Bu&#8221; Dan Dikira Sudah Menikah Padahal Masih Kuliah"},"content":{"rendered":"<p>Pernah nggak sih kalian para wanita, khususnya muslimah yang memakai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ukhti-mengapa-aku-berbeda\/\">jilbab dan gamis lebar<\/a>, dipanggil dengan sebutan \u201cBu\u201d atau malah disangka udah nikah pas belanja di minimarket atau pas pagi-pagi beli sayur? Kalau pernah, gimana sih perasaan kalian saat itu? Nah, saya punya cerita berdasarkan pengalaman saya berberapa kali mengalami kejadian tersebut.<\/p>\n<p>Suatu hari, saya sedang dalam perjalanan menuju kampus dari rumah. Di tengah perjalanan, saya mampir ke minimarket. Waktu itu minimarketnya cukup sepi. Saya\u00a0 mengambil sebotol minuman dan langsung menuju kasir. Ketika berjalan ke kasir saya bertemu sama seorang adik tingkat. Kami mengobrol sebentar lalu dia menuju ke rak berisi sabun dan saya lanjut ke kasir.<\/p>\n<p>\u201cIni mas, ga usah pake plastik yah\u201d ucap saya. \u201cIya Bu, 2.800\u201d jawabnya.<\/p>\n<p>Waktu itu, saya agak shock dipanggil &#8220;Bu&#8221; tapi saya nggak menjawab. Saya malah ngomong sama diri sendiri, \u201cKok dipanggil &#8220;Bu\u201d sih?\u201d sembari memberikan uang ke mas kasirnya.<\/p>\n<p>Adik tingkat yang tadi kemudian menyapa kembali, dengan menggunakan panggilan &#8220;Mbak&#8221;. Mas kasir pun langsung melihat ke arah saya sambil menyerahkan uang kembalian. \u201cIni mbak kembaliannya, terima kasih\u201d ungkapnya. Terlihat muka mas kasir kalau dia sedikit menyembunyikan malu. Saya kemudian langsung pamit dengan adik tingkat itu, dan bergegas ke luar meninggalkan minimarket, sambil menahan tawa.<\/p>\n<p>Cerita pun berlanjut. Kali ini terjadi ketika belanja di pasar, juga saat saya membayar parkir, dan bahkan saat mengisi bahan bakar di SPBU. Karena sering dipanggil &#8220;Ibu&#8221; dan dikira sudah menikah inilah saya akhirnya mulai terbiasa dan bisa menerima. Ya mau gimana, mau protes juga kan susah. Namanya juga pendapat orang yang hanya sekilas bertemu dengan saya dan itu pun nggak terlalu berdampak signifikan-signifikan amat di hidup saya. Dan yang namanya pendapat ya sah-sah saja dimiliki siapa saja.<\/p>\n<p>Awalnya sih emang risih dan selalu kepikiran setiap dipanggil dengan sebutan &#8220;Ibu&#8221;. Saya sampai berkali-kali melihat diri saya sendiri di depan kaca untuk memikirkan apa benar saya terlihat seperti ibu-ibu?? Tapi, setelah saya pikirkan berkali-kali, saya anggap aja ini sebuah bentuk ujian supaya saya bisa lebih baik lagi hahaha. Saya kemudian lebih percaya diri. Lagipula, kenapa harus tersinggung? Bukankah nantinya saya juga akan menjadi seorang ibu?<\/p>\n<p>Di lain waktu, saya mengantar Kakek ke Puskesmas. Seperti biasa, kakek langsung ke administrasi. Pagi itu puskesmas terlihat masih sepi, jadi kami tidak perlu terlalu lama menunggu antrian. Setelah mengantri, kakek pun diarahkan ke poli umum. Kami menunggu sejenak dan duduk dikursi tunggu. Kemudian hening beberapa saat hingga tiba-tiba kakek saya disapa oleh teman lamanya. Mereka pun saling mengobrol tentang sawah, pupuk dan sebagainya.<\/p>\n<p>Di tengah-tengah percakapan, teman kakek saya itu bertanya, \u201cKe sini sama anaknya ya?\u201d. \u201cOh, bukan, ini cucu saya\u201d jawab kakek.<\/p>\n<p>Temannya itu bertanya lagi, \u201cSuaminya dapet orang mana?\u201d lanjutnya. Dengan santainya, kakek menjawab, \u201cIni anak masih kuliah, belum nikah\u201d tegasnya. Temannya itu melihat saya dan melontarkan pertanyaan, \u201cKuliah dimana?\u201d, &#8220;Saya kuliah di Univ Sukoharjo kek\u201d jawab saya singkat.<\/p>\n<p>Setelah itu kami hening lagi. Betulan hening karena teman kakek nggak menanyakan pertanyaan beruntun lagi. Saya pun memalingkan wajah ke segala penjuru ruangan, seakan seperti baru pertama kali ke puskesmas. Padahal, sebenarnya saya dan pikiran saya sedang mengobrol tentang pandangan teman kakek terhadap saya.<\/p>\n<p>Apakah saya benar-benar terlihat seperti sudah terlihat bersuami? Ataukah sudah terlihat seperti \u201cibu-ibu\u201d?<\/p>\n<p>Tapi pada akhirnya sekali lagi saya memutuskan untuk tidak terlalu terpengaruh dengan pendapat orang lain tentang penampilan saya. Saya meyakinkan diri saya sendiri bahwa keputusan saya untuk berpenampilan seperti ini&#8212;berkerudung lebar, memakai gamis, dan berkaos kaki setiap ke mana-mana adalah cara saya untuk menjadi lebih baik dari diri saya yang sebelumnya. Saya berhak merasa aman dengan penampilan saya yang sekarang, sama halnya dengan orang lain berhak berkomentar apa pun yang mereka inginkan.<\/p>\n<p>Intinya ya jangan <em>insecure<\/em> aja. Dan jangan terlalu banyak dipikirkan karena jaman sekarang tuh emang banyak yang suka berbanding terbalik kok. Yang masih kuliah kayak yang udah menikah. Eh yang sudah menikah banyak juga yang berpenampilan seperti orang yang masih lajang. Sering kan kita lihat banyak perempuan yang dikira masih lajang, eh ternyata sudah punya anak banyak. Yah, intinya sih nggak ada yang salah juga dengan itu. Yang paling penting, kita harus pandai-pandai aja menempatkan diri dan cara berpakaian. Berpakaian yang baik jangan sampai melupakai berperan dengan baik juga ya!(*)<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dilema-kosmetik-dan-jilbab-halal-serba-halal-dan-dihalalkan\/\">Dilema Kosmetik dan Jilbab Halal: Serba Halal dan Dihalalkan<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/zera-intan-cempaka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Zera Intan Cempaka<\/a> lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Waktu itu, saya agak shock dipanggil &#8220;Bu&#8221; tapi saya nggak menjawab. Saya malah ngomong sama diri sendiri, \u201cKok dipanggil &#8220;Bu\u201d sih?\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":273,"featured_media":12505,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[621,436,14],"class_list":["post-12366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ibu-ibu","tag-kuliah","tag-menikah"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/273"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12366"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12366\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}