{"id":123626,"date":"2021-06-01T06:00:08","date_gmt":"2021-05-31T23:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=123626"},"modified":"2021-08-29T22:26:20","modified_gmt":"2021-08-29T15:26:20","slug":"logika-karyawan-sakit-sedang-sabotase-bisnis-ala-coach-tom-itu-logis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/logika-karyawan-sakit-sedang-sabotase-bisnis-ala-coach-tom-itu-logis\/","title":{"rendered":"Logika Karyawan Sakit Sedang Sabotase Bisnis ala Coach Tom Itu Logis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBisa bangun ga? Bisa. Bisa jalan ga? Bisa. Bisa makan ga? Bisa. Bisa naik motor ga? Bisa,\u201d<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sabda dari Coach Tom MC Ifle. Dalam video berlanggam TikTok berdurasi 43 detik ini, sang Coach menekankan kemungkinan sabotase bisnis dari karyawan yang sering izin sakit. Menurut blio, karyawan macam itu tidak lebih sedang mensabotase Anda. Anda bisa mencari sendiri video Coach Tom semudah mencari lubang di jalan Gejayan.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">Lho lho lho?<\/p>\n<p>Jaman sekarang justru mensabotase bisnis ya dengan cara dateng ke kantor sambil jadi carrier virus lah. ??? <a href=\"https:\/\/t.co\/cLbHRm70dH\">pic.twitter.com\/cLbHRm70dH<\/a><\/p>\n<p>\u2014 Tach Tech Boom (@taktekbum) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/taktekbum\/status\/1399186995876810752?ref_src=twsrc%5Etfw\">May 31, 2021<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah nonton? Inhale, exhale. Sruput kopi dan sulut rokok dahulu. Sebab, saya yakin wajah Anda sedang menebal di depan bacot sang Coach.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar jika Anda emosi, menggeretakkan gigi, atau keluar rumah sambil berteriak \u201cra mashok!\u201d Video yang disajikan lengkap dengan senyum tanpa dosa si Coach tadi memang nggatheli. Dengan mudah sang Coach tadi bikin konspirasi karyawan sakit sebagai bentuk sabotase. Kawan-kawan anarko sindikalis pasti malu, dan Lord Rangga akan terperangah dengan teori konspirasi kelas wahid ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, sebenarnya apa yang diutarakan Coach Tom ini logis lho. Tidak ada yang salah dari sudut pandang blio. Tapi, untuk memahami betapa logisnya logika Coach Tom, kita perlu menggunakan nalar maha jenius dari blio. Nalar kaum pinggiran yang gajinya secantik UMR Jogja pasti susah memahami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemungkinan meriang, tifus, COVID-19, sampai wafat tentu akan merugikan bisnis. Sebab, karyawan adalah bagian dari alat produksi sebuah bisnis. Bayangkan Anda sedang masak mi instan, tapi tiba-tiba kompor Anda rusak. Gagal kan produksi Anda. Nah itulah logika yang digunakan Coach Tom.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, karyawan harus tahu diri sebelum izin sakit. Selama masih bisa berangkat, ya berangkat saja. Jangan pedulikan kejang-kejang atau nafas sesak, Anda masih bisa berangkat kerja kok. Kan Anda belum mati, masih ada sedikit kesadaran yang bisa menguntungkan profit bisnis tempat Anda kerja. Cobalah mengerti, bos Anda butuh hasil kerja Anda untuk memperkaya diri dan segenap investor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau perlu, buatlah surat izin 30 hari sebelum meninggal. Kan enak kalau kita menyatakan, \u201cPak saya ingin mengajukan pengunduran diri di 30 hari ke depan. Alasan saya adalah saya akan wafat.\u201d Enak tho? Kan boss Anda bisa memberi motivasi, \u201cTerima kasih atas dedikasi Anda. Semoga sukses di padang Masyar.\u201d Betapa mulianya Anda dalam memajukan bisnis serta memperkaya boss.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena menjadi bagian dari alat produksi, maka pemberitahuan 30 hari sebelum wafat ini perlu. Kan bos Anda jadi punya waktu untuk recruitment. Posisi yang Anda tinggalkan bisa segera terisi oleh pegawai baru. Jadi wafatnya Anda tidak akan merugikan bisnis dari boss. Kan persetan dengan keluarga yang Anda tinggalkan. Persetan dengan anak dan pasangan Anda yang akan kesulitan meneruskan hidup. Sebab, yang penting adalah \u201ckerja, kerja, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tifus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, kerja!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Logika sabotase juga logis lho dengan cara pikir Coach Tom. Kurang logis apa coba, kan bisnis itu penuh dengan sabotase. Baik dari rival, karyawan yang menuntut hak, ataupun karyawan loyal yang sedang berjuang melawan sakit. Nah, sakit ini bisa mensabotase sebuah bisnis, meskipun terjadi pada karyawan yang loyal sekalipun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harusnya, karyawan tahu diri. Kalau memang loyal pada bos, kondisikan kesehatan Anda. Ingat, satu hari Anda izin bisa menunda bos Anda untuk beli sepatu Kickers yang punya kemewahan tinggi tapi tetap bau ketika menginjak tai. Masak ngaku loyal tapi masih bisa sakit. Meskipun kita sedang terancam pandemi, jangan sampai sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak peduli jika pekerjaan Anda harus menemui banyak orang dan belum vaksin. Tidak peduli Anda tidak bisa jaga jarak, karena loyalitas Anda sedang dipertaruhkan. Atau memang Anda berniat melakukan sabotase, sehingga Anda izinkan penyakit datang meskipun Anda tidak sadar? Wah pantas saja Coach Tom marah pada Anda, wahai manusia sakit-sakitan yang merugikan bisnis dari borjuis yang giat mengisap hidup karyawannya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika memang sudah tidak mampu, sewa saja ambulans untuk mengantar Anda ke kantor. Kalau sampai harus terbaring lemah di RS, cobalah mengajukan WFH (Work From Hospital). Jangan sampai badan hancur Anda menggagalkan bisnis bos. Kan cuma sakit, kalau mau wafat juga bisa izin dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi bagi Anda kaum pinggiran bergaji UMR yang humble, cobalah mengerti. Bos Anda punya cita-cita besar: memperkaya diri sendiri. Jangan sampai mimpi bos Anda disabotase oleh mimpi pribadi untuk hidup sehat secara fisik dan psikis. Ingat, Anda adalah alat kerja dari bisnis bos. Anda kan bukan manusia lagi yang diperhitungkan kondisi serta aspirasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalau Anda memang tidak cocok dengan bos semacam Coach Tom, ya apa boleh buat. Sabotase saja bisnis bos Anda secara langsung. Toh bos semacam Coach Tom memang berotak jenius dalam menjalankan bisnis. Tapi, hati nurani mereka memang sedang ditempatkan di rektum dan siap dibuang ke toilet.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=NebTcd9YrYg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Creepy Savage<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/daripada-tips-hidup-hemat-bergaji-umr-warga-jogja-lebih-butuh-ilmu-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Daripada Tips Hidup Hemat Bergaji UMR, Warga Jogja Lebih Butuh Ilmu Ini<\/a>\u00a0<\/b><b>d<\/b><b>an tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dimas-prabu-yudianto\/\"><b>Prabu Yudianto<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenarnya apa yang diutarakan Coach Tom ini logis lho. Tidak ada yang salah dari sudut pandang blio. Yang salah adalah kamu meninggalkanku tanpa perasaan.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":123659,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[101,11747,3913,11748,11643],"class_list":["post-123626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-bisnis","tag-coach-tom","tag-eksploitasi","tag-karyawan-sakit","tag-pojok-tubir-terminal"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123626"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123626\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/123659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}