{"id":123244,"date":"2021-05-30T11:05:18","date_gmt":"2021-05-30T04:05:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=123244"},"modified":"2021-11-16T12:50:40","modified_gmt":"2021-11-16T05:50:40","slug":"saat-wawancara-kerja-jangan-pernah-menjelek-jelekkan-perusahaan-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saat-wawancara-kerja-jangan-pernah-menjelek-jelekkan-perusahaan-lama\/","title":{"rendered":"Saat Wawancara Kerja, Jangan Pernah Menjelek-jelekkan Perusahaan Lama"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah empat tahun lebih menjalani pekerjaan sebagai karyawan sebuah koperasi, akhirnya perjalanan karier di sana harus terhenti. Tanggal 27 Mei kemarin secara officially saya resign sebagai karyawan koperasi. Berat memang mengambil keputusan ini. Apalagi secara historis pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang saya lakoni pertama kali (dan otomatis wawancara kerja pertama) sejak lulus dari bangku kuliah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan saya resign dari pekerjaan tersebut adalah ingin mencoba hal-hal baru di luar sana. Terlebih saya dari dulu memang sangat berminat untuk berkarier di dunia perbankan. Dunia para bankers yang dipandang orang lain keren nan kece itu penuh dengan tantangan dan bonus yang melimpah ruah (setidaknya melihat para ekonom yang tampil perlente dengan latar belakang bankers).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memilih opsi pengunduran diri saya sebagai karyawan koperasi, otomatis saya sudah sah menjadi seorang pengangguran lagi. Saya harus melamar kembali pekerjaan lain. Saya juga harus merepotkan diri sendiri untuk menyiapkan berkas-berkas lamaran pekerjaan. Terlebih saya sudah berkeluarga. Pendapatan keuangan harus segera dicari lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena sudah lama tidak melamar pekerjaan lain dan belum pernah pengalaman resign, saya menjadi \u201ckagok\u201d untuk memulai mencari pekerjaan. Saya bingung mulai dari mana saya harus melangkah. Ditambah masih dalam masa pandemi, mencari pekerjaan itu sama mencari Harun Masiku, uangel tenan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mencari-cari informasi bagaimana cara melamar pekerjaan. Lewat konten-konten Youtube sampai materi melamar kerja di Google. Setelah saya mencari informasi tersebut, saya mendapatkan sebuah pelajaran yang begitu berharga, yaitu sebuah etika yang dilakukan oleh mantan karyawan terhadap perusahaan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merasa bahwa pekerjaan saya di koperasi\u00a0 sangat berjasa dalam sebagian fase kehidupan saya. Kalau saya tidak mendapat pekerjaan, saya mungkin tak bisa beli baju baru. Saya mungkin tak bisa memberikan THR untuk adik saya maupun saudara-saudara kecil saya. Saya mungkin juga tidak bisa mendanai modal pernikahan saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang dididik oleh orang tua agar tidak lupa kebaikan dan jasa orang lain, saya wajib melaksanakan. Apalagi jasa koperasi mantan perusahaan yang mempekerjakan saya sebelumnya. Untuk itu, salah satu cara membalas kebaikan koperasinya itu adalah dengan tidak menjelek-jelekkan koperasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada gading yang tak cerai, eh retak. Perusahaan pun juga pasti ada bercak-bercak hitam yang kita tahu. Ya selama kita bekerja pasti tahu lah baik-buruknya perusahaan baik dari sisi manajemennya sampai tingkat karyawannya. Namun, itu bukan alasan kita untuk menceritakan buruknya perusahaan lama kita. Terlebih ketika kita melakukan wawancara kerja di calon perusahaan baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kok bisa? Para interviewers pasti akan menanyakan beberapa hal, salah satunya pengalaman pekerjaan. Jika bertanya hal demikian, pertanyaan mainstream-nya seperti ini, \u201cMengapa kamu resign?\u201d, \u201cKok kamu resign? Kan udah lama bekerja di sana?\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika mendapatkan pertanyaan di atas, jangan sekali-kali menjawab yang terkesan menyudutkan perusahaan lama. Misal gajinya terlalu kecil, kondisi perusahaan sedang nggak jelas, pimpinannya masya Allah galaknya, dan hal-hal negatif lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau menjawab seperti itu, bisa-bisa dicap oleh calon perusahaan baru sebagai \u201ckutu loncat\u201d. Iya lah, itu perusahan baru bisa menganggapnya lemah terhadap berbagai tekanan dalam bekerja. Baru diberi cobaan seperti yang diterima di perusahaan lama saja sudah mengeluh, apalagi nanti perusahaan baru. Apalagi perusahaan baru itu 11-12 orientasi bisnisnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, bisa dinilai kurang bersyukur atas apa yang dimiliki. Sudah mendapat fasilitas dan profit dari perusahaan lama. Tapi malah menutupi semua kenikmatan yang diterima. Perusahaan baru tidak akan menerima karyawan yang tidak pandai dan tidak tahu berterima kasih atas apa yang didapatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, walau memang ada alasan mengundurkan diri karena sesuatu hal negatif dari perusahaan lama, jangan sampai menyebarkan informasi-informasi negatif perusahaan lama kepada orang lain, khususnya saat wawancara kerja. Coba ingat-ingat kebaikan yang telah ditebar saat masih aktif bekerja. Gimana keadaan sebelum dan sesudah bekerja di sana. Pasti ada perubahan yang signifikan. Minimal dompet nyaris tak pernah kering mirip kopiah. Kecuali kalau memang boros sih itu lain cerita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti kata mantan pimpinan saya dulu, \u201cKalau menemukan hal-hal negatif (di perusahaan), usahakan diempet (ditahan dalam hati) dulu.\u201d Sebab, kita pun tidak tahu sampai berapa lama kita bertahan di perusahaan itu. Selama masih bekerja di situ, ingat-ingat saja hal-hal baik perusahan yang memberikan secercah kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam agama pun telah diajarkan, bahwa jangan melupakan kebaikan pihak lain, salah satunya perusahaan. Tuhan tidak akan memberikan rezekinya secara langsung. Pasti lewat perantara, di mana perusahaan mengambil peran itu sebagai \u201cjembatan\u201d rezeki dari Tuhan ke makhlukNya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya kadang saya berandai-andai ketika ditanya waktu wawancara kerja, \u201cKenapa kamu resign?\u201d, saya akan jawab \u201cSaya secara total mendukung Pak Jokowi dulu waktu pilpres pak\/bu, sesuai dengan dukungan perusahaan saya dulu, makanya saya resign\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa sudah kamu sekarang saya angkat jadi komisaris.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal lho ya. Semoga bener. Aamiin Ya Allah.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JU<\/b><strong>GA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/utang-itu-sensitif-sampai-sampai-orang-yang-minjemin-duit-jadi-sangat-menyebalkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Utang Itu Sensitif, Sampai-sampai Orang yang Minjemin Duit Jadi Sangat Menyebalkan\u00a0<\/a>d<\/strong><b>an tulisan<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/hepi-nuriyawan\/\">\u00a0<b>Hepi Nuriyawan<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan pernah membuka aib. Pamali.<\/p>\n","protected":false},"author":925,"featured_media":45152,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[703,126,11653,11725,1068,3623],"class_list":["post-123244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-aib","tag-hrd","tag-panduan-terminal","tag-perusahaan-lama","tag-resign","tag-wawancara-kerja"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/925"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=123244"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/123244\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=123244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=123244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=123244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}