{"id":122652,"date":"2021-05-29T09:05:32","date_gmt":"2021-05-29T02:05:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=122652"},"modified":"2022-01-07T16:42:26","modified_gmt":"2022-01-07T09:42:26","slug":"wawancara-eksklusif-dengan-korban-kebakaran-alun-alun-utara-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wawancara-eksklusif-dengan-korban-kebakaran-alun-alun-utara-jogja\/","title":{"rendered":"Wawancara Eksklusif dengan Korban Kebakaran Alun-alun Utara Jogja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada Selasa siang (25 Mei 2021) terjadi kebakaran di kawasan Alun-alun Utara Jogja. Kawasan yang dahulu menjadi pusat perayaan pasar malam sekaten ini mengalami kebakaran di bagian barat, tepatnya yang berhadapan dengan Masjid Gedhe Kauman. Kebakaran yang tidak terlalu hebat ini meluluh lantakkan area rerumputan kering seluas 8&#215;8 meter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Octo Noor Arafat selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta menyampaikan dua unit kendaraan pemadam kebakaran berhasil memadamkan api hanya dalam waktu 15 menit. \u201cTitik kebakaran tidak dekat Keraton, tetapi lebih dekat ke arah Masjid Gedhe Kauman,\u201d kata Octo kepada <a href=\"https:\/\/travel.tempo.co\/read\/1465799\/halaman-alun-alun-utara-wajah-keraton-yogyakarta-tiba-tiba-terbakar#:~:text=TEMPO.CO%2C%20Yogyakarta%20%2D%20Kawasan,2021%20sekitar%20pukul%2013.15%20WIB.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Tempo.<\/em><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mencoba mewawancarai korban kebakaran yang fenomenal ini. Sayang sekali (atau syukurlah) tidak ada korban manusia pada peristiwa ini. Maka saya mewawancarai korban yang terlewatkan dari peristiwa ini, yaitu rumput di kawasan Alun-Alun Utara. Sebagai warga asli yang tidak perlu ditanyakan KTP mana bos, tentu rumput Alun-alun Utara sangat terpukul dengan peristiwa ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>Tidak menyangka terjadi kebakaran<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Teki (beberapa bulan) mengaku baru saja tumbuh subur di kawasan Alun-alun Utara Jogja. \u201cSaya cuma ikut orang tua saja mas. Pengennya sih merantau ke Mandala Krida, tapi saya tidak lolos kriteria jadi rumput lapangan bola. Lha saya nggak ada harganya, kalau rumput lapangan bola kan bisa dikorupsi,\u201d ujar Mas Teki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApa Mas Teki ini tahu kronologi sebenarnya dari kebakaran ini? Apakah ada pihak yang sengaja membakar rumput Alun-Alun Utara?\u201d Cecar saya sambil jongkok di hadapan Mas Teki. Sayang sekali, pagar besi dua milyar menghalangi kami untuk kontak fisik. Itung-itung social distancing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya tidak tahu kronologinya mas. Dengar-dengar sih ada orang gila yang melempar api ke alun-alun. Ya saya maklum saja, Mas, musim seperti ini kami sedang kering. Jadi mudah terbakar seperti boomer yang marah-marah ke kurir,\u201d ungkap Mas Teki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYang saya tahu, api sudah membesar dan membakar beberapa saudara saya. Lha wong satu alun-alun ini semua rumput satu saudara. Tiba-tiba mak klap muncul asap dari arah sana,\u201d imbuh Mas Teki sambil menunjuk ke arah lokasi kebakaran. Kebetulan Mas Teki tumbuh tidak terlalu jauh dari lokasi kebakaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLuka-luka nggak, Mas?\u201d Tanya saya. Mas Teki menjawab, \u201cYa Cuma tambah kering saja mas kepanasan. Tapi, alhamdulillah tidak sampai terbakar. Adik-adik saya juga selamat gemah ripah loh jinawi.\u201d Mas Teki menambahkan, kebakaran ini baru pertama dialami blio dan keluarganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDulu-dulu nggak pernah kebakaran mas. Lha wong sebelum kering kami juga sudah habis. Baik dimakan ternak dan kuda yang kadang merumput di sini. Kalau pas Sekaten kami juga dipangkas. Atau diinjak-injak warga yang main bola atau sekadar nongkrong. Dulu malah kondusif, Mas, nggak ada kebakaran. Kata pakde saya yang di bawah lampu sorot itu, bertahun-tahun tidak ada kebakaran di Alun-alun Utara,\u201d ungkap Mas Teki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah kebakaran ini ada hubungannya dengan geger gedhen yang terjadi di dalam keluarga Keraton, mas?\u201d Tanya saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah no comment, Mas. Takut kualat jadi krokot, Mas. Tapi, opo tumon yang geger para bangsawan, yang jadi korban itu kami kawula narimo ing pandum,\u201d jawab Mas Teki syahdu. Saya mengangguk-angguk takzim sambil menyalakan rokok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan dekat-dekat, Mas!\u201d Seru Mas Teki yang terlihat masih trauma dengan api. Mungkin Mas Teki mengalami PTSD.<\/span><\/p>\n<h4><b>Para rumput tidak bersalah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Sokle (2 tahun) yang bekerja sebagai lampu highmast di kawasan Alun-alun Utara ikut berbagi rasa. Lampu yang dibangun dengan nilai kontrak satu miliar ini menyayangkan kebakaran yang terjadi. Menurut Mas Sokle, kebakaran ini baru pertama dialami dan seharusnya tidak terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPadahal rumput di kawasan sini itu baik lho mas. Ramah juga pada wisatawan. Nggak nyangka lho mas,\u201d ujar Mas Sokle. Blio menambahkan, ketika Alun-alun Utara belum dipagari, tidak ada kejadian kebakaran seperti ini. Mas Sokle bersyukur, blio tidak mengalami luka dan cedera saat kebakaran kemarin. \u201cDisyukuri wae mas, saya masih bisa bersinar,\u201d ungkap Mas Sokle.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMenurut saya, Mas, ini ada andil dari pagar besi yang baru setahun berdiri ini. Untuk memadamkan api kemarin, petugas pemadam kebakaran sampai harus melompati pagar dengan susah payah,\u201d ujar Mas Sokle. Blio menambahkan, sebelum ada pagar besi ini memang tidak pernah ada kebakaran di Alun-alun Utara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDulu itu ya mas, kawasan sini asri. Rumput juga tumbuh sewajarnya. Tidak sampai menjadi belukar yang nggak estetis itu. Jadi ketika musim panas seperti ini rumput keringnya tidak sampai menjulang dan mudah terbakar. Lha semenjak ada pagar ini, malah tidak terurus. Rumput tumbuh subur semaunya sampai kering,\u201d ujar Mas Sokle.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, Mas Sokle tidak memandang para rumput bersalah. Blio berujar, \u201clha jangan salahkan rumputnya. Kebakaran kemarin bukan 100% salah rumput dan apinya. Pembangunan pagar ini yang sebenarnya bertanggung jawab. Katanya menambah estetika, tapi malah membuat kawasan sini kumuh dengan rumput. Akhirnya kejadian tho kebakaran seperti ini. Aku wes mbathin mas,\u201d ujar Mas Sokle menggebu-gebu.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pagar Kraton hanya menjaga estetika Jogja<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kyai Pacak Suji (satu tahun) sang pagar Alun-alun Utara ikut bersuara. Blio merasa tidak diterima menjadi biang dari kebakaran rumput ini. Menurut Kyai Pacak Suji, kebakaran ini murni bencana dan tidak bisa dihubung-hubungkan dengan kebakaran yang terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJadi begini, kebakaran itu ya karena ada rumput yang terbakar. Bukan karena didirikannya saya selaku pagar Alun-alun Utara. Lha saya cuma anteng mengayomi rumput yang ada di dalam kok, malah saya yang disalahkan,\u201d ungkap Kyai Pacak Suji. Menurut blio, seharusnya para rumput bisa beradaptasi dengan pembangunan yang ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau sudah tahu lingkungan alun-alun sekarang tertutup, ya harusnya para rumput yang tahu diri. Tumbuhlah sewajarnya, jika perlu jangan sampai kering. Kalau seperti ini, rusak sudah estetika Alun-alun Utara yang masyur,\u201d keluh Kyai Pacak Suji.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi kehadiran njenengan menghalangi proses pemadaman kebakaran lho, Mbah. Jika Anda tidak didirikan, rumput di sini bisa terkontrol tumbuhnya. Toh menurut rumput di sini, dari dulu tidak ada kebakaran sampai njenengan dibangun,\u201d ujar saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKok jadi salah saya. Seharusnya para rumput mengikuti new normal di sini. Jangan malah menyalahkan saya yang hadir demi keindahan Jogja. Kalau rumput-rumput ini tidak terbakar, tidak perlu juga para petugas repot-repot memadamkan,\u201d pungkas Kyai Pacak Suji.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan menyalahkan pembangunan, Mas. Justru para rumput harus menerima pembangunan ini dengan suka cita. Semua demi mempercantik Jogja yang istimewa ini. Kalau dipandang makin kumuh dan menimbulkan kebakaran, ya yang bersalah para rumput itu tadi. Cobalah untuk narimo ing pandum, toh saya mengayomi mereka,\u201d ujar Kyai Pacak Suji. Blio menolak untuk memberikan jawaban lebih lanjut sembari berkata, \u201csabda pandita ratu mas. Kalau sudah berdiri, untuk apa dipermasalahkan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin saya mendapatkan klarifikasi dan jawaban dari pihak Keraton Jogja. Toh saya tinggal jalan ke selatan sedikit. Tapi, siapa saya ini. Lagipula, ini masalah rumput Alun-alun Utara. Bukan perkara yang penting juga.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Berkas:Johannes_Rach_VL_32.jpg&amp;filetimestamp=20071122093015&amp;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wikimedia Commons.<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/edi\/corak\/mop\/hikayat-sayuri-legenda-mahasiswa-jogja-yang-pasti-pernah-kamu-dengar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sayuri, Legenda Mahasiswa Jogja yang Pasti Pernah Kamu Dengar Namanya<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dimas-prabu-yudianto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Prabu Yudianto<\/a>\u00a0lainnya.\u00a0<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu lagi dari Terminal Mojok.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":67172,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8027,115,1974,5818,4542],"class_list":["post-122652","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-alun-alun-utara-jogja","tag-jogja","tag-kebakaran","tag-pagar","tag-wawancara"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122652"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122652\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}