{"id":122432,"date":"2021-05-25T12:01:16","date_gmt":"2021-05-25T05:01:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=122432"},"modified":"2021-11-16T13:04:30","modified_gmt":"2021-11-16T06:04:30","slug":"profesi-pemeran-friends-andai-mereka-hidup-di-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/profesi-pemeran-friends-andai-mereka-hidup-di-jogja\/","title":{"rendered":"Profesi Pemeran &#8216;Friends&#8217; Andai Mereka Hidup di Jogja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Friends<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tayang perdana 1994 dan pertama disiarkan di Indonesia oleh RCTI itu rencananya tahun ini akan kembali tayang dengan season baru di HBO Max. Serial ini adalah salah satu serial yang ikonik bagi Generasi 90an.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan dari 238 episode serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Friends<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tayang selalu mengambil latar belakang tempat di kota New York, Amerika Serikat. Sebagai contoh, apartemen enam sekawan ini berada di jantung kota New York. Cafe Central Perk tempat mereka sering berkumpul dan bersosialisasi diceritakan juga ber-setting di New York.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, apa jadinya ketika kebersamaan Rachel, Ross, Phoebe, Chandler, Joey, dan Monica mengambil latar belakang tempat di Jogja? Menarik pastinya kan. Dipastikan keseharian karakter di serial ini akan hijrah menyesuaikan dengan kondisi kota Jogja. Bayangkan juga mereka bertempat tinggal di Apartemen Sejahtera Jogja.<\/span><\/p>\n<h4><b>Rachel bekerja di Klinik Kopi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rachel Green dalam serial merupakan anak orang kaya yang mencoba hidup mandiri dengan mengawali karir dengan bekerja di Cafe Central Perk dan akhirnya bisa berkarir sebagai eksekutif di Ralph Lauren. Akan menjadi berbeda jika Rachel tinggal di Jogja, pada awal karier dia akan bekerja di Klinik Kopi jadi anak buahnya mas Pepeng dan jika beruntung bisa ketemu si legendaris Rangga di sana. Nah dari Klinik Kopi karir Rachel akan berubah drastis sebagai eksekutif di Dagadu Djokdja, karena gaji sebagai karyawan cafe di Jogja tidak akan cukup untuk biaya sewa Apartemen Sejahtera setiap bulannya dan biaya hidup hedonnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ross Geller bisa menjadi profesor UGM<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Friends<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karakter Ross bekerja sebagai paleontologis di Museum New York dan berhasil meraih gelar Profesor di New York University. Apabila Ross berada di Jogja dipastikan dia tidak akan bisa bekerja di museum Geologi. Bukan karena tidak mampu, tapi karena Jogja memang tidak punya museum geologi. Nah sebagai gantinya dia bisa bekerja sebagai Dosen Paleontologis di Fakultas Geologi UGM, dan sekaligus meraih gelar Profesor nya di sana. Flat banget ya hidupnya, hehehe..<\/span><\/p>\n<h4><b>Monica buka resto join dengan Chef Arnold Poernomo<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa jadinya jika Monica yang dalam serial diceritakan menjadi koki di kota besar New York akhirnya harus tinggal di Jogja? Dengan segala kemampuan dan koneksinya akan mudah bagi dia untuk membuka resto dengan tampilan mewah tapi harga UMR Jogja. Jalinan kerja sama dengan Chef Arnold hanya akan mendompleng nama besar Chef Arnold sebagai daya tarik marketing saja, yang bikin resep ya tetap Monica dong, biar beda dengan yang di sono. Pilihan nama resto juga bisa seperti ini \u201cPiring Ku\u201d atau \u201cSendok Ku\u201d. Atau kalau mau yang lebih dahsyat ya Monica bisa bekerjasama dengan Chef Renata. Dijamin perpaduan masakan koki lulusan Prancis dan Amerika tetapi tetap dengan harga Jogja bakalan mantap punya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Phoebe menjadi bagian Musik Jogja Project<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjadi pramupijat profesional, alih-alih menjadi penyanyi solo seperti pada serial aslinya, di Jogja Phoebe akan bergabung dengan Musik Jogja Project dan manggung di Pendopo Lawas gantian sama Trisuaka. Untuk pekerjaan utamanya sebagai pramupijat, dia bisa bekerja di tempat pijat eksklusif pada jamannya Griya Shiatsu atau kalau lagi sepi orderan kelas atas ya bisa nyambi di Kakiku.<\/span><\/p>\n<h4><b>Joey Tribbiani bermain di FTV dengan tema pemuda medok<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai aktor film pada serial aslinya, Joey jika ngotot tinggal di Jogja pastinya tidak akan bisa berakting di berbagai sinetron stripping yang biasanya pengambilan gambarnya dilakukan di Jakarta. Sebagai gantinya dia bisa berakting di berbagai FTV dengan tema pemuda Jogja dari kalangan menengah ke bawah dengan aksennya yang medok dan jatuh cinta dengan cewek dari ibukota atau cewek anak horang kaya. Judul-judul aneh bin ajaib pun sudah disiapkan sang sutradara untuk diperankan Joey, di antaranya \u201cPacarku Seorang Penjual Angkringan\u201d atau \u201cCinta Unlimited Pemuda Jogja\u201d dan mungkin bisa seperti ini \u201cPacarku Ganteng tapi Gaji UMR Jogja\u201d. Joey mungkin bisa beradu akting dengan seniman jogja lainnya di Mbangun Deso Reborn, beradu akting dengan Den Baguse, Kuriman, Sronto, dan Pak Bina.<\/span><\/p>\n<h4><b>Chandler menjadi karyawan dengan UMR Jogja<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam serial Friends diceritakan Chandler bekerja sebagai Analis Statistik dan Rekonfigurasi di perusahaan multinasional. Akan tetapi, walaupun bergaji besar dia resign dan memilih bekerja sebagai junior copywriter di sebuah biro iklan. Coba bayangkan jika dia bekerja di Jogja, sebagai junior copywriter bisa dipastikan gajinya adalah UMR, syukur-syukur perusahaannya mau memberi tambahan tunjangan makan dan rekreasi. Dari mana dia bisa tetap tinggal di Apartemen Sejahtera dengan gaji copywriter? Nah, saya nggak tahu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Well, tentu realitas hidup mereka di Jogja tidak semanis seperti ketika mereka hidup di New York. Walaupun orang Amerika bilang New York itu keras, akan tetapi orang Indonesia tahu UMR Jogja jauh lebih keras.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=InHrCnXydJU\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">YouTube Favorite Videos<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sitkom-friends-adalah-sitkom-era-90-an-paling-ikonik-sepanjang-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sitkom \u2018Friends\u2019 Adalah Sitkom Era 90-an Paling Ikonik Sepanjang Masa<\/a><\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau makan di Kopi Klotok,<\/p>\n","protected":false},"author":1498,"featured_media":20894,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[10981,115,11665,11656,6500],"class_list":["post-122432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-friends","tag-jogja","tag-klinik-kopi","tag-nusantara-terminal","tag-serial"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1498"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=122432"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/122432\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=122432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=122432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=122432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}