{"id":121745,"date":"2021-05-19T14:00:32","date_gmt":"2021-05-19T07:00:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=121745"},"modified":"2021-11-16T13:11:03","modified_gmt":"2021-11-16T06:11:03","slug":"jadi-fans-fanatik-k-pop-adalah-cara-saya-menjauhi-kenakalan-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jadi-fans-fanatik-k-pop-adalah-cara-saya-menjauhi-kenakalan-remaja\/","title":{"rendered":"Jadi Fans Fanatik K-Pop Adalah Cara Saya Menjauhi Kenakalan Remaja"},"content":{"rendered":"<p><em>Menjadi fans fanatik K-Pop mungkin membuat saya dianggap kurang &#8220;laki&#8221;. Namun, saya justru bersyukur atas hal ini.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tawuran, narkoba, seks bebas, serta konflik <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sekolah merupakan hal yang asing bagi saya. Bahkan untuk bergabung dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sirkel <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">anak laki-laki sekolahan pada umumnya saya tidak pantas. Sekali dua kali saya mencoba bercengkrama dengan laki-laki untuk menguji seberapa &#8220;tingkat maskulinitas&#8221; yang saya miliki. Namun, percakapan yang kami lakukan tidak pernah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nyambung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Geng <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pria-pria maskulin di sekolah saya dari tingkat SMP hingga SMA (kebetulan dulu saya disekolahkan di aliyah) selalu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngobrolin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tentang sepak bola, sepak bola, dan sepak bola. Mereka ngobrol sembari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nongkrong <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di warteg hingga terhenti karena diserang (bahasa anak sekolah saya di-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">drop<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">) oleh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">geng <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sekolah lainnya. Tentu, anak-anak sekolahan saya tidak tinggal diam. Be<\/span>berapa kesempatan saya memergoki saat mereka nongkrong dan sedang merencanakan sebuah counter-attack layaknya sebuah tim bola yang telah jebol gawangnya oleh tim lawan. Seketika itu saya berpikir, \u201cKenapa harus pakai nyerang balik, sih? Apa nggak bisa diomongin baik-baik? Daripada akhirnya sama-sama rugi kena masalah yang lebih rumit lagi?\u201d<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemikiran dendam antar sekolah yang dipenuhi dengan nilai-nilai kejantanan itu ng<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pernah bisa masuk ke pikiran saya. Lantaran saya tidak tertarik dengan konflik fisik semacam itu. Saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan menonton drama Korea dan MV Idol hingga <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">live performance <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dari para <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">girlband <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">boyband <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di berbagai situs <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">streaming<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bodo amat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan lontaran tuduhan bahwa saya tidak setia kawan,l dan tidak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">solid<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dengan alasan saya tidak pernah bergabung dengan tongkrongan cowok-cowok setelah pulang sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah dari kecil saya punya perilaku yang &#8220;tidak cocok&#8221; dengan gender saya. Atau kegiatan untuk membuktikan kejantanan bukan sesuatu yang saya kejar. Saya hanya ingin menghabiskan waktu dengan melihat idola saya menampilkan talentanya dan sekali dua kali menamatkan Harvest Moon untuk kesekian kalinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang bisa dibilang saya di sekolah dianggap \u201caneh\u201d. Namun, hal itu tidak menutup saya untuk berteman dan berprestasi. Meskipun pertemanan saya dengan sesama cowok terbatasi dengan kesukaan dan hobi yang ngg<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ak nyambung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan terbatas dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sirkel <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sempit yang kebetulan menyukai K-Pop dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">anime. Namun, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">saya cukup berprestasi semasa saya sekolah di SMA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prestasi yang saya paling ingat bukanlah menjadi juara satu saat mengikuti lomba <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">speech <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bahasa Inggris. Melainkan, dari beberapa angkatan sebelum-sebelumnya, saya terbilang sebagai laki-laki pertama yang menampilkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dance <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">saat pentas seni. Ketika itu saya bersama teman-teman perempuan saya berlatih koreografi \u201cTT\u201d dari Twice. Saya merasa sangat bangga ketika berhasil menampilkan koreografi dan menjadi pusat perhatian karena di situ saya satu-satunya laki-laki yang berani tampil menampilkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dance <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">K-Pop dari grup perempuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prestasi lain saya yakni berhasil bikin konsep dan mengumpulkan keberanian dari teman-teman cowok saya yang juga menggemari dan fanatik K-Pop untuk bersama saya menampilkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dance cover <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai hiburan saat malam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">prom.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Awalnya teman-teman saya sungkan. Namun, saya bujuk mereka dan kami berhasil menampilkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dance cover <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dari BTS yakni \u201cGogo\u201d\u2019<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran saya memilih untuk menjadi seorang fanatik K-Pop, saya merasa bahwa saya terselamatkan dari kenakalan remaja dan perkelahian antar sekolah akibat pergaulan yang melanggengkan maskulinitas toksik. Mungkin identitas yang melekat bagi saya adalah panggilan &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">si wibu&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan &#8220;si fanatik K-Pop&#8221; yang diberikan oleh teman-teman saya semasa sekolah. Namun, mereka memanggil saya dengan panggilan itu tanpa ada maksud jahat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat itu juga saya bersyukur tidak dikenal sebagai biang masalah, tidak di-DO karena terlibat perkelahian antar sekolah, terkenal menjadi seorang &#8220;wibu&#8221;, dan sebagai cowok pertama yang berani menampilkan dance K-Pop di depan teman-teman lainnya. Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi saya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/persamaan-bts-dan-blackpink-dua-idol-group-ter-daebak-yang-sukses-menembus-amerika\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Persamaan BTS dan Blackpink, Dua Idol Group Ter-Daebak yang Sukses Menembus Amerika<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0<i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lantaran saya memilih untuk menjadi seorang fanatik K-Pop, saya merasa bahwa saya terselamatkan dari kenakalan remaja dan perkelahian antar sekolah.<\/p>\n","protected":false},"author":1492,"featured_media":121837,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[47,10429,5940,2776],"class_list":["post-121745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-k-pop","tag-k-popers","tag-sma","tag-wibu"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1492"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121745"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121745\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}