{"id":120575,"date":"2021-05-08T09:00:45","date_gmt":"2021-05-08T02:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=120575"},"modified":"2022-05-11T14:21:36","modified_gmt":"2022-05-11T07:21:36","slug":"membandingkan-drama-korea-vs-telenovela-mana-yang-lebih-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membandingkan-drama-korea-vs-telenovela-mana-yang-lebih-baik\/","title":{"rendered":"Membandingkan Drama Korea vs Telenovela: Mana yang Lebih Baik?"},"content":{"rendered":"<p>Tulisan ini terinspirasi dari tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/renisoengkunie\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mbak Reni Soengkunie<\/a> yang berjudul \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebelum-drama-korea-menyerang-telenovela-pernah-merajai-tontonan-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebelum Drama Korea Menyerang, Telenovela Pernah Merajai Tontonan Indonesia<\/a>\u201d<\/p>\n<p>Di tulisan saya sebelumnya saya juga menuliskan bahwa sebelum adanya drama Korea, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa di Indonesia pada keranjingan nonton <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenang-amigos-x-siempre-telenovela-yang-booming-pada-2000-an\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">telenovela seperti <em>Amigos X Siempre<\/em><\/a>. Teh <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/ayu-octavi-anjani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ayu Octavi Anjani<\/a> juga bilang gitu, kita semua <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/carita-de-angel-telenovela-yang-bikin-saya-pengin-punya-rambut-palsu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">keranjingan nonton <em>Carita de Angel<\/em><\/a>. Demikian juga <em>Rosalinda<\/em>, dan <em>Marimar<\/em> yang waktu itu booming banget. Mirip-mirip sama boomingnya drakor <em>Descendants of the Sun<\/em> atau <em>The World of the Married<\/em> gitulah. Bedanya yang satu dari Meksiko, yang satu dari Korea Selatan. Nah, di tulisan ini saya akan membandingkan, mana yang lebih baik, dengan berusaha seobjektif mungkin.<\/p>\n<h4>#1 Durasi<\/h4>\n<p>Durasi telenovela itu mirip-mirip dengan sinetron Indonesia yang panjang banget! <em>Rosalinda<\/em> sendiri terdiri dari 80 episode, dan <em>Amigos X Siempre<\/em> itu berjumlah 115 episode. Beda banget dengan drakor yang biasanya durasinya tidak lebih dari 24 episode. Drakor yang saya tonton <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/full-house-drakor-pertama-yang-saya-tonton-sampai-tamat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">seperti <em>Full House<\/em><\/a> dan <em>Boys Before Flowers<\/em> masing-masing hanya memiliki 16 dan 25 episode.<\/p>\n<p>Selain dari jumlah episode, alur telenovela pun sangat lambat. Kalau drakor, alurnya cepat banget. Misalnya, alur <em>Rosalinda<\/em> ini bertele-tele banget, sih. Mulai dari ketemuan, ditinggalkan suaminya, kecelakaan, bayinya meninggal, masuk rumah sakit jiwa, kebakaran, sampai hilang ingatan. Beda sama drakor seperti <em>Full House<\/em> yang alurnya lebih to do point.<\/p>\n<h4>#2 Kualitas akting<\/h4>\n<p>Kemarin saya menonton ringkasan 80 episode <em>Rosalinda<\/em> yang diringkas dalam waktu empat menit. Akting Fernando Carrilo yang berperan sebagai Fernando Jos\u00e9 di telenovela tersebut wajahnya datar banget. Padahal Ibu Fernando Jos\u00e9, Valeria baru aja bilang kalau Ibunya Rosalinda ini telah membunuh ayah kandung Fernando Jos\u00e9. Pas Rosalinda ini hilang, masuk rumah sakit jiwa, sampai dinyatakan meninggal, wajah Fernando Jos\u00e9 juga datar banget. Bikin kesal!<\/p>\n<p>Berbeda dengan drakor. Dalam <em>Boys Before Flowers<\/em>, Lee Min Ho yang berperan sebagai Gu Jun Pyo aktingnya total banget. Saking kesalnya saya sama dia, saya pengin banget ngajakin dia berkelahi satu lawan satu soalnya di drakor ini dia suka ngebully orang tidak bersalah gitu. Di sini Gu Jun Pyo nggak cuma modal tampang ganteng kayak Fernando Jos\u00e9 di <em>Rosalinda<\/em>.<\/p>\n<h4>#3 Adegan cinta-cintaan<\/h4>\n<p>Menurut saya, adegan percintaan drama Korea itu lebih \u201csuci\u201d dibandingkan telenovela. Dalam drakor <em>Full House<\/em> yang saya tonton, adegan ciuman Rain Bi dan Song Hye Kyo ini datar banget, kayak ikan mati. Nggak ada gairah sama sekali gitu. Beda banget sama adegan ciuman di telenovela yang penuh dengan gairah, malah lebih cenderung ke arah seksual.<\/p>\n<p>Mungkin ini karena perbedaan budaya. Pada umumnya, di Asia kan ciuman itu masih tabu, apalagi kalau dilakukan di depan umum. Sedangkan di Meksiko sana kayaknya lebih ditoleransi gitu.<\/p>\n<p>Tapi pada poin ini, adegan ciuman pada drama Korea lebih unggul dibandingkan adegan ciuman pada telenovela. Lantaran kesannya, adegan ciuman pada drama Korea itu beneran cinta, beneran sayang, dibandingkan ciuman pada telenovela yang kesannya nafsuan doang.<\/p>\n<h4>#4 Musik<\/h4>\n<p>Musik pada drama Korea ini ear-catching banget. Pada beberapa drakor, seperti <em>Boys Before Flowers<\/em>, lirik \u201calmost paradiseeeeee\u201d itu ikonik banget karena suka tiba-tiba dimainkan dengan random di tengah-tengah drama. Lagunya sampai terngiang-ngiang di kepala saya meskipun drakornya nggak saya tonton sampai tamat. Ia cuma saya tonton episode-episode awal.<\/p>\n<p>Sedangkan musik pada telenovela ini receh banget, terutama ketika muncul adegan-adegan jahat seperti \u201cTidak bisa begitu, Pedro!\u201d, atau \u201cTidak semudah itu, Fernando Jos\u00e9!\u201d, sama seperti sinetron Indonesia atau drama India gitulah. Musik pada telenovela ini hanya bagus pada opening dan closingnya aja. Seperti musik pada <em>Amigos X Siempre, Carita de Angel, Rosalinda<\/em> yang masih terngiang-ngiang di kepala saya sampai sekarang.<\/p>\n<p>Itulah perbandingan saya akan telenovela dan drama Korea yang saya tonton selama ini. Dari keseluruhan aspek tersebut, drama Korea lebih unggul meskipun telenovela seperti <em>Amigos X Siempre, Carita de Angel, Maria Bellen, Rosalinda<\/em> dan <em>Marimar<\/em> telah mengisi masa-masa sekolah saya dulu.<\/p>\n<p>Dari segi industri pun, industri hiburan Korea Selatan ini betul-betul maju dengan pesat.\u00a0Sedangkan industri hiburan Meksiko kayaknya masih mengandalkan adegan-adegan koboy seperti masa kejayaan Antonio Banderas dalam film <em>Zorro<\/em> atau film-film bernuansa kartel Meksiko gitu. Sementara perfilman Korea Selatan saat ini genrenya sudah sangat beragam dengan kualitas yang terus meningkat setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Gimana, apakah Anda setuju?<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/carita-de-angel-telenovela-yang-bikin-saya-pengin-punya-rambut-palsu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Mengenang \u2018Amigos X Siempre\u2019, Telenovela yang Booming pada 2000-an<\/strong><\/a> <b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/raden-muhammad-wisnu\/\"><b>Raden Muhammad Wisnu<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut saya, adegan percintaan drama Korea itu lebih \u201csuci\u201d dibandingkan telenovela.<\/p>\n","protected":false},"author":272,"featured_media":120679,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[1293,28,6422],"class_list":["post-120575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-drama-korea","tag-film","tag-telenovela"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/272"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120575"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120575\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/120679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}