{"id":119465,"date":"2021-04-27T12:00:04","date_gmt":"2021-04-27T05:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=119465"},"modified":"2021-04-27T04:56:20","modified_gmt":"2021-04-26T21:56:20","slug":"laki-laki-yang-suka-ngetes-perempuan-untuk-nebak-nama-bumbu-dapur-itu-punya-masalah-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/laki-laki-yang-suka-ngetes-perempuan-untuk-nebak-nama-bumbu-dapur-itu-punya-masalah-apa\/","title":{"rendered":"Laki-laki yang Suka Ngetes Perempuan untuk Nebak Nama Bumbu Dapur Itu Punya Masalah Apa?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kali nama-nama rempah dan bumbu dapur trending di Twitter, saya biasanya menemukan orang-orang\u2014khususnya laki-laki\u2014yang membuat tweet pertanyaan provokatif bernada sindiran, seperti: kira-kira cewek jaman sekarang tahu nama-nama bumbu ini nggak<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">? <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Atau pernyataan serupa \u201ccewek sekarang mana tahu sama nama-nama bumbu ini, taunya cuma make-up dan joget TikTok<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pertanyaan tersebut biasanya disertai dengan gambar berbagai bumbu dan rempah seperti jahe, kunyit, kencur, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sewaktu pertama kali tahu tentang pertanyaan itu, tentu saja saya merasa ke-trigger dan dengan bangganya menjawab semua pertanyaan tentang bumbu-bumbu tersebut. Tujuannya untuk membuktikan bahwa saya adalah pribadi yang berbeda dengan para perempuan zaman sekarang, sekaligus mematahkan persepsi tentang perempuan zaman sekarang seperti yang dikenal oleh si pembuat tweet. Bahwa meskipun zaman sudah modern, saya masih sangat hafal dengan aneka bumbu dasar dan rempah-rempah yang biasanya ada di dapur Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, lama kelamaan mulai muncul pertanyaan dalam diri saya. Mengapa saya memerlukan validasi laki-laki tentang kemampuan saya dalam mengenali bumbu-bumbu dapur? Mengapa saya harus merasa bangga saat berhasil mengenali macam-macam bumbu tersebut? Mengapa timbul perasaan tidak terima dan kesal jika disamakan dengan perempuan masa kini yang\u2014menurut si pembuat twit\u2014adalah jenis perempuan yang cuma jago make-up dan joget Tiktok?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat saya menarik kesimpulan bahwa saya sepertinya sudah masuk dalam jebakan si pembuat twit. Bahwa menurut si pembuat twit <\/span><b>pertama, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">perempuan harus bisa mengenali berbagai macam bumbu dapur. <\/span><b>Kedua, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">perempuan yang hebat adalah perempuan yang bisa masak\u2014divalidasi dengan mengenali berbagai macam bumbu. <\/span><b>Ketiga, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">perempuan masa kini hanya jago make-up dan joget Tiktok\u2014makanya nggak akan kenal sama macam-macam bumbu dapur. <\/span><b>Keempat, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">keahlian perempuan dalam memakai make-up seringkali berbanding terbalik dengan kemampuannya di dapur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyatanya, semua pernyataan di atas tentu saja subjektif dan hanya berdasarkan pada asumsi si pembuat twit. Di kolom komentar, banyak saya temui para perempuan yang juga ke-trigger dan terjebak untuk menjawab nama-nama bumbu dapur tersebut dengan benar. Nggak lupa disertai dengan pernyataan seperti: saya bisa make-up dan saya kenal nama bumbu-bumbu tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, kalau mau jujur saya lebih suka para perempuan mengabaikan saja twit yang meminta mereka untuk menebak nama-nama bumbu dapur tersebut. Alasannya karena ia bersifat patriarki yang justru melanggengkan budaya bahwa perempuan harus bisa memasak. Padahal, memasak itu basic skill<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang harusnya dikuasai oleh setiap manusia, apa pun jenis kelaminnya. Ya kali cuma perempuan saja yang disuruh memasak, sementara si laki ongkang-ongkang kaki sambil ngerokok di teras.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagipula, mengetes kemampuan perempuan dalam mengenal bumbu-bumbu dapur tersebut rasanya sudah nggak relevan di zaman ini. Semakin lama, dunia semakin modern. Muncul berbagai variasi teknologi yang salah satunya dikenal sebagai bumbu instan. Seperti namanya, bumbu instan tentu saja sangat mudah digunakan, ringkas, dan nggak memerlukan banyak bumbu-bumbu dapur yang proses pengolahannya rumit. Jadi, untuk apa menghafal bumbu-bumbu tersebut kalau mau bikin sayur sop saja hanya perlu satu saset bumbu sop instan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, setelah saya pikir-pikir ulang mengapa hanya perempuan saja yang seringkali dapat pertanyaan semacam itu? Bagaimana kalau kondisinya dibalik, misalnya, menyuruh laki-laki untuk menebak macam-macam alat pertukangan dan kegunaan yang biasanya digunakan untuk memperbaiki kerusakan sehari-hari di dalam rumah? Atau, bisa juga dengan meminta laki-laki untuk mendemonstrasikan cara memperbaiki genteng yang rusak? Pasti nggak enak, kan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya saran saya sih, mulai hari ini kurang-kurangin deh bikin pertanyaan provokatif yang sebenarnya hanya melanggengkan budaya patriarki tersebut. Dan bagi saudara-saudara perempuan saya, mari mulai galakkan sikap pengabaian pada twit yang sebenarnya cuma ingin menggiring opini dan mengkotak-kotakkan perempuan berdasarkan persepsi laki-laki saja. Ingat, semua perempuan sama hebatnya kok, dengan atau tanpa kenal sama sekali dengan bumbu-bumbu dapur tersebut. Lagipula, ada Google tempat bertanya resep, jadi nggak perlulah dihafal ~<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/embel-embel-kewajiban-perempuan-membuat-saya-malas-beres-beres-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Embel-embel Kewajiban Perempuan Membuat Saya Malas Beres-beres Rumah<\/a>\u00a0d<\/b><b>an tulisan<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/siti-halwah\/\">\u00a0<b>Siti Halwah<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0<i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masalahmu apa e?<\/p>\n","protected":false},"author":200,"featured_media":119499,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9990,325,7802],"class_list":["post-119465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bumbu-dapur","tag-patriarki","tag-rempah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/200"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=119465"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/119465\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/119499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=119465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=119465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=119465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}