{"id":118555,"date":"2021-04-20T09:00:23","date_gmt":"2021-04-20T02:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=118555"},"modified":"2021-11-12T06:52:13","modified_gmt":"2021-11-11T23:52:13","slug":"kasta-biskuit-dalam-sekaleng-khong-guan-mana-yang-kamu-makan-duluan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-biskuit-dalam-sekaleng-khong-guan-mana-yang-kamu-makan-duluan\/","title":{"rendered":"Kasta Biskuit dalam Sekaleng Khong Guan: Mana yang Kamu Makan Duluan?"},"content":{"rendered":"<p>Khong Guan memang berasal dari jiran Tumasik jauhnya di sana, tapi setiap bulan suci, hadirnya seakan nggak bisa diganggu-gugat. Bentuk kaleng yang ikonik dan juga isi biskuit-biskuitnya yang ketika di-kluthas menimbulkan cita rasa yang begitu eco, menjadi pertimbangan atas kehadiran Khong Guan di meja-meja tamu ketika lebaran.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut penelitian yang ditelusuri oleh Mojok Institut, saya menghimpun beberapa biskuit dalam varian isi Khong Guan yang menjadi favorit para penikmatnya. Apa saja kira-kira? Berikut kastanya dari paling bawah.<\/span><\/p>\n<p><b>Empat,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> crackers. Semisal dalam sepak bola, crackers ini adalah gelandang bertahan di kaleng Khong Guan. Hadirnya lumayan banyak, ada di setiap sisi, nyempil sana-sini, dan rasanya yang pating krosak membuat para pecinta teh mengincar bagian ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa varian rasa dalam setiap kalengnya, di antaranya manis, asin, tawar, dan kismis. Crackers ini sekali dikunyah bisa meluruh sampai ke seluruh isi mulut. Nikmat luar biasa yang nggak main-main. Sekali kunyah, rasanya kita jadi seperti menir dan noni Belanda yang ketika makan, jenthik-nya ngetril sedikit. Makin ngetril jenthik-nya, maka makin elite kedudukan kastanya. Iya, seberlebihan itu.<\/span><\/p>\n<p><b>Tiga,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> kukis. Saya kasih tips agar makin nikmat menikmati kukis Khong Guan. Begini, kalau saya sih biasanya dikombinasi dengan susu. Nggak usah diputar, dijilat, dicelupin, nggak usah. Hemat tenagamu dengan cara\u2026 Yauwes cukup celup-celup ke dalam susu, emut sedikit, nikmati sudah. Duh, jadi laper.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, paling rese ketika nempel di gigi atau dinding mulut bagian atas. Rasanya seperti menjadi orang yang nggak pernah sikat gigi selama satu tahun. Semua bisa ditanggulangi dengan kenikmatan kukis yang makin lama dinyen-nyem, makin enak. Ha, mbok tenan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama kali makan kukis di varian kue Khong Guan, saat pertama itu pula saya merasa betapa ribetnya jadi bule yang menjadikan kukis kudapan mereka. Memang nggak sebanding dengan arem-arem, tapi tetap saja kukis Khong Guan, layak masuk posisi tiga besar.<\/span><\/p>\n<p><b>Dua,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> cream-filled sandwich. Mungkin ini yang paling jamak ditemukan. Namun, karena saking jamaknya, ketika membuka kaleng Khong Guan, tangan pasti mengambil cream-filled sandwich. Toh, cinta muncul karena terbiasa, dan itulah yang diajarkan oleh eksistensi cream-filled sandwich kepada handai tolan bucin sekalian bahwa mencintai itu juga perlu konsistensi kehadiran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, di dalam Khong Guan, ada beberapa varian rasa cream-filled sandwich. Di antaranya vanilla, lemon, dan cokelat. Yang menjadi tandem kopi terbaik, jelas rasa cokelat. Mulai dari kue, krim, dan taburan gula, ketika dikunyah\u2026 Duh, dapur surga seperti pindah ke dalam mulutmu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau tambah nikmat? Kuliti saja krimnya. Taruh di semacam piring kecil, taburi kopi dengan perlahan. Masukkan lagi ke dalam kuenya, kunyah perlahan. Sudah, saya yakin beberapa adegan ikonik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shokugeki no S\u014dma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terasa amat realistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia cocok banget buat para pecinta senja guna menemani kopi mereka yang sebentar lagi berubah jadi sebait puisi. Sambil menikmati senja yang perlahan sirna, ngeluthas crackers sambil baca pwissie-pwissie <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/millennial\/beni-satryo-bagiku-jogja-itu-toxic-1sMIe61uovk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beni Satryo<\/a>. Ah, magrib dan remah cream-filled sandwich yang karib.<\/span><\/p>\n<p><b>Satu,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> raja terakhir, paling langka dan merupakan hidden gem di kaleng Khong Guan. Pasti pembaca Terminal yang budiman ngiranya saya akan berkata rengginang, emping atau kerupuk, kan? Bukan, bukan, si raja terakhir ini, terlalu penting untuk diguyoni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kue jenis ini bisa menimbulkan perang sipil yang berkepanjangan antar-anggota keluarga. Saya sudah peringatkan lho ya, soalnya kue tipe ini hanya ada dua bungkus dan letaknya tersembunyi di bawah. Artinya, kalian harus menggali (atau memakan) kue jenis lain untuk menemukan hidden gem ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yak, betul, wafer-nya! Padahal kan bisa beli secara eceran, ya? Tapi, ya seperti terkena sugesti yang amat dahsyat, wafer yang didapat dari kaleng Khong Guan ini bukan main enaknya. Jika kudapan di atas ditemani minuman, saran saya, sih, kalau makan wafer jangan pakai partner minuman apa pun. Makan saja di depan sudaramu dengan nggeleleng. Niscaya~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si kecil yang bisa menimbulkan konflik di hari yang penuh pengampunan bernama Lebaran. Si kecil yang bisa bikin kakak adik jadi mbesengut meneng-menengan sampai dapat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/memaklumi-uang-thr-yang-dipegang-ibu-dan-tak-kunjung-dikembalikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">THR<\/a> dari om dan tantenya. Serumit itu memang kehadiran si wafer di dalam jagad raya kaleng Khong Guan. Pantas, kan, kalau ia dijadikan kasta nomer satu?<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/youtu.be\/L8I4DmGf4UE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">YouTube Khong Guan Biscuits Indonesia <\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dari-semua-cemilan-kenapa-hanya-rengginang-yang-jadi-isi-kaleng-khong-guan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dari Semua Cemilan, Kenapa Hanya Rengginang yang Jadi Isi Kaleng Khong Guan<\/a> dan<\/strong> <b>tulisan <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\"><b>Gusti Aditya<\/b><\/a><b> lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h6>\n<h6><b><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><\/b>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><b><i>di sini.<\/i><\/b><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya menghimpun beberapa biskuit dalam varian isi Khong Guan yang menjadi favorit para penikmatnya.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":118556,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[9734,757,342,53],"class_list":["post-118555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-biskuit","tag-khong-guan","tag-lebaran","tag-ramadan"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/118556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}