{"id":117845,"date":"2021-04-15T01:50:19","date_gmt":"2021-04-14T18:50:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=117845"},"modified":"2021-04-15T09:52:13","modified_gmt":"2021-04-15T02:52:13","slug":"selain-olive-chicken-salon-flaurent-juga-jadi-harta-karun-di-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/selain-olive-chicken-salon-flaurent-juga-jadi-harta-karun-di-jogja\/","title":{"rendered":"Selain Olive Chicken, Salon Flaurent Juga Jadi Harta Karun di Jogja"},"content":{"rendered":"<p><em>Salon Flaurent adalah satu dari beberapa hal lain yang membuat saya betah tinggal di Jogja&#8230; ketika itu.<\/em><\/p>\n<p>&#8220;Silakan dipakai dulu, Kak. Ruang gantinya ada di ujung.\u201d<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama kali datang ke salon Flaurent di Jogja, saya cukup merasa grogi dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">clueless. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, saya heran sama diri saya sendiri kenapa sampai nekat datang ke salon. Padahal, saya pernah punya trauma di sebuah salon di kota kelahiran. Lagi enak-enak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">treatment, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kapsternya bilang keras-keras sampai semua pengunjung menoleh, \u201cOh, ini rambutnya kutuan, ya, Mbak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, ketahuan, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dumel saya dalam hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di salon Flaurent kala itu, saya memang yakin saya sudah nggak kutuan, tapi perasaan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nervous <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">itu masih ada. Gimana kalau nanti kapsternya ngomongin rambut saya yang kelewat pendek kayak Dora? Gimana kalau rambut saya dikatain sapu ijuk gara-gara masih ada bekas catokan kemarin? Gimana kalau nanti, waktu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">treatment <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">meni-pedi, kuku saya ternyata ada item-itemnya dan kapsternya langsung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">resign <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">saking jijiknya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, karena sudah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kadung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">datang ke salon Flaurent, saat itu akhirnya saya memberanikan diri masuk ke ruang ganti. Di tas kecil yang baru saja diberikan, saya mendapatkan sebuah kemben bermotif batik untuk saya pakai. Warnanya cokelat (meski di lain waktu ada juga yang berwarna hijau) dan kekhawatiran lain muncul: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ini ukurannya cukup nggak, ya, buat saya???<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata kekhawatiran saya memang terlalu lebay. Di kemben tadi, ada tali untuk meng-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adjust <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ukuran. Tantangan selanjutnya cuma satu: keluar ruang ganti hanya dengan memakai kemben.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, waktu saya keluar, hampir 70% pengunjung juga sudah berkemben. Ada yang rambutnya lagi digulung-gulung, ada juga yang bahunya sedang dipijat. Saya keluar malu-malu meski dalam hati sedikit merasa seperti Lindsay Lohan lagi liburan di pantai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jogja, selama menjadi mahasiswi dan pegawai, saya nyaris nggak pernah datang ke salon. Satu-satunya salon yang saya datangi adalah salon di kota kelahiran saya yang saya sebutkan di atas. Meski menimbulkan trauma, saya tetap datang ke sana. Persis seperti cara kerja hubungan asmara yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">toxic.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersama salon Flaurent, saya jadi tahu rasanya mencoba berhubungan dengan orang baru dan melepas hubungan yang lama, yang hanya menyiksa hati. Hal ini cocok sekali dengan keadaan saya saat itu: baru putus cinta dan baru ditinggal seorang sahabat yang melanjutkan pendidikan ke kota Semarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layanan Flaurent yang saya ambil saat itu adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hair spa. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Apa alasannya? Nggak ada, sih. Saya pribadi nggak tahu sama sekali soal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">treatment <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di salon, tapi seinget saya dulu, teman saya pernah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hair spa. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai individu yang bermental <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">followers, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">saya pun ikut-ikutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cRambutnya suka rontok, ya, Mbak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Deg! Saya langsung berdebar-debar mendengar pertanyaan si kapster. Apakah kapster ini adalah kapster yang sama dengan kapster yang ada di salon langganan saya? Kalau iya, ngapain dia di sini? Apakah saya sedang diikuti???<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cI-iya, Mbak,\u201d jawab saya, pelan-pelan, berusaha menghilangkan ketakutan diri sendiri. Untung, si kapster tidak bicara dengan suara keras. Malah, ia berkata lagi, \u201cNggak coba <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hair mask <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">aja, Mbak? Itu perawatan yang lebih cocok untuk rambut rontok.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menarik napas lega. Sebagai orang yang baru banget nyalon, saya setuju-setuju aja untuk ganti perawatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama sekitar satu jam ke depan, saya kayak ada di surga. Rambut saya diolesi krim dengan aroma cokelat pilihan saya. Rasanya kayak lagi keramas pakai Toblerone. Mbaknya baik dan nggak nanya-nanya kapan saya nikah\u2014beda banget sama ibu saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada bagian yang saya suka dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hair spa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hair mask, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu bahu, tangan, dan kaki ikut dipijat. Rasanya bagaikan beban-beban target kerjaan langsung rontok. Cara kapsternya menekan-nekan tangan saya pun lembut, beda banget sama bos kalau lagi WA: \u201cKerjaan X udah selesai? Kirim sekarang! Blz gpl.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari pertama ke salon Flaurent bertambah jadi hari kedua, ketiga, dan selanjutnya. Saya mencoba banyak layanannya, baik untuk perawatan rambut sampai sesepele <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nge-cat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kuku habis meni-pedi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin, bagi sebagian orang, salon Flaurent cuma satu dari sekian banyak salon di Jogja. Ada banyak salon yang harganya juga terjangkau dengan layanan yang prima. Tapi buat saya, Flaurent seperti salah satu tempat terapi untuk menenangkan diri. Kala itu, hidup saya berantakan, tapi anehnya saya nggak merasa keberatan waktu kepala saya dipijat-pijat oleh kapster Flaurent dan sedikit kejepit catokan waktu sudah hampir selesai perawatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai mahasiswi lulusan kampus daerah Gejayan, saya merasa cukup bangga bisa ngekos di dekat salon legendaris ini. Untuk orang yang pelit dan perhitungan kayak saya, salon Flaurent yang harganya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">affordable <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nggak akan luput dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">list <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tempat-menyenangkan-diri-sendiri kalau sedang kembali ke Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nomor dua, tapi. Soalnya nomor satu tetap Olive Chicken\u2014menunya paha atas.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/seharusnya-tarif-cukur-rambut-nggak-dibedakan-antara-pelajar-dan-umum\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Seharusnya Tarif Cukur Rambut Nggak Dibedakan Antara Pelajar dan Umum<\/a><\/strong> <strong>d<\/strong><strong>an tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/penulis\/apk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aprilia Kumala<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0<i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai mahasiswi lulusan kampus daerah Gejayan, saya merasa cukup bangga bisa ngekos di dekat salon Flaurent ini.<\/p>\n","protected":false},"author":416,"featured_media":117846,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[11301,11302,115,11300,11299],"class_list":["post-117845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-hair-mask","tag-hair-spa","tag-jogja","tag-salon","tag-salon-flaurent"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/416"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117845"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117845\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}