{"id":117060,"date":"2021-04-10T13:00:14","date_gmt":"2021-04-10T06:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=117060"},"modified":"2021-04-09T23:56:58","modified_gmt":"2021-04-09T16:56:58","slug":"panduan-menonton-wandavision-bagi-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-menonton-wandavision-bagi-pemula\/","title":{"rendered":"Panduan Menonton &#8216;WandaVision&#8217; bagi Pemula"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu memutuskan menonton <em>WandaVision<\/em> karena kehebatan Wanda di <em>Avengers: End Game<\/em> dan tergoda iklan soal serialnya yang cukup sering muncul di televisi, saya kira yang mesti kamu pastikan pertama adalah kamu mengerti bahwa film-film Marvel yang tayang di bioskop berada dalam Marvel Cinemtic Universe. Pasalnya, setiap cerita dalam film akan saling berhubungan. Meskipun begitu, kamu juga harus menyadari bahwa setiap cerita dalam film tersebut tidak dirilis secara berurutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya selalu menonton dengan anggapan bahwa film-film itu berdiri sendiri dan Avengers hanya satu film yang menyatukan pahlawan-pahlawan dengan film masing-masing. Ini membuat saya bingung ketika menonton <em>Avengers: End Game<\/em>, yang saya tonton ulang sebelum menonton <em>WandaVision.<\/em> Kebingungan saya bertambah karena setiap film seperti jembatan keledai yang mengingatkan pada suatu momen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi ingat bahwa setiap film di MCU selalu saya tonton bersama orang lain. Hanya Thor yang saya saksikan seorang diri di kosan di Jogja saat hari Minggu pada semester pertama perkuliahan. Sisanya, saya tonton dengan orang berbeda sebagai rutinitas yang sering dilakukan seperti layaknya orang pacaran pada umumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, saya ulangi lagi. Pastikan bahwa kamu mengerti bahwa setiap film berkaitan. Jangan sampai ingatan tentang momen nonton dengan orang yang berbeda-beda itu mengalihkan perhatianmu. Tentu saja kamu ingat menonton <em>Iron Man<\/em> dengan siapa dan di bioskop mana, adegan lucu di Guardian Galaxy kamu tertawakan bersama siapa, dan sebagainya. Sayangnya, itu tidak ada kaitannya jika kamu ingin memahami <em>WandaVision.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar bisa lebih memahami serial tersebut, ada baiknya kamu mengikuti panduan di bawah ini:<\/span><\/p>\n<h4><b><\/b>#1 Tonton <em>Avengers: Age of Ultron<\/em><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan panduan ini membuat saya menyadari bahwa belum semua film di MCU saya tonton. Pantas saja saya merasa asing dengan Wanda Maximoff ketika melihatnya di <em>End Game<\/em>. Wanda Maximoff, plus kembarannya Pietro Maximoff, baru muncul di <em>Age of Ultron<\/em>. Di film itu juga dia pertama kali bertemu Vision. Tentu saja penting untuk menonton film tersebut lebih dulu untuk mengetahui atau mengingat ulang siapa sebenarnya Wanda Maximoff dan Vision.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<h4>#2 Tonton <em>Avengers: Infinity War<\/em><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh, saya merasa begitu pemula dalam kancah penggemar film-film Marvel. Sebenarnya, saya memang lebih suka superhero-superhero dari DC seperti Batman dan Superman. Namun, itu hanya karena tokohnya, bukan ceritanya. Cerita di Marvell lebih menarik dan baru belakangan ini saya menyukai tokoh-tokohnya, misalnya Captain Marvel. Dan terbaru, tentu saja Wanda Maximoff. Kedua sosok ini merupakan superhero paling hebat di antaranya pahlawan Avengers lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sadar diri sebagai anak kemarin sore kalau bicara soal film Marvel. Lantaran saya kecele terhadap dua film penting, yang tentu saja berhubungan dengan <em>End Game<\/em> dan <em>WandaVision<\/em>, yakni dua film Avengers sebelumnya. Saya selalu berpikir bahwa sudah menonton semua film, termasuk <em>Infinity War.<\/em> Ternyata, saat memutuskan menonton ulang, saya sadar bahwa itu merupakan film baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menonton <em>WandaVision,<\/em> kamu wajib mengetahui apa yang terjadi <em>Infinity War.<\/em>\u00a0Pasalnya, di film itu Wanda dan Vision sering muncul dan punya porsi cerita lumayan besar, meskipun tidak sebesar tokoh sentral seperti Iron Man dan Captain America.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h4>#3 Tonton <em>Captain Marvel<\/em><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biar pun selalu bikin saya bertanya-tanya kenapa Fury menggunakan akronim SHIELD di film ini padahal seingat saya itu baru dilakukan saat di film <em>Iron Man,<\/em> tapi menarik untuk menonton ulang <em>Captain Marvel<\/em>. Kamu bisa melihat kedekatan sang superhero dengan Monica Rembeu, sosok yang bakal muncul di <em>WandaVision. Captain Marvel<\/em> juga bakal me-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">refresh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ingatan kita soal bangsa Skrull yang diselamatkan di film itu.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<h4>#4 Bertahan, meskipun kamu sudah bosan<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ketiga langkah itu sudah kamu lakukan, kamu bisa langsung saja menonton <em>WandaVision<\/em>. Atau jika ingin mengambil langkah ekstra dan jika punya waktu lebih luang yang ingin dihabiskan dengan mesra-mesraan bareng Marvel, boleh juga kalau mau menonton semua film di jagat Marvel ini sesuai urutan cerita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa mulai dari film-film di fase satu yang ditutup dengan <em>The Avengers<\/em>, lantas masuk ke fase dua yang diakhiri dengan <em>Avengers: Age of Ultron<\/em>, dan seterusnya hingga <em>Avengers: End Game.\u00a0<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya adalah tipe yang akan mengambil langkah lebih ini karena ingin menjaga kontinuitas cerita dan lebih berasa serunya. Lagipula, saya sering lupa dan tertukar cerita satu dengan lainnya, jadi lebih baik mengulang semuanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu bukan tipe demikian pun, tidak apa-apa. Kamu bisa langsung menonton <em>WandaVision.<\/em> Tapi, yang harus kamu pastikan adalah kamu bisa bertahan. Sebab, akan ada momen di mana kamu merasa bosan dengan ceritanya terutama di episode awal, meskipun jelas mengusung konsep menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu harus bisa mengatasi bosan karena dengan begitu kamu bisa menaruh perhatian pada apa yang kamu tonton. Ini juga menghindarkan kamu berhenti di tengah-tengah serial. Misalnya, hanya untuk kembali ke episode sebelumnya karena kamu melewatkan sesuatu.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<h4>#5 Tunggu sampai film benar-benar selesai<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>WandaVision<\/em> menerapkan tradisi MCU yang sudah melekat, di mana penonton mesti menunggu sampai film benar-benar habis dan duduk lebih lama karena ada <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">post-credit scene. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">post-credit scene <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biasanya memberi petunjuk tentang sesuatu yang bakal muncul di episode atau film selanjutnya.\u00a0<\/span><b><\/b><\/p>\n<h4>#6 Baca dikit-dikit soal tahapan berduka juga boleh<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>WandaVision<\/em> ini menarik karena tidak melulu bahas soal kepahlawanan seseorang dan kekuatan supernya. Alih-alih menampilkan soal adegan baku hantam atau pamer kekuatan, serial ini justru berani menunjukkan sisi psikologis tokohnya, si Wanda. Dan rasanya seperti \u201cgue banget.\u201d Pasalnya, ada beberapa perasaan yang universal, perasaan di mana semua orang pernah mengalaminya, yakni kesedihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya percaya bahwa semua orang pernah merasakan kesedihan, bahkan seorang superhero sekalipun. Dan <em>WandaVison<\/em> menunjukkan hal itu secara gamblang maupun tidak. Untuk memahami Wanda dan segala tindakannya, barangkali kita bisa mengingat teori soal tahapan berduka yang pernah dikembangkan seorang psikiater bernama Dr. Elisabeth Kubler-Ross.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita menonton film-film Marvel sebelumnya, tentu kamu bakal mengerti kesedihan yang menimpa Wanda, kesedihan akibat kehilangan hal-hal penting dalam hidupnya, mulai dari orang tua, kakak, hingga kekasih. Barangkali, setelah menyelesaikan season 1 serial ini, kita akan berpikir bahwa Wanda adalah kita.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=sj9J2ecsSpo\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">YouTube Marvel Entertaiment<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wandavision-berubah-dari-sitkom-tahun-70-an-jadi-seri-horor-psikologis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u2018WandaVision\u2019 Berubah dari Sitkom Tahun 70-an Jadi Seri Horor Psikologis<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WandaVision menerapkan tradisi MCU yang sudah melekat, di mana penonton mesti menunggu sampai film benar-benar habis dan duduk lebih lama karena ada post-credit scene.<\/p>\n","protected":false},"author":1481,"featured_media":117136,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[222,11243,6500,10456],"class_list":["post-117060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-avengers","tag-marvel-cinemtic-universe","tag-serial","tag-wandavision"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1481"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=117060"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/117060\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/117136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=117060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=117060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=117060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}