{"id":116986,"date":"2021-04-10T08:05:01","date_gmt":"2021-04-10T01:05:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=116986"},"modified":"2021-04-10T01:06:55","modified_gmt":"2021-04-09T18:06:55","slug":"ending-attack-on-titan-sudah-seperti-seharusnya-kok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ending-attack-on-titan-sudah-seperti-seharusnya-kok\/","title":{"rendered":"Ending &#8216;Attack on Titan&#8217; Sudah Seperti Seharusnya kok"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> garapan<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membedah-isi-kepala-pak-haji-alias-hajime-isayama-kreator-anime-paling-ngeri-attack-on-titan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Pak Haji alias Hajime Isayama<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> baru saja berakhir. Tepat di chapter 139 Isayama sensei menutup perjalanan hidup Eren. Tentu saja seperti ending storytelling apa pun, sekaligus membuka kembali potensi kelanjutan cerita demi pundi-pundi cuan di masa depan. Yap, from this point forward, kalian akan membaca spoiler secara detail. Jadi, yang cemen silahkan minggir sebentar.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/eren-dalam-attack-on-titan-tidak-abuse-of-power-dia-hanya-menjalankan-keniscayaan-nubuat\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Eren<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> mati. Tentu saja, seperti yang telah ditunjukkan oleh panel terakhir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> chapter 138. Iya, mati di tangan Mikasa. Hajime Isayama memilih tidak mewujudkan semua teori penggemar yang terlalu fanatik dengan Eren, dasar Yeagerist. Kalian semua terlalu halu dengan berpikir bahwa selama ini tubuh Eren yang asli ada di Paradis, dan The Founding Titan yang memimpin rumbling hanyalah umpan palsu. Sungguh teori yang wagu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Chapter 139 sebenarnya adalah sebuah keniscayaan yang sejak awal telah dipersiapkan Isayama. Cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bermula dari tiga bocah lugu berlarian menuruni bukit. Berakhir pula dengan romansa unrequited love antara Eren dan Mikasa di chapter 138, dan bromance Eren dengan Armin di chapter 139. Menurut saya, ini adalah ending yang fair bagi Eren, Mikasa, dan Armin. Kalau soal perasaan dan ekspektasi kalian sih, ora urusan. Siapa elo!?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya begini, Eren emang bukan tipikal protagonis yang worthy atas kekuatannya sendiri. Nggak kayak Luffy dari<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/attack-on-titan-lebih-baik-dari-one-piece-mabuk-bos\/\"><span style=\"font-weight: 400;\"> One Piece<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tingkatan kekuatannya selalu didasari dengan latihan terukur dan spesifik. Atau<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/masa-depan-suram-character-development-tokoh-perempuan-dalam-naruto-dan-boruto\/\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Naruto<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang meskipun sejak awal dibekali Kurama, toh mesti melewati \u201cganti kulit\u201d berkali-kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan latihan militer Eren pun nggak sedikitpun mendekati Saitama yang push up 100 kali, sit up 100 kali, squat 100 kali, dan lari 10 km, setiap hari, selama tiga tahun. Paling banter juga Eren magang jadi kuli bikin rel kereta di Paradis. Itulah sebabnya, wajar saja kalau ending AOT ya seperti ini seharusnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Eren sejak awal memang nggak niat-niat amat bertarung. Urusan Eren cuma sama Mikasa, Armin, Jean, dan kawan-kawan satu circle terdekatnya saja. Coba deh ingat-ingat lagi misi menjebak Female Titan di hutan. Eren awalnya ngotot berubah jadi titan aja, lalu konfrontasi one on one sama Female Titan. Eren nggak punya cukup nyali buat terus menerus \u201cmengorbankan\u201d nyawa anggota Survey Corps lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun pada akhirnya Eren nurut sama Levi dan nggak henshin jadi Titan. Akan tetapi, dari sini saja kita sudah paham bahwa Eren nggak punya ketetapan hati yang cukup untuk mengambil keputusan sebagai pemimpin. Ini sebenarnya clue yang valid, bagaimana Isayama membentuk tokoh Eren yang memilih mengorbankan dirinya sendiri, demi teman-temannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, lama kelamaan, circle pertemanan Eren kan mengecil juga dong, entah karena kawan-kawannya mati setiap kali berperang melawan titan. Atau seperti Sasha yang ditumbalkan Eren demi naiknya Falco ke balon udara Paradis pasca time skip.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semuanya demi mewujudkan tujuan \u201cmulia\u201d Eren mengorbankan diri jadi public enemy. Sekaligus menahbiskan Eldia yang tersisa sebagai penyelamat dunia. Terutama Armin yang namanya akan ditulis di buku-buku sejarah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> universe selama puluhan milenium, sebagai pembunuh Eren. Sementara Mikasa, dibiarkan menua sendiri bersama pohon di atas bukit, dan hanya segelintir orang yang benar-benar tahu bahwa sebenarnya Mikasa lah yang memenggal kepala Eren.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ending yang so-so lah ya. Nggak perlu ada anak Eren dan Mikasa, yang kepalang alay macam<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/masa-depan-suram-character-development-tokoh-perempuan-dalam-naruto-dan-boruto\/\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Boruto<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Nggak ditunjukkan juga akhir dunia yang aman, tentram, sentosa, sejahtera, tanpa Titan. Namanya juga manusia, selama ada kata damai ya akan selalu ada kata perang sebagai dalih untuk mencapai kedamaian itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya, Isayama sensei memberikan alasan yang jelas mengapa dunia nggak perlu lanjut perang dulu di chapter terakhir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Lha wong 80 persen penduduk rata bersama rumbling. Eldia yang dijadikan titan semua di chapter 138 juga \u201cdisulap\u201d kembali oleh Eren jadi manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, titan sudah punah. Eren menggunakan kekuatan The Founding Titan untuk memusnahkan kemampuan Eldia menjadi titan itu sendiri. Sungguh niat yang mulia bukan? Gitu kok dibilang klise dan cemen. Mungkin ente itu yang terlalu menghayati peran jadi anti social social club, makanya nggak paham sama misi profetik Eren.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, besok kalau masih bucin aja sama Eren, ke Jepang sana main ke kampung halaman Pak Haji, ada<\/span><a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/life\/2021\/03\/28\/attack-on-titan-manga-museum-opens-in-creators-hometown.html\"><span style=\"font-weight: 400;\"> museum titan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di sana.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/attack-on-titan-chapter-139-akhir-yang-amat-tak-layak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u2018Attack on Titan\u2019 Chapter 139: Akhir yang Amat Tak Layak <\/a><\/b><b>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/adi-sutakwa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Adi Sutakwa<\/a>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak minta ya klean.<\/p>\n","protected":false},"author":1076,"featured_media":92853,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5917,11250,11249,10727,4109],"class_list":["post-116986","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-attack-on-titan","tag-chapter-139","tag-ending","tag-eren-yeager","tag-manga"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1076"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116986"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116986\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}