{"id":11645,"date":"2019-08-30T13:00:44","date_gmt":"2019-08-30T06:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=11645"},"modified":"2022-01-24T12:39:28","modified_gmt":"2022-01-24T05:39:28","slug":"beragam-cara-kreatif-menikmati-kretek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beragam-cara-kreatif-menikmati-kretek\/","title":{"rendered":"Beragam Cara Kreatif Menikmati Kretek"},"content":{"rendered":"<p>Rata-rata teman saya yang <a href=\"https:\/\/tirto.id\/perokok-miliki-resiko-penyakit-gagal-jantung-blix\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">perokok aktif<\/a> \u00a0pernah bilang bahwa merokok itu memiliki kenikmatan tersendiri yang tak ada duanya dan tak akan tergantikan. Ada sesuatu yang kurang jika sehabis makan tidak <em>ngudud<\/em>, mulut terasa <em>ambyar<\/em> dan <em>sepoh<\/em>, pokoknya sebelum makan, kretek harus ada dulu.<\/p>\n<p>Bagaimanapun caranya, entah beli eceran, slopan, minta teman, hasil ngamen, nemu dijalan, saling bergantian, pokok semua jalan ditempuh agar supaya bisa<em> ngudud<\/em> sembari ngenjreng gitar, dan menyanyikan lagu celengan rindunya mang Fiersa. Apalagi ditemani kopi hitam, ahh.. sudahlahh, maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?!.<\/p>\n<p>Dalam hal menikmati kretek, saya punya pengalaman dalam berinteraksi dengan kawan-kawan saya yang memperlakukan kretek dengan cukup kreatif, sehingga kita bisa menikmatinya dengan penuh suka cita.<\/p>\n<p><strong>Pengalaman <\/strong><strong>Pertama<\/strong><\/p>\n<p>Kali pertama saya ngopi dengan kakak senior yang kemana-mana selalu membawa kretek. Ketika kami ngopi dan berbincang tentang banyak hal, ia pasti langsung menyalakan kreteknya. Dan tak lupa kopi pahit yang harus ada selama ngopi. Ditengah-tengah kami asyik mengobrol, senior ini melakukan hal yang saya anggap <em>absurd<\/em>.<\/p>\n<p>Ia mengambil satu gelas kosong bekas pengunjung meminum kopi hitam yang menyisakan ampasnya. Mengetahui hal itu, saya hanya mengamatinya dengan terus berbicara. Ditengah-tengah obrolan, atensi saya tertuju padanya. Setelah mengamatinya, waktu itu saya baru <em>ngeh<\/em> ternyata ampas kopi itu bisa dimanfaatkan sebagai olesan pada kretek. Biasanya dioles menyerupai spiral, atau dua garis <span style=\"text-decoration: line-through;\">biru<\/span> lurus. Lalu apa manfaatnya?, agar kretek yang dihisapnya memiliki aroma kopi. Jadi, dalam hal menikmati kretek, ada kolaborasi <em>epic<\/em> antara kopi, ampasnya, dan kretek itu sendiri. Ah, jika saya seorang perokok, mungkin sudah ku ujicoba dari dulu.<\/p>\n<p>Ia juga bilang bahwa <em>ngudud <\/em>bisa menunda lapar bahkan bisa kenyang, saya tak percaya, iya kaali asap bisa berubah menjadi butir-butir nasi padang?. Sebab, yang saya tahu selama ini, hanya energen dan okky jelly drink saja yang sanggup menunda lapar. Oh iya sama satu lagi, indomie pakai irisan cabe, sawi, dan telor.<\/p>\n<p><strong>Pengalaman <\/strong><strong>Kedua<\/strong><\/p>\n<p>Beda orang tentu berbeda pula pengalaman yang dialami, cerita ini datang dari seorang teman lama semasa SMA. Dalam satu pertemuan di kampus, ia penah bertutur ketika ia sedang pub, tak jarang ia <em>ngudud<\/em> dengan merek kretek tertentu. Demi mendengar hal <em>absurd<\/em> itu pertama kali, saya langsung, mak <em>njegagik<\/em>, \u201c<em>Hah, opo jaremu mau?, sing ngenah koen cuk<\/em>?!\u201d. Dalam penjelasannya ia bilang ada sensasi yang berbeda jika pub sembari <em>ngudud<\/em>.<\/p>\n<p>\u201c<em>Dadi pas awak dewe ngudud sembari pub<\/em>,<em> kuwi <\/em>antara tarikan nafas (menghisap rokok) untuk kemudian <em>ngeden ben<\/em> &#8216;<em>gedang goreng<\/em>&#8216; <em>iso metu,<\/em> <em><span style=\"text-decoration: line-through;\">t<\/span><\/em><em><span style=\"text-decoration: line-through;\">ekan<\/span><\/em><span style=\"text-decoration: line-through;\"> &#8216;lubang buaya&#8217;<\/span>, lalu mengeluarkan asap. Nah, dalam prosesnya, <em>kuwi musti beriringan dan tempone kudu pas, gak asal-asalan. Kuwi enek ilmune, biasane teko kunu awak dewe iso oleh ide brilian sing awak dewe arepke<\/em>.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar ceramahnya yang tidak benar-benar berfaedah bagi saya, dengan mimik muka macam <em>salesman<\/em> yang sedang melancarkan tugasnya menawarkan barang, teguh meyakinkan, saya mangut-mangut dan <em>auto<\/em> mbatin, \u201c<em>Jane awakmu ki kentir, ra waras, po piye<\/em>?!\u201d.<\/p>\n<p><strong>Pengalaman Ketiga<\/strong><\/p>\n<p>Kebiasaan ini datang dari tetangga saya yang sudah sepuh. Setiap senja, si mbah ini pasti menunggu adzan maghrib di teras rumah. Sementara menunggu adzan maghrib, si mbah <em>ngudud<\/em> ditemani secangkir kopi pahit. Tapi kali itu ada yang aneh, si mbah membalik bagian kretek yang mestinya dibakar.<\/p>\n<p>Saya kepo dan memberi tahu bahwa ujung yang dibakar salah. Tapi belio hanya nyengir dan memberi tahu, \u201cBahwa disinilah letak keistimewaan kretek non filter. Biarpun yang dibakar bagian pangkal atau sebaliknya, kretek ini tetap bisa dinikmati. Dan biasanya orang yang sering melakukan ini adalah orang yang senang berpikir <em>out of the box<\/em> atau pandangan-pandangan konvensional\u201d. \u00a0Seketika saya tercerahkan. Impresiff!<\/p>\n<p>Dalam hal <em>ngudud<\/em>, saya punya pengalaman. Pada saat itu usia saya sekira 9 tahun, di bawah pohon rindang usai sekolah, saya disuguhi sebatang kretek oleh kakak kelas\u2013tanpa adanya paksaan\u2013saya pun penasaran dan mencobanya. Pada hisapan pertama, dada saya langsung terasa sesak dan batuk-batuk disertai asap yang keluar, saya langsung memberikan kretek itu lalu bergegas pulang untuk minum air putih. Lantas memaki dalam hati, \u201c<em>Duobol, rasane gak penak blass!!<\/em>\u201d. Dan dari situlah, jika saya disuguhi kretek, saya menolaknya dengan alasan klasik, saya tidak merokok.<\/p>\n<p>Walaupun saya tidak merokok sejak <span style=\"text-decoration: line-through;\">dalam pikiran dan perbuatan<\/span> kecil, tapi Tuhan sayang sama saya dan mungkin bilang, \u201c<em>Sakno arek iki, wis gerang tapi durung tau njajal kretek, kanca-kancane do rokokan, tapi dekne dewe sing ra rokokan. Yowis, mengko bengi tak wei mimpi kuwi, ben ngerti rasane ngudud<\/em>\u201d. Maka diberilah saya mimpi tentang nikmatnya <em>ngudud<\/em> sembari ngofey. Entah sudah berapa kali saya mimpi <em>ngudud<\/em>. Dalam mimpi itu, saya kok ya bisa kebal-kebul, menikmati rasa tembakau, cengkeh, dan setiap hisapannya.<\/p>\n<p>Dan dari mimpi itulah saya dapat merasakan betapa saya bisa dan setara degan kawan-kawan saya yang perokok, dimana mereka memiliki ide-ide liar dan imajinatif, bukan hanya itu, rata-rata mereka juga \u201cnakal\u201d dan berani ambil keputusan, serta <em>gentleman<\/em> <span style=\"text-decoration: line-through;\">kek di iklan-iklan tipi<\/span>. Yaa.. tentu itu semua dibarengi dengan membaca, menulis, dan diskusi.<\/p>\n<p>Oh iya Hampir lupa, perihal merokok, tentu tak terlepas dari pro-kontra. Di terminal mojok sudah banyak yang mengulas panjang lebar tentang itu. Yang pada intinya, yang kontra mengatakan bahwa rokok itu tidak baik dan sebaiknya dihindari, karena merokok dapat merusak sistem pernafasan, memperpendek usia, kanker, bla..bla..bla..<\/p>\n<p>Yang pro bilang, ngapapa merokok asal tahu diri, maksudnya jika ada ibu-ibu mengandung, perempuan, laki, anak-anak atau balita, pokoknya di tempat umumlah, <em>hambok<\/em> ya menjauh dari sana, cari <em>smoking area<\/em>, atau tahan dululah sejenak, jika nga tahan, ngemut permen aja dulu. <em>Gitu aja kok ruwet<\/em>, <em>lurr&#8230;\u00a0<\/em>(*)<\/p>\n<p>BACA JUGA\u00a0<a class=\"bump-view\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebulan-tak-melihat-story-medsos-ini-yang-kurasakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" data-bump-view=\"tp\">Sebulan Tak Melihat Story Medsos: Ini yang Kurasakan!<\/a>\u00a0atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/ruzdanfauzi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">R Fauzi Fuadi<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada sesuatu yang kurang jika sehabis makan tidak ngudud, mulut terasa ambyar dan sepoh, pokoknya sebelum makan, kretek harus ada dulu.<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":11769,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[14280],"tags":[2896,306,2996],"class_list":["post-11645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sebat","tag-filosofi","tag-pergaulan","tag-rokok-kretek"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11645\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}