{"id":11611,"date":"2019-08-30T10:45:02","date_gmt":"2019-08-30T03:45:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=11611"},"modified":"2022-01-24T12:42:28","modified_gmt":"2022-01-24T05:42:28","slug":"melihat-keistimewaan-anak-kalung-usus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/melihat-keistimewaan-anak-kalung-usus\/","title":{"rendered":"Melihat Keistimewaan Anak \u2018Kalung Usus\u2019"},"content":{"rendered":"<p>Sudah sejak dulu manusia memilki budaya lisan yang sering disebut dengan <a href=\"https:\/\/tirto.id\/letusan-tangkuban-parahu-dan-mitos-gunung-dalam-kosmologi-sunda-efpH\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>folklor<\/em> atau mitos<\/a>. Beberapa mitos memang sangat menarik untuk diulik karena keberagamannya. Selain obat-obatan tradisional, pantangan pernikahan antar budaya, serta tradisi-tradisi unik lainnya yang ditemukan lewat mitos.<\/p>\n<p>Sejak kecil, manusia tidak terlepas tentang adanya mitos. Ketika kecil kita telah diperkenalkan oleh ayah dan ibu kita tentang mitos \u2018ayam mati\u2019 jika kita tidak menghabiskan makanan. Namun seiring berjalannya waktu, muncullah mitos-mitos lain yang terkadang keberadannya cukup sulit untuk diterima logika. Bagaimana tidak? Terkadang alasan di balik beredarnya mitos sangat kurang relevan dengan adanya perkembangan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/edi\/esai\/aku-islam-maka-aku-berpikir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ilmu pengetahuan<\/a>.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah mitos tentang anak \u2018kalung usus\u2019. Sejak kecil juga saya telah diperkenalkan oleh ayah dan ibu saya soal mitos ini. Anak \u2018kalung usus\u2019 sering dikaitkan dengan beberapa keistimewaan tersendiri. Keistimewaan itulah yang pada waktu itu membuat saya agak minder dengan teman sepermainan saya yang kebetulan adalah anak \u2018kalung usus\u2019. Orang-orang tua menyebut, anak \u2018kalung usus\u2019 terlihat berbeda dari anak kebanyakan.<\/p>\n<p>Istilah kalung usus muncul karena seorang anak yang dilahirkan dengan kondisi terlilit tali pusar. Bayi dengan kondisi leher yang terlilit tali pusar membuat proses persalinan menjadi lebih rumit dari pada bayi normal. Proses persalinan bayi \u2018kalung usus\u2019 harus dilakukan dengan sehati-hati mungkin agar leher bayi tidak semakin terlilit dan dapat meningkatkan resiko kesulitan napas yang mengakibatkan kematian.<\/p>\n<p>Namun, meskipun dikatakan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh anak-anak biasa, anak \u2018kalung usus\u2019 seringkali dilabeli sebagai anak <em>limited edition<\/em>. Tidak semua ibu dapat melahirkan anak \u2018kalung usus\u2019. Maka berbangga hatilah saat itu para ibu yang memiliki anak dengan julukan \u2018kalung usus\u2019.<\/p>\n<p><strong>1. Anak \u2018kalung usus\u2019 terlahir cantik dan tampan<\/strong><\/p>\n<p>Anak \u2018kalung usus\u2019 seolah-olah terlahir dengan takdir wajah yang cantik dan tampan. Entah penelitian apa yang dapat mendukung pernyataan ini. Mitos soal keistimewaan anak \u2018kalung usus\u2019 yang terlahir cantik dan tampan memang terasa tidak masuk akal. Maksud saya, kenapa bisa kondisi leher yang terlilit tali pusar bisa menambah kadar cantik dan tampan si bayi setelah lahir? Apa mungkin artis-artis cantik dan tampan di luar sana juga anak \u2018kalung usus\u2019?<\/p>\n<p>Padahal nyatanya setelah saya amati, anak \u2018kalung usus\u2019 ini tidak ada perbedaan yang komprehensif dengan saya yang anak biasa. Iya\u2014saya anak biasa, bukan \u2018kalung usus\u2019. Saya tidak cantik, saya biasa aja karena saya bukan anak \u2018kalung usus\u2019.<\/p>\n<p><strong>2. Anak \u2018kalung usus\u2019 cocok mengenakan <em>outfit<\/em> apa saja<\/strong><\/p>\n<p>Hal kedua yang paling tidak masuk akal adalah tentang anak \u2018kalung usus\u2019 yang akan cocok mengenakan <em>outfit<\/em> apa saja. Berbeda dengan anak yang bukan \u2018kalung usus\u2019, anak \u2018kalung usus\u2019 bisa lebih bebas dalam menentukan <em>outfit<\/em> yang akan mereka kenakan. Pasalnya meskipun mereka\u2014anak \u2018kalung usus\u2019 bersahabat dengan <em>outfit<\/em> apapun.<\/p>\n<p>Itu sebabnya ketika saya masih anak-anak, saya sering mengamati teman saya yang dengan seenak hati gonta-ganti baju. Ibunya yang saat itu suka pamer kalau anaknya ini adalah anak \u2018kalung usus\u2019 sengaja mempertontonkan teman saya layaknya model, meskipun bermodalkan mitos soal anak \u2018kalung usus\u2019 yang cocok mengenakan <em>outfit<\/em> apapun.<\/p>\n<p><strong>3. Anak \u2018kalung usus\u2019 adalah anak yang patuh kepada kedua orang tuanya<\/strong><\/p>\n<p>Entah atas dasar apa perkiraan ini, yang jelas kata orang dewasa, anak \u2018kalung usus\u2019 adalah anak yang patuh kepada kedua orang tuanya. <em>Lantas anak yang tidak kalung usus, berarti tidak patuh kepada orang tua? Entahlah<\/em>. Kalau pun benar begitu, itu berarti kelahiran anak-anak yang patuh pada orang tua hanya sepersekian persen dari penghuni bumi secara keseluruhan. Apakah itu berarti dunia dipenuhi anak-anak durhaka? Berarti Malin Kundang bukan anak \u2018kalung usus\u2019?<\/p>\n<p>Kata orang-orang dewasa di sekitar saya dulu, anak \u2018kalung usus\u2019 akan menjadi anak yang selalu berhutang budi karena telah diselamatkan oleh si ibu lewat persalinan yang sangat berhati-hati. Anak \u2018kalung usus\u2019 yang persalinannya sangat rawan, membuat mereka memilki kepribadian yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang bukan \u2018kalung usus\u2019.<\/p>\n<p>Padahal ketika saya melihat teman sepermainan saya, dia sama seperti anak-anak lainnya yang maha bandel ketika sudah asik bermain bersama teman-teman. Tapi entah kenapa anak-anak dengan \u2018kalung usus\u2019 selalu mendapat perhatian lebih. Seperti ketika orang tua melihat seorang anak yang pantas mengenakan pakiannya, pertanyaan yang pertama dilontarkan pada anak tersebut adalah \u201cAdek dulu kalung usus ya?\u201d Padahal bisa jadi itu cuma kebetulan. (*)<\/p>\n<p>BACA JUGA <a class=\"wpp-post-title\" title=\"Emak-Emak Pencinta Drakor VS Emak-Emak Anti Drakor\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/emak-emak-pencinta-drakor-vs-emak-emak-anti-drakor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Emak-Emak Pencinta Drakor VS Emak-Emak Anti Drakor<\/a>\u00a0atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/ade-vika-nanda-yuniwan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ade Vika Nanda Yuniwan<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keistimewaan itulah yang pada waktu itu membuat saya agak minder dengan teman sepermainan saya yang kebetulan adalah anak \u2018kalung usus\u2019.<\/p>\n","protected":false},"author":208,"featured_media":11681,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[2970,2969,1041,212,764,954,2971],"class_list":["post-11611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-anak-kalung-usus","tag-keistimewaan","tag-mendidik-anak","tag-mitos","tag-orangtua","tag-parenting","tag-sifat-anak"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/208"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11611"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11611\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}