{"id":116007,"date":"2021-04-01T11:00:25","date_gmt":"2021-04-01T04:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=116007"},"modified":"2021-04-01T04:37:14","modified_gmt":"2021-03-31T21:37:14","slug":"la-casa-de-papel-versi-korea-sebenarnya-tidak-perlu-dibuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/la-casa-de-papel-versi-korea-sebenarnya-tidak-perlu-dibuat\/","title":{"rendered":"&#8216;La Casa de Papel&#8217; Versi Korea Sebenarnya Tidak Perlu Dibuat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar mengenai \u201ckelanjutan\u201d serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">La Casa de Papel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akhirnya muncul juga. Bukan mengenai lanjutan musim, tetapi malah akan dibuat versi Korea dari serial ini. Netflix secara resmi sudah mengumumkan siapa-siapa saja yang akan bermain di serial ini. Serial yang akan disutradarai oleh Kim Hong-Sun ini nantinya akan menceritakan perampokan di Semenanjung Korea, dengan plot dan konsep sama seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">La Casa de Papel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> versi aslinya (ya iya, lah) dan dengan nuansa baru di ceritanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar mengenai akan dibuat versi Korea dari serial ini mendapat beberapa respon dari warganet. Ada yang suka, ada juga yang tidak suka dan heran. Mereka yang suka ya sudah, hanya senang dan bilang kalimat klise, \u201ctidak sabar menunggu\u201d. Sementara mereka yang tidak suka, beralasan bahwa buat apa lagi dibuat versi lain. Daripada membuat versi lain, lebih baik melanjutkan ke musim kelima saja. Kita semua masih penasaran, apa yang akan terjadi setelah Alicia Sierra<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-langkah-alicia-sierra-setelah-todongan-pistolnya-pada-profesor-di-episode-terakhir-money-heist\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> menodongkan pistolnya<\/a> ke arah Profesor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kultur seperti ini sebenarnya sudah kerap terjadi di dunia film, di mana satu film atau serial yang sudah sukses, dibuat lagi dengan versi yang berbeda. Beberapa film atau serial seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sunny, Miracle In Cell no.7, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> You Are The Apple of My Eye<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah tiga judul yang cukup banyak dibuat versinya di berbagai negara. Ya meskipun kesuksesan versi asli tidak pernah menjamin versi adaptasinya akan sukses juga. Namun, untuk serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">La Casa de Papel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tokoh dan ceritanya sangat kompleks, agak kurang bijak kalau sampai diadaptasi atau dibuat versi yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, serial ini tidak perlu diadaptasi ke versi mana pun. Bukan apa-apa. karena lebih baik mempertahankan orisinalitas dan kekuatan cerita yang sudah ada. Cerita perampokan Percetakan Uang dan Bank Spanyol yang diprakarsai oleh Profesor (Alvaro Morte) sudah terlalu melekat. Belum lagi bagaimana tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Tokyo tentu sudah terlalu melekat dengan Ursula Corbero, atau Lisbon yang juga melekat dengan Itziar Ituo, dan Rio yang juga sudah melekat dengan Miguel Herran. Membuatnya dengan versi lain dan pemeran lain, ditakutkan akan mengikis kekuatan cerita aslinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, kenapa tidak bikin cerita baru saja, sih, daripada mengadaptasi cerita yang sudah kuat dan melekat? Mungkin itu akan lebih baik, daripada menjanjikan napas dan nuansa baru di ceritanya, yang takutnya malah membuat cerita aslinya tambah buruk. Referensi serial kriminal juga banyak, tinggal cari mana yang cocok atau dikombinasikan saja semuanya. Bikin tandingannya, gitu lho. Ya meskipun jatuhnya gambling, tapi setidaknya ada cerita baru yang segar, lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boleh usul cerita, buat saja cerita perampokan, tapi ini perampoknya kebalikan dari perampok di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">La Casa de Papel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bikin cerita perampokan besar, tapi otak perampokan bodoh banget, berbeda dari Profesor yang sangat cerdas, sehingga banyak langkah-langkah yang nyaris membahayakan. Namun, perampok ini selalu luput dari kepungan polisi, yang pada akhirnya berhasil lolos. Satu lagi, jangan ada atribut apa pun dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">La Casa de Papel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kostum dan topengnya dibuat beda saja. Premisnya begitu saja, urusan bagaimana kedalaman ceritanya, ya itu tugas mereka untuk memikirkan, bukan saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, usul hanya akan berakhir sebagai usul. Apa yang saya pikirkan dan utarakan, tentu tidak sejalan dengan apa yang Netflix inginkan (ya iya, lah, siapa saya). Netflix jelas ingin meraup untung sebanyak-banyaknya, dan membuat versi lain dari sebuah serial sukses adalah salah satu caranya. Apakah ini bisnis yang menjanjikan? Oh, tentu saja menjanjikan, apalagi label \u201cKorea\u201d sudah punya daya tarik yang cukup tinggi, terutama untuk sebagian masyarakat Indonesia. Tahu sendiri, kan, apa saja yang ada label Korea pasti punya pasarnya yang cukup besar di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita lihat saja nanti, apakah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">La Casa de Papel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> versi Korea ini akan berhasil atau tidak. Saya juga penasaran, bagaimana cerita perampokan ini diramu oleh sineas Korea, apakah akan menjadi lebih keren, atau lebih buruk. Namun, kembali lagi seperti yang saya katakan di awal, sebenarnya adaptasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">La Casa de Papel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ke versi Korea itu tidak perlu.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=hMANIarjT50\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">YouTube 4 Trailer<\/a>.<\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/begini-kalau-karakter-money-heist-diambil-dari-nama-daerah-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Begini kalau Karakter Money Heist Diambil dari Nama Daerah di Jogja <\/a><\/b><b><\/b><b>dan<\/b><strong>\u00a0tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/iqbal-ar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Iqbal AR<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nga perlu.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":116049,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3914,11159,2363],"class_list":["post-116007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-korea","tag-la-casa-de-papel","tag-netflix"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116007"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116007\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116049"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}