{"id":115978,"date":"2021-03-31T13:00:53","date_gmt":"2021-03-31T06:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=115978"},"modified":"2021-04-01T09:09:18","modified_gmt":"2021-04-01T02:09:18","slug":"sulit-dibantah-kalau-sisca-kohl-adalah-seorang-konten-kreator-yang-jenius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sulit-dibantah-kalau-sisca-kohl-adalah-seorang-konten-kreator-yang-jenius\/","title":{"rendered":"Sulit Dibantah kalau Sisca Kohl Adalah Seorang Konten Kreator yang Jenius!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya di sini ingin mengulik beberapa hal yang saya perhatikan dari konten-konten milik Sisca Kohl dan kenapa ia viral di market Indonesia. Saya percaya, apa yang membuat Sisca jadi viral berkali-kali itu adalah by design. Alias, dia sudah menyiapkannya dan penuh dengan AB testing beberapa kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun banyak menimbulkan kegemparan, saya akui personal branding Sisca Kohl ini memang mantep banget. Buat suhu-suhu marketing dan digital yang ada input, yuk kita diskusi bareng. Pasalnya, yang saya share di sini adalah yang saya tahu dan observe. Saya pun butuh banyak belajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dilihat di YouTube channel Sisca Kohl, di awal-awal dia bikin konten sebenarnya lebih banyak membahas soal make up. Konten YouTube-nya bahkan sempat ada yang viral hingga 1 juta views. Meski begitu, video soal make up-nya nggak begitu populer dibandingkan tentang video makanan. Lantas yang dia lakukan adalah seperti ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-115979 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"680\" height=\"219\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/1-1.jpg 680w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/1-1-300x97.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yak, dari konten make up, ia banting setir ke konten makanan. Lantaran ia betul-betul belajar dari konten sebelumnya. Dia sengaja bikin konten yang memang banyak peminat. Maka, mulailah dia bikin konten makanan pedas. Beberapa videonya yang memang views-nya bagus, saya tandai kuning.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-115992 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/2-1.jpg\" alt=\"\" width=\"679\" height=\"321\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/2-1.jpg 679w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/2-1-300x142.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 679px) 100vw, 679px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang saya perhatikan di sini dari Sisca Kohl, dia memang niat banget bikin konten supaya populer. Fyi, ini pernyataan yang netral, ya, Guys. Dia memang pinter AB testing konten karena targetnya memang pengin populer dari konten-konten video.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apa, sih, yang bikin Sisca Kohl mudah dikenali?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KONTEN PAMER HARTA. Namun, yang pamer harta kan banyak, gimana, ya, biar lebih unik? Akhirnya dia menemukan elemen yang tidak bisa dicontek: SUARA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yak! Suaranya itu saya asumsikan memang by design dibikin seperti itu. Pasalnya\u2026 coba, deh, cek suara asli Sisca Kohl di vlog Korea ini. Menurut saya, sih, beda banget sama yang terdengar di TikTok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah suara Sisca yang asli di video yang panjang, alias nggak ada limit durasi. Sementara kalau di TikTok, dia kan memang harus ngomong cepet karena durasi yang terbatas.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/twitter.com\/dinikopi\/status\/1376884928768405513\">https:\/\/twitter.com\/dinikopi\/status\/1376884928768405513<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, dari mana dia menemukan suara unik ala Sisca Kohl? Nah, sebelum itu, mari kita kilas balik dulu TikTok-nya. Ini bener-bener terasa AB testing-nya Sisca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, awalnya Sisca Kohl main TikTok memang bikin konten makan. Namun, dia nggak pakai banyak suara gitu. Selain itu, dia juga bikin konten fangirling. Fyi, Sisca Army BTS gitu. Namun, konten-kontennya tersebut belum ada yang menyentuh 1 juta views. Alias, kontennya\u00a0 masih dikonsumsi sama followers-nya dia aja, masih belum viral kayak sekarang.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-115994 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/3-1.jpg\" alt=\"\" width=\"382\" height=\"679\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/3-1.jpg 382w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/3-1-169x300.jpg 169w\" sizes=\"(max-width: 382px) 100vw, 382px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-115993 size-full\" src=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/4.jpg\" alt=\"\" width=\"382\" height=\"679\" srcset=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/4.jpg 382w, https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/4-169x300.jpg 169w\" sizes=\"(max-width: 382px) 100vw, 382px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti di YouTube, awal dia main-main TikTok juga masih menggunakan suara asli. Belum dibikin unik.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/twitter.com\/dinikopi\/status\/1376889774217121794\">https:\/\/twitter.com\/dinikopi\/status\/1376889774217121794<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, baru di awal tahun 2020, setelah konten videonya berkali-kali viral karena pamer harta, baru dia mengembangkan suara ala Sisca Kohl yang kita kenal sekarang. Ini video awal-awal dia pakai suara uniknya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/twitter.com\/dinikopi\/status\/1376890801561554953\">https:\/\/twitter.com\/dinikopi\/status\/1376890801561554953<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain suara dan nada pengucapan yang unik, perhatikan juga susunan skrip kalimat per videonya yang hampir mirip. Ibarat kerangka tulisan, Sisca Kohl menemukan formula yang tepat agar tiap skrip dalam videonya bisa menimbulkan banyak komentar. Kerangka skrip TikTok ala Sisca Kohl kira-kira begini.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyebutkan judul atau tema kegiatan (biasanya dia akan ngomong barengan sama adiknya).<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> video menikmati makanan dengan deskripsi kegiatan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> langkah pembuatan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyebutkan detail langkah pembuatan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kelima,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjelaskan alasan dia memasak atau memakan makanan itu. Biasanya dengan alasan simpel tapi cukup menohok kaum misquen.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keenam,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah hal yang biasa buat dia. Lagi-lagi menohok rakyat jelata seperti saya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketujuh,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengatakan, \u201cselamat makan\u201d atau \u201cselamat mencoba\u201d~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, kira-kira begitu sederhananya. Jadi, bayangkan kombinasi itu semua.<\/span><\/p>\n<h4>Konten pamer harta + makanan atau alat masak yang unik dan bikin orang penasaran + suara yang unik + nada bicara yang konsisten + skrip yang powerful = The Legendary Sisca Kohl.<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal kita tunggu saja ada brand Indonesia yang secara resmi bekerja sama bareng Sisca Kohl aja, nih. Eh, bentar. Tapi, emangnya Sisca butuh uang endorsan? Kalau saya jadi Sisca, kayaknya juga nggak butuh uang endorse, malah enak bisa bebas bikin konten sesuka hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kunci untuk mengendorse Sisca Kohl, mungkin dia mau kalau efek kerja samanya mendatangkan: kepopuleran yang lebih besar dan kesempatan bertemu BTS. Selain itu, kayaknya, sih, bye~<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/kilas\/siapa-bilang-harta-tidak-bisa-membeli-kebahagiaan-dan-kreativitas-sisca-kohl-buktinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Siapa Bilang Harta Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan dan Kreativitas, Sisca Kohl Buktinya<\/a> dan Follow akun Twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/dinikopi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wahidini Nur Aflah<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibarat kerangka tulisan, Sisca Kohl menemukan formula yang tepat agar tiap skrip dalam videonya bisa menimbulkan banyak komentar.<\/p>\n","protected":false},"author":1474,"featured_media":115995,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[462,11157,11156,5201],"class_list":["post-115978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-makanan","tag-pamer-harta","tag-sisca-kohl","tag-tiktok"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1474"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115978"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115978\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}