{"id":115876,"date":"2021-03-30T13:17:59","date_gmt":"2021-03-30T06:17:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=115876"},"modified":"2021-04-01T09:10:31","modified_gmt":"2021-04-01T02:10:31","slug":"suzuki-skydrive-saya-harusnya-udah-punah-tapi-masih-awet-aja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suzuki-skydrive-saya-harusnya-udah-punah-tapi-masih-awet-aja\/","title":{"rendered":"Suzuki Skydrive Saya Harusnya Udah Punah, tapi Masih Awet Aja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau tidak salah ingat, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/mlh\/otomojok\/kelebihan-sepeda-motor-suzuki-yang-membunuh-bengkel-resminya-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suzuki<\/a> sudah tidak lagi menjual Suzuki Skydrive di Indonesia sejak 2014. Motor \u201cwagu\u201d ini rilis di Indonesia pada 2009 dan keluarga saya langsung membelinya. Dan hingga saat ini, motor yang harusnya \u201csudah punah\u201d, masih manis manja saya tunggangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skydrive muncul sebagai usaha Suzuki untuk menyaingi Honda Vario 125 dan Yamaha Mio Soul. Namun, benar kata Mita Idhatul Khumaidah, yang menulis artikel berjudul \u201cKelebihan Sepeda Motor Suzuki yang Membunuh Bengkel Resminya Sendiri\u201d bahwa desain motor pabrikan asal Jepang ini memang \u201cwagu banget\u201d. Desainnya kayak enggan membaca selera zaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEntah apa yang merasuki pikiran para pegawai R&amp;D Suzuki. Sadar bahwa hal paling esensial dari sepeda motor adalah mesin, mereka mencurahkan semuanya ke sektor ini sambil menutup mata pada sektor lain. Hasilnya, muncul sepeda motor berdesain janggal yang tampaknya sanggup melaju hingga akhir zaman kelak. Mesin motor Suzuki, asal tidak dimodifikasi, susah banget rusaknya,\u201d tulis Mita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suzuki Skydrive saja misalnya. Body motor ini terlalu bongsor untuk ukuran motor matik yang ingin bersaing dengan Mio Soul. Sudah begitu, bagasi yang disediakan juga minimalis. Bahkan bagasi motor saya ini cuma cukup buat tempat kunci-kunci dan lap. Sementara itu, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebaiknya-jas-hujan-berjenis-ponco-tidak-digunakan-pengendara-motor-lagi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jas hujan<\/a> saya taruh di bawah kaki. Pelit amat, memang.<\/span><\/p>\n<h4><b>Berat Suzuki Skydrive sampai 15 kilogram<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain bagasi yang terlalu mungil, Suzuki Skydrive yang turun-temurun di keluarga saya ini bobotnya terlalu berat. Konon, beratnya sampai 15 kilogram. Buat keluarga saya yang kurus-kurus, motor ini kayak petinju kelas berat main di kelas bulu. Motor ini baru menemukan \u201cmajikan yang tepat\u201d setelah saya tunggangi. Secara bobot kami nggak beda jauh. Maksudnya sama-sama \u201ckelas berat\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran body yang wagu dan terlalu berat, banyak orang yang mengaku susah bermanuver dengan Suzuki Skydrive ini. Ah, kalau ini, saya rasa mereka aja sekumpulan manusia lemah. Buktinya, saya saja bisa. Malah rasanya nyaman ngebut pakai motor bongsor wagu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Power motor ini memang termasuk besar. Enak banget buat nanjak atau bermanuver take over pengendara lain. Tapi, ya tetap ada syaratnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Syarat Suzuki Skydrive tetap tokcer<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syarat supaya Suzuki Skydrive tetap tokcer cuma dua. <\/span><b>Pertama,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> rajin ganti oli setidaknya satu kali dalam satu bulan. <\/span><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, rajin cek kelayakan kampas rem. Nggak tahu kenapa, sejak pakai Skydrive, saya sering <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-yang-perlu-diketahui-saat-memakai-motor-matic-ke-daerah-pegunungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ganti kampas.<\/a> Tapi, ya, masih nggak memberatkan kantong, sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya dengan dua cara itu saja, Suzuki Skydrive saya bisa bertahan dari kepunahan. Setiap hari saya bawa menempuh perjalanan hampir 50 kilometer dari rumah ke kantor. Sampai sekarang, tidak ada masalah berarti yang saya rasakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya, kok, agak yakin kalau motor ini bakal terus ada meskipun saya sudah tiada. Oleh sebab itu, saya akan memasukkan motor perjuangan ini ke dalam surat warisan. Biar anak dan cucu saya tahu kalau Suzuki memang nggak main-main bikin mesin yang ciamik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan-jangan, motor bikinan Suzuki malah bisa bertahan dari serangan meteor yang dulu bikin dinosaurus punah. Atau, jangan-jangan Suzuki Skydrive ini yang jadi meteor itu. Menghantam bumi dan bikin dinosaurus punah.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=t97sVu_qH5w\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">YouTube Patrick Acosta<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/mlh\/otomojok\/kelebihan-sepeda-motor-suzuki-yang-membunuh-bengkel-resminya-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kelebihan Sepeda Motor Suzuki yang Membunuh Bengkel Resminya Sendiri\u00a0 <\/a><\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/yamadipati-seno\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Yamadipati Seno<\/a>\u00a0lainnya.\u00a0<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><b><i>di sini.<\/i><\/b><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya agak yakin kalau Suzuki Skydrive ini bakal terus ada meski saya sudah tiada. Jadi, saya akan memasukkan motor ini ke dalam surat warisan.<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":115883,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[11146,11145,11144],"class_list":["post-115876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bengkel-resmi","tag-motor-suzuki","tag-suzuki-skydrive"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115876"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115876\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}