{"id":114537,"date":"2021-03-22T18:00:56","date_gmt":"2021-03-22T11:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=114537"},"modified":"2021-03-22T14:30:38","modified_gmt":"2021-03-22T07:30:38","slug":"3-rekomendasi-sumber-yang-bisa-dikunjungi-untuk-data-skripsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-rekomendasi-sumber-yang-bisa-dikunjungi-untuk-data-skripsi\/","title":{"rendered":"3 Rekomendasi Sumber yang Bisa Dikunjungi untuk Data Skripsi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pas zaman kuliah dulu, satu-satunya hal yang paling susah dilakukan adalah nyusun skripsi. Jangankan nyusun kerangka dan data skripsi, untuk nentuin judulnya aja saya kudu mikir jungkir balik. Kalo boleh milih, saya mendingan disuruh ospek dua kali deh daripada nyusun skripsi. Atau disuruh cari gebetan adik angkatan di kampus. Untuk urusan ini, saya jagonya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalo udah urusan skripsi, ampun lah. Bukan apa-apa, nyusun skripsi itu nggak semudah yang dibayangkan. Butuh perenungan dan konstipasi, eh, kontemplasi yang mendalam. Soalnya, nyusun skripsi itu harus nyari referensi, riset, dan\u2013ini yang paling penting\u2013data skripsi. Skripsi tanpa data itu bagai indomie goreng tanpa minyak sayur. Nggak enak, nggak ilmiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, dengan perjuangan yang berdarah-darah: riset dengan nyebarin kuesioner, nyari buku-buku referensi ke perpustakaan daerah, sampai searching beberapa paper di jurnal-jurnal berbahasa Inggris, saya bisa juga nyusun skripsi. Kalo nggak salah, judulnya &#8220;Penggunaan Matriks Untuk Menentukan Konfigurasi Singular Pada Manipulator Robot&#8221;. Keren sih, meski sampai saat ini saya nggak paham kenapa saya bisa senekat itu nyusun skripsi begituan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, itu kan cerita dulu. Zaman sekarang kayaknya nyusun skripsi lebih gampang. Secara, dunia dalam genggaman. Bahan referensi skripsi bertebaran di dunia maya, tinggal scroll-scroll dan klak-klik di hape. Beres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk urusan data skripsi, kamu tinggal bikin kuesioner berupa list pertanyaan di Google Form. Lalu sebar di grup WhatsApp. Jangan lupa pake iming-iming pulsa, kuota, atau e-money 100 ribu untuk yang bersedia ngisi form. Itu udah lebih dari cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalo kamu butuh data yang lebih detail dan berseri semacam demografi penduduk, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, produktivitas pertanian, data transportasi, ekspor-impor, pariwisata, dan semacamnya, kamu bisa cari di sini.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pelayanan Statistik Terpadu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelayanan Statistik Terpadu, biasa disingkat PST, ini ada di setiap kantor Badan Pusat Statistik (BPS) di setiap provinsi dan kabupaten\/kota se-Indonesia. Iya, se-Indonesia lho. Dari Kota Sabang di ujung barat sampai Kabupaten Merauke di ujung timur, pasti ada kantor BPS-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, buat kamu yang tinggal di pelosok daerah nggak usah khawatir. Tinggal datang aja ke kantor BPS setempat, nanti akan ada petugas PST yang melayani. Ingat ya, BPS, bukan BPJS. Jangan sampai salah masuk kantor dan nanti kamu malah disuruh bayar iuran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di PST ini juga kamu bisa sekalian konsultasi statistik. Tanya aja data yang cocok untuk skripsi kamu, atau bisa juga tanya-tanya data yang kamu nggak paham. Dan, semuanya nggak dipungut biaya alias gratis tis tis.<\/span><\/p>\n<h4><b>Website Badan Pusat Statistik<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, kalo lagi mager dan males berkunjung ke PST, kamu bisa juga cari data skripsi di website BPS. Semua kantor BPS punya website-nya lho, mulai dari level pusat, provinsi, sampai kabupaten\/kota. Datanya juga lumayan lengkap. Misal, kamu butuh data untuk wilayah Jawa Barat, tinggal klik website-nya BPS Provinsi Jawa Barat. Atau, lagi nyari data wilayah Kabupaten Labuhanbatu, tinggal klik website BPS Kabupaten Labuhanbatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo males nyari-nyari, di sebelah kanan bawah website ada fasilitas live chat. Tinggal isi biodata dan jenis data yang dicari, nggak pake lama bakal ada balasan dari admin. Dengan syarat, chat-nya di jam kerja. Bisa aja sih chat di luar jam kerja, tapi mungkin balasannya agak lama.<\/span><\/p>\n<h4><b>Aplikasi AllStats BPS<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, yang ini lebih simpel lagi. Tinggal download aplikasi AllStats BPS dari Google Playstore. Isinya segala macam data dan indikator statistik yang pastinya kamu butuhkan untuk nyusun skripsi. Mantap, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dari sini udah bisa kebayang kan kalo nyari data skripsi itu mudah. Jadi, nggak ada alasan lagi kamu nunda-nunda nyusun skripsi. Jangan sampai gara-gara ini kamu dicap sebagai mahasiswa abadi. Kecuali yaaa kalo dosen pembimbing kamu yang ribet. Kalo itu sih, saya juga angkat tangan.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kutipan-dalam-karya-tulis-banyak-tapi-argumen-pribadinya-nol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kutipan dalam Karya Tulis Banyak, tapi Argumen Pribadinya Nol<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Coba dong, Ngab.<\/p>\n","protected":false},"author":1468,"featured_media":66542,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[11078],"class_list":["post-114537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-data-skripsi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1468"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114537"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114537\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}