{"id":113511,"date":"2021-03-15T15:03:42","date_gmt":"2021-03-15T08:03:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=113511"},"modified":"2021-03-15T07:40:22","modified_gmt":"2021-03-15T00:40:22","slug":"tips-untuk-samarkan-bau-dan-bunyi-saat-bab-di-toilet-umum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-untuk-samarkan-bau-dan-bunyi-saat-bab-di-toilet-umum\/","title":{"rendered":"Tips untuk Samarkan Bau dan Bunyi Saat BAB di Toilet Umum"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada titik tertentu, mules atau sakit perut itu membikin banyak orang nggak nyaman. Apalagi jika sedang di luar rumah. Biasanya, akan ada banyak pertimbangan sekaligus halangan. Utamanya, seseorang sering kali nggak nyaman jika harus BAB di toilet umum. Banyak faktor yang menyertai. Khawatir toiletnya jorok dan bau, hanya menjadi satu dari sekian banyak alasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, dalam prosesnya, BAB di toilet umum juga biasanya menghasilkan perasaan nggak tenang dan nggak nyaman. Lantaran, aroma yang baunya bisa jadi naudzubillah setan, sekaligus bagaimana ragam bunyi yang dihasilkan pada saat BAB berlangsung khawatir membikin orang lain nggak nyaman. Belum lagi bunyi hempasan tai per batang yang sangat khas saat jatuh kepada pelukan WC: cemplung!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya, mungkin juga banyak orang lain, hampir selalu merasa risih saat mengalami momen tersebut. Mau ditahan atau ditunda ya, susah. Bahkan, sering kali nggak bisa karena saking mulesnya. Mau cuek bebek BAB dengan segala aroma bau menyengat sekaligus bunyinya, tapi terkadang menghasilkan beban moral tersendiri aja gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pengalaman saya sendiri, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kejadian tidak mengenakkan tersebut. Cara sederhana ini sangat bisa dilakukan oleh siapa pun, di toilet umum mana pun.<\/span><\/p>\n<p><b>Hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan aroma kotoran yang baunya naudzubillah setan.<\/b><\/p>\n<p><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, tiap kali tai keluar dari lubang asalnya sampai jatuh ke WC, jangan tunggu hingga penuh\/menumpuk untuk disiram atau flush. Ini adalah salah satu kebiasaan sebagian orang yang baiknya dihentikan sedini mungkin. Sebab, disadari atau tidak, tumpukan tersebut bikin bau mengendap dan segera menyebar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sebelum hal tersebut terjadi, pada kurun waktu tertentu, sebaiknya tai langsung disiram\/flush saja. Serius, cara ini sangat ampuh untuk meminimalisir, bahkan menghilangkan bau. Lagipula, ngapain, sih, nunggu tai menumpuk di WC terlebih dahulu baru disiram? Posesif amat. Nggak mau kehilangan banget kayaknya.<\/span><\/p>\n<p><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, sedia sabun tambahan untuk menyiram WC pada kurun waktu tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara ini mungkin terbilang boros sabun. Namun, sangat mungkin dilakukan untuk menyamarkan atau menghilangkan bau nggak sedap saat BAB di toilet umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara melakukannya: tiap kali tai keluar, langsung siram, lalu tuangkan sabun pada lubang WC. Harapannya, bau nggak sedap bisa segera terganti oleh wangi sabun. Ya gimana, ya. Namanya juga usaha.<\/span><\/p>\n<p><b>Hal yang bisa dilakukan untuk menyamarkan bunyi tai yang jatuh ke lubang WC.<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, bunyi hempasan tai selalu membikin risih siapa pun saat BAB di toilet umum. Nggak jarang, seseorang jadi malu karena bunyi yang dihasilkan begitu tegas dan sangat menggelegar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menyamarkan bunyi tersebut, ada beberapa cara yang bisa kalian lakukan, semisal sedang kebelet BAB di toilet umum, termasuk di rumah tetangga, saudara, atau gebetan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Samarkan bunyi \u201ccemplung\u201d dengan memanfaatkan fitur apa pun yang terdapat di dalam toilet umum. Betul-betul apa pun.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, samarkan dengan bunyi batuk atau bersin. Barangkali, ini adalah cara paling sederhana yang bisa dilakukan tanpa harus bingung memikirkan fitur apa pun. Gambaran cara kerjanya, sebelum bunyi \u201ccemplung\u201d, kalian harus bersiap untuk pura-pura batuk. \u201cEhem!\u201d atau \u201cHasyim!\u201d<\/span><\/p>\n<p><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, nyalakan musik atau streaming video dengan volume yang proporsional. Meski harus bermodalkan kuota sedikit, yang penting sama-sama nyaman, kan? Kendalanya, sering kali di toilet sinyal nggak stabil. Jadi, malah buffering dan nggak puol menyamarkan suaranya.<\/span><\/p>\n<p><b>Ketiga<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, nyalakan keran air jika di toilet yang basah. Flush atau sambil siram jika toiletnya kering.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud toilet basah adalah, toilet yang lantainya tidak masalah sekalipun tergenang air. Biasanya, di dalam toilet basah, tersedia ember untuk menampung air. Tentu saja ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk menyamarkan bunyi mistis yang dimaksud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, bagaimana jika toiletnya kering, seperti di toilet mal atau hotel? Gampang. Tetap ada solusinya. Dalam poin ini, yang paling penting adalah, timing-nya harus pas. Sebab, kalian akan mengandalkan flush pada WC duduk (karena di toilet kering, hampir semua WC-nya bertipe duduk).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana diketahui, flush perlu waktu untuk memompa\/mengisi air kembali. Gunakan flush hanya pada saat tertentu agar fungsinya maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian, tips dan saran dari saya yang sangat bisa dipertanggungjawabkan. Selamat mencoba, agar kita tetap nyaman dan berbahagia, meskipun sedang BAB di toilet selain di rumah.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/teknik-peredam-malu-yang-sering-dipakai-orang-indonesia-saat-bab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Teknik Peredam Malu yang Sering Dipakai Orang Indonesia Saat BAB<\/strong> <\/a><b><\/b><b>d<\/b><b>an artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\"><b>Seto Wicaksono<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BAB di toilet umum juga biasanya menghasilkan perasaan nggak tenang dan nggak nyaman. Lantaran, bau sekaligus ragam bunyi yang dihasilkan.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":113566,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1875,11048],"class_list":["post-113511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bab","tag-toilet-umum"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113511"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113511\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113566"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}