{"id":113444,"date":"2021-03-19T12:19:26","date_gmt":"2021-03-19T05:19:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=113444"},"modified":"2021-03-19T02:07:25","modified_gmt":"2021-03-18T19:07:25","slug":"secara-gramatika-orang-minang-dituntut-alergi-terhadap-huruf-r-terminal-mulok-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/secara-gramatika-orang-minang-dituntut-alergi-terhadap-huruf-r-terminal-mulok-10\/","title":{"rendered":"Secara Gramatika, Orang Minang Dituntut Alergi terhadap Huruf &#8216;R&#8217;. Terminal Mulok #10"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika orang Sunda cenderung mengganti penggunaan huruf \u201cf\u201d dan \u201cv\u201d menjadi \u201cp\u201d, orang Minang memiliki kecenderungan meluruhkan huruf \u201cr\u201d dalam kosakatanya. Jika alasan orang Sunda tak bisa melafalkan \u201cf\u201d dan \u201cv\u201d adalah aksara Sunda yang tak memiliki huruf tersebut, alasan orang Minang meluruhkan huruf \u201cr\u201d adalah tuntutan tata bahasa regulernya. Begitu kira-kira prakata untuk memahami tulisan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, kosakata bahasa Minang tak jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Namun, di dalam kosakata bahasa Minang sangat jarang sekali ditemukan huruf \u201cr\u201d. Kebanyakan kosakata bahasa Minang sengaja menghilangkan huruf \u201cr\u201d saat proses penerjemahan dari bahasa Indonesia. Sebab, di dalam bahasa Minang terdapat aturan tata bahasa\/gramatika peluruhan huruf \u201cr\u201d, seperti kata \u201cbersin-bersin\u201d dalam bahasa Indonesia berubah menjadi basin-basin dalam bahasa Minang. Bahkan kebiasaan menghilangkan huruf \u201cr\u201d juga terjadi pada kata bahasa Minang yang tak bersinggungan atau tak memiliki kemiripan dengan bahasa Indonesia, contohnya seperti kebiasaan mengubah pelafalan frase rancak bana yang dalam bahasa Indonesia berarti bagus benar menjadi ancak bana dan pelafalan kata \u201crumah\u201d menjadi umah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih ekstrem lagi, terdapat satu daerah di Sumatera Barat (Minangkabau), tepatnya daerah Pariaman, yang mengganti pelafalan huruf \u201cr\u201d menjadi huruf ghoin (\u063a) milik bahasa Arab. Meski penulisannya tetap menggunakan huruf \u201cr\u201d, tetapi saat dilafalkan berubah menjadi gho (\u063a). Contohnya, saat melafalkan kata buruak yang berarti buruk berubah menjadi bughuak, pelafalan kata rusak menjadi ghusak, serta pelafalan kata saruang yang artinya sarung berubah menjadi saghuang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peluruhan huruf \u201cr\u201d tersebut sangat biasa terjadi di berbagai daerah di Sumatera Barat atau biasa juga disebut ranah Minang. Sebab, tata bahasa Minang memiliki formula khusus untuk melucuti huruf \u201cr\u201d saat menerjemahkan kosakata bahasa Indonesia ke dalam bahasa Minang. Akan tetapi tetap saja, dalam dunia bahasa, akan selalu ada kata irregular, yang tak selamanya mengikuti aturan. Saya di sini hanya sedikit menjelaskan tata bahasa regulernya saja, sekaligus membantu orang awam dalam menerjemahkan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Minang supaya lebih kenal dengan bahasa daerah, khususnya bahasa Minang. Berikut beberapa formula peluruhan atau pelucutan huruf \u201cr\u201d dalam menerjemahkan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Minang.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Imbuhan bahasa Indonesia yang memiliki huruf \u2013r dihilangkan dalam bahasa Minang. Contohnya, seperti kata bersama menjadi basamo, berjalan menjadi bajalan, \u2018bersandar\u2019 menjadi basanda, \u2018tersinggung\u2019 menjadi tasingguang, serta \u2018terjatuh\u2019 menjadi tajatuah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhiran \u2013ar, \u2013er, dan -or dalam bahasa Indonesia menjadi \u2013a, \u2013e, dan -o dalam bahasa Minang. Contohnya, kata \u2018pagar\u2019 menjadi paga, \u2018kabar\u2019 menjadi kaba, \u2018ember\u2019 menjadi embe, dan \u2018bocor\u2019 menjadi boco\u2013untuk makna kata boco disesuaikan dengan konteks, bisa juga berarti &#8216;gila&#8217; atau &#8216;mencret&#8217;.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhiran \u2013ur dan \u2013ir dalam bahasa Indonesia menjadi \u2013ua dan \u2013ia dalam bahasa Minang. Contohnya, seperti kata telur menjadi talua, dapur menjadi dapua, kubur menjadi kubua, air menjadi aia, serta \u2018pikir\u2019 menjadi pikia.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat hal itu, sebenarnya sangat wajar jika ada orang Minang yang tak bisa melafalkan \u201cr\u201d atau pelat lidah alias cadel. Namun ajaibnya, sampai sekarang saya tidak pernah menemukan orang Minang yang pelat lidah di Sumatera Barat, khususnya di kota Padang\u2014atau mungkin belum bertemu. Walaupun, secara gramatika, penuturnya dituntut untuk alergi terhadap huruf \u201cr\u201d, tetapi mereka tetap bisa fasih melafalkan huruf \u201cr\u201d saat berbicara. Ajaib nggak, tuh?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, sampai saat ini saya masih menganggap itu keajaiban orang Minang. Namun, mungkin nanti ketika saya bertemu orang Minang yang kebetulan cadel, keajaiban itu akan hilang di benak saya atau mungkin akan tergantikan dengan keajaiban baru. Jodoh, misalnya.<\/span><\/p>\n<p><em>*Terminal Mulok adalah segmen khusus yang mengulas tentang bahasa dari berbagai daerah di Indonesia dan dibagikan dalam edisi khusus Bulan Bahasa 2021.<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-pesan-makan-di-rm-padang-pakai-bahasa-minang-terminal-mulok-08\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan Pesan Makan di RM Padang Pakai Bahasa Minang. Terminal Mulok #08<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika orang Sunda cenderung mengganti penggunaan huruf \u201cf\u201d dan \u201cv\u201d menjadi \u201cp\u201d, orang Minang memiliki kecenderungan meluruhkan huruf \u201cr\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":1465,"featured_media":114053,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[11067,11066,1988],"class_list":["post-113444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-gramatika","tag-kosakata","tag-minang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1465"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113444"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113444\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114053"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}