{"id":113385,"date":"2021-03-14T09:03:53","date_gmt":"2021-03-14T02:03:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=113385"},"modified":"2021-03-14T08:18:02","modified_gmt":"2021-03-14T01:18:02","slug":"5-postingan-orang-baru-menikah-di-status-whatsapp-cringe-dan-langsung-saya-bisukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-postingan-orang-baru-menikah-di-status-whatsapp-cringe-dan-langsung-saya-bisukan\/","title":{"rendered":"5 Postingan Orang Baru Menikah di Status WhatsApp: Cringe dan Langsung Saya Bisukan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya fitur status WhatsApp setelah Instagram dan Facebook sangat bermanfaat karena orang-orang dapat membagikan segala hal. Bahkan, sebagian orang menggunakannya untuk bisnis. Akan tetapi, penggunaan fitur ini sering kali menjadikan orang-orang kebablasan dalam berekspresi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semenjak ada fitur tersebut, halaman status semakin ramai dipenuhi postingan orang-orang yang membagikan kegiatan pribadi mereka. Mulai dari membagikan momen paling berkesan, spam selfie layaknya selebgram sedang endorse, hingga adu sindiran dengan sesama kontak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan akhirnya semua doa- doa yang selalu dipanjatkan terkabulkan. Aku dan kamu menjadi kita dalam sebuah ikatan pernikahan yang sah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulis salah satu kawan saya 3 bulan yang lalu. Setelah hari itu, konten kegiatan rumah tangga terus dibagikan pada status WhatsApp. Tak hanya membagikan momen pernikahan seperti\u00a0 akad hingga resepsi, tetapi kegiatan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga rajin dibagikan ke publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut hal-hal yang sering kali dibagikan oleh teman-teman saya yang baru menikah di status WhatsApp dan membuat saya memutuskan untuk membisukan status WhatsApp-nya karena sungguh merasa tidak nyaman.<\/span><\/p>\n<h4>1# <span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span>Bersyukur dan berdoa lewat status WhatsApp<\/h4>\n<p><b>\u201c<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Alhamdulillah hasil keringat suami, semoga berkah amiin ya Allah. Tahap awal masih 90%.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAlhamdulillah makasih sayang, paketannya udah dateng.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSehat selalu suamiku, semangat kerjanya, yah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi hari yang spesial ini tak henti2 nya saya berucap alhamdulillah ya Allah, akhirnya imamku ngajak istrinya main keluar.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersyukur dan mengaminkan doa sendiri melalui status WA sering dilakukan ibu rumah tangga yang pernikahannya baru seumur jagung. Semula pihak WhatsApp menyediakan fitur ini supaya pengguna betah dan setia, tampaknya berhasil bagi kalangan cringe. Saat mereka membagikan foto pernikahan, hal itu tidak menjadi masalah. Namun setelahnya, saya masukkan kontak tersebut ke daftar \u201cmute\u201d.<\/span><\/p>\n<h4>2# Belanja keperluan rumah bareng suami<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Gini udah emak-emak mah, belanjanya juga ke Mutiara Kitchen, Ikea, Informa.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu rekan saya posting kegiatan lagi belanja keperluan rumah baru dengan caption se-lebay itu. Ekspresi saya membaca tulisan tersebut, \u201cMemang harus nikah dulu dan jadi emak-emak biar posting konten lagi di Informa? Terus ngasih tahu pemirsa kalau belanjanya sudah nggak Miniso-an lagi, tapi home living?\u201d Padahal banyak milenial yang belum menikah tapi tertarik main-main ke store home living sekaligus cari barang yang ramah lingkungan buat di kosan atau kontrakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pikir, tak perlu menjadi emak-emak berdaster sambil gendong anak dengan wajah kusam untuk memahami kewajiban ibu rumah tangga. Sebab, wanita single pun sudah biasa memasak, cuci pakaian, belanja ke pasar, dan beres-beres rumah. Bedanya, wanita single tidak berdaster, belum gendong anak, dan belum dipeluk suami di malam hari.<\/span><\/p>\n<h4>3# Membagikan foto hasil masakan dan nulis list pekerjaan rumah<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Beres-beres rumah \u221a<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Nyuci baju suami \u221a<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Masak buat suami \u221a<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Belanja ke pasar \u221a<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Tinggal rebahan nunggu suami pulang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita yang baru menjadi ibu rumah tangga sering membagikan hasil masakannya pada status WhatsApp dengan caption, &#8220;Makanan kesukaan paksu.&#8221; Entah sejak kapan suami jadi paksu (pak suami).<\/span><\/p>\n<h4>4# Posting suami lagi beres-beres rumah<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Paksu paling rajin, pulang kerja langsung nyuci piring biar istrinya istirahat.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tindakan berlebihan lainnya yang sering dilakukan pasangan baru menikah yakni membagikan kegiatan suami sedang membantu beres-beres rumah. Sebenarnya membantu pekerjaan istri juga wajib, tapi jadi cringe kalau istrinya sudah posting ke publik. Seminggu pertama masih dimaklumi oleh pemirsa WhatsApp. Namun, kalau sudah sebulan bahkan 3 bulan, kontak tersebut masuk ke daftar &#8220;mute&#8221;.<\/span><\/p>\n<h4>5# Posting screenshot chatting sama suami<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini biar rakyat tahu kalau suaminya romantis, perhatian, bertanggung jawab, dan bapak rumah tangga banget. Wanita yang baru beberapa bulan menjadi istri sering kali membagikan screenshot chatting suami pas bagian, &#8220;Pulang kerja mau dibawain apa?&#8221; Atau sengaja menunjukkan respons suami ketika istri ingin makan di luar. Status akan berlanjut pada video atau foto yang diposting istri dengan caption atau ucapannya \u201cMakasih sayang mau ajakin istrinya makan di luar abis pulang kerja.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya saya berpikir, bagus juga WhatsApp punya fitur seperti Instagram dan Facebook. Jadi, saya tetap bisa keep in touch sama teman yang jarang ditemui tinggal komen statusnya bila bingung cari topik. Namun, membagikan status berlebihan malah bikin silaturahmi terhambat karena kontak dibisukan. Ah, ribet amat ya pengin bisa keep in touch, tapi tetap bisa merasa nyaman.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-membisukan-story-wa-semua-orang-dan-saya-tidak-menyesal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saya Membisukan Story WA Semua Orang dan Saya Tidak Menyesal<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hal-hal yang sering dibagikan oleh teman-teman saya yang baru menikah di status WhatsApp dan membuat saya memutuskan untuk membisukannya.<\/p>\n","protected":false},"author":1461,"featured_media":113479,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[11046,10914,5672,5878],"class_list":["post-113385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-baru-menikah","tag-cringe","tag-mute","tag-status-whatsapp"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1461"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113385"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113385\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}