{"id":11336,"date":"2019-08-28T10:00:07","date_gmt":"2019-08-28T03:00:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=11336"},"modified":"2026-01-03T20:53:40","modified_gmt":"2026-01-03T13:53:40","slug":"mewawancarai-livi-zheng-before-it-was-cool","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mewawancarai-livi-zheng-before-it-was-cool\/","title":{"rendered":"Mewawancarai Livi Zheng Before It Was Cool"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 2015, aku berkesempatan mewawancarai Livi Zheng, sang sutradara Indonesia penembus Hollywood itu, kebanggaan para pejabat di Indonesia, sebelum itu jadi sesuatu yang banyak dibicarakan orang, dan mungkin keren.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan\u2014bukan karena Livi mampu mengguncang dunia, tetapi karena Livi mampu mengguncang nalar banyak orang lewat kekuatannya di media.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Livi datang ke (mantan) kantorku\u00a0 dengan setelan blazer hitam, celana hitam, dalaman biru tua. Penampilannya tidak berlebihan. Cenderung elegan malah. Atasanku bilang dia diwawancara karena menjadi kandidat suatu penghargaan diaspora dan dia adalah sineas Hollywood dari Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kupikir, gila juga ada sineas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/hrf\/esai\/film-neil-armstrong-first-man-di-mata-kaum-bumi-datar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hollywood<\/a> yang mau ke kantorku pada saat itu. Rasanya bahkan <a href=\"https:\/\/tirto.id\/agnez-mo-yang-nyaman-dalam-gaya-hip-hop-cZrg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Agnes Monica<\/a> pun enggan lama-lama ke kantorku kecuali kalau punya dasar yang kuat sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum wawancara dimulai, kami masuk ke sebuah ruangan presentasi, untuk melihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slide <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">demi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">slide <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">prestasi Livi Zheng sekaligus melihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trailer &#8220;<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=aa-tFY318LQ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-weight: 400;\">Brush with Danger&#8221;.<\/span><\/a>\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">Saat menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trailer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">film yang dibintangi dan sekaligus disutradarai sama dia untuk pertama kalinya, aku cuma merasakan bingung yang amat sangat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana, ya? Livi bilang bahwa film ini sempat jadi nominator Oscar. Iya, penghargaan bergengsi itu. Aku memang awam, tetapi tidak cukup bodoh untuk mengetahui nominator Academy Award kala itu. Internet ada dalam genggamanku, kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bos-bosku di media itu mengagung-agungkan betapa hebatnya Livi. Gila, kapan lagi aura Hollywood ada di kantor kami? Namun begitu aku diberi informasi tentang rencana wawancara ini, aku langsung mencari tahu namanya, <em>trailer<\/em> filmnya, dan tak lupa ulasannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film &#8220;Brush with Danger&#8221; memang bukan film yang sengaja dibuat kacau seperti\u2014saking kacaunya bahkan jadi keren seperti, <em>hmm<\/em>, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Azrax<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun sudah jelas, film ini bukan film yang mendapatkan pujian banyak kritikus. Skornya rendah sekali di IMDb! LA Times dan New York Times pun mengkritiknya habis-habisan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang lantas dijadikan dasar pertanyaanku dalam wawancara eksklusif dengannya, di ruang studio berdebu itu\u2014iya, kantorku waktu itu punya nama besar, tetapi divisiku seolah hidup segan mati tak mau.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku bertanya padanya tentang kritik keras di sebuah media tentang kualitas filmnya. Dan tahu apa jawaban Livi? Livi bilang bahwa kritik itu biasa. Oke, ini klise. Selanjutnya, dia bilang lagi kalau pihak kritikus itu tahu, bahwa dia adalah &#8220;<em>young and upcoming talented director<\/em>&#8220;\u2014sutradara muda yang berbakat di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, aku meminta nomor telepon Livi dan dia memberikannya dengan senang hati. Sampai sekarang, nomor Livi masih ada di kontakku dan foto profilnya memuat poster &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bali: Beats of Paradise&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku sih tidak heran kalau cuma orang kantorku yang percaya dengan gemerlap cerita beliau. Masalahnya, setelah kulihat lagi, ternyata media lain juga banyak yang percaya. Bahkan para pejabat pun memberikan himbauan untuk menonton filmnya! Dan setelah artikel Limawati Sudono di <em>Geotimes<\/em> viral, maka banyak orang angkat suara tentang kegelisahan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gelisah karena? Ya karena sebetulnya Livi tidak pernah benar-benar menembus nominasi Academy Awards. Mungkin filmnya lolos seleksi administrasi Academy Awards. Namun, tentu tak ada pihak waras manapun di dunia ini yang akan berbangga hati bilang bahwa dirinya cuma lolos seleksi administrasi seleksi CPNS atau tes beasiswa Monbukagakusho sekalipun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku menebak kalau Livi menempuh jalan ini\u2014membuat dirinya viral dulu\u2014supaya nantinya akan ada banyak proyek yang mampir ke dirinya. Terutama, aku lihat, proyek pemerintahan. Kupikir dia punya selera sinematografi yang cukup bagus. Cuma, klaimnya terlalu berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Livi punya bakat membuat iklan TV atau YouTube. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Vibrant Jakarta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kupikir bagus sebagai promosi kota. Namun, ini jelas bukan kelas Academy Awards. Berlebihan juga kalau dia sampai jadi duta sebuah lembaga yang lekat sama Pancasila, bahkan sampai dipuji-puji oleh pejabat tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aku tahu bahwa para jurnalis yang mewawancarainya dulu, membesar-besarkan namanya, juga salah. Di antara mereka, aku yakin banyak yang kata hatinya menyuarakan kegelisahan\u2014sama seperti kalau kamu melakukan sesuatu yang sebenarnya merugikan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun mereka bisa apa, kalau dipaksa atasan buat membikin nama Livi Zheng jadi cemerlang, atau bahkan wawancaranya diedit sedemikian rupa untuk bisa tetap memberikan berita yang mengagung-agungkan sang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">young and talented director <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, mungkin sebaiknya dari dulu Livi Zheng masuk rubrik advertorial saja.\u00a0<\/span>(*)<\/p>\n<p>BACA JUGA <a class=\"bump-view\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bumi-manusia-for-millenials-jakarta-selatan-part-ii-nyonya-ontosoroh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" data-bump-view=\"tp\">Bumi Manusia for Millenials Jakarta Selatan Part II: Nyonya Ontosoroh<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/intan-kirana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Intan Kirana<\/a> lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a> ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahun 2015, aku berkesempatan mewawancarai Livi Zheng, sang sutradara Indonesia penembus Hollywood itu, kebanggaan para pejabat di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":54,"featured_media":11340,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[1910,31,2873,2871,656,2872],"class_list":["post-11336","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-hollywood","tag-indonesia","tag-kemayoran","tag-livi-zheng","tag-pejabat","tag-sineas"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11336","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/54"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11336"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11336\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}